Chelsea Klub Toxic, Wajar Jika Cole Palmer Digosipkan Ingin Cabut ke Man United

Chelsea Klub Toxic, Wajar Jika Cole Palmer Digosipkan Ingin Cabut ke Man United
Aksi Cole Palmer dalam laga Chelsea vs Port Vale di FA Cup 2025/2026, Sabtu (4/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Chelsea kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasi di lapangan, melainkan situasi internal yang terus bergolak. Klub asal London barat itu tak kunjung menemukan stabilitas sejak pergantian kepemilikan beberapa tahun terakhir.

Pergantian pelatih menjadi pemandangan yang hampir rutin di Stamford Bridge. Setiap musim, wajah baru datang dengan harapan, lalu pergi sebelum sempat membangun fondasi yang kuat.

Situasi ini tentu berdampak pada para pemain, termasuk bintang muda seperti Cole Palmer. Meski tampil menjanjikan, masa depannya kini mulai dipertanyakan di tengah ketidakpastian klub.

Mantan gelandang timnas Inggris, Gareth Barry, pun ikut angkat bicara. Ia menilai kondisi di Chelsea saat ini bisa berdampak serius pada perkembangan pemain.

Lingkungan tak Sehat Jadi Sorotan

Lingkungan tak Sehat Jadi Sorotan

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior saat laga melawan Man City. (c) AP Photo/Ian Walton

Chelsea baru saja memecat Liam Rosenior pada pertengahan April 2026. Pemecatan ini memperpanjang daftar pelatih yang datang dan pergi dalam waktu singkat.

Sebelumnya, The Blues sempat menunjuk Graham Potter pada 2022 sebelum digantikan Mauricio Pochettino setahun kemudian. Namun, Pochettino juga tak bertahan lama dan posisinya digantikan Enzo Maresca pada 2024.

Awal 2026, Liam Rosenior datang membawa harapan baru. Akan tetapi, hanya dalam hitungan bulan, ia sudah harus angkat kaki, membuat Chelsea kembali berburu pelatih permanen.

Barry menilai kondisi ini menciptakan suasana ruang ganti yang tidak sehat. “Setiap pemain ingin bermain di ruang ganti yang stabil di klub yang stabil,” buka Barry kepada Midnite, via Goal.

“Jika Anda berada di ruang ganti yang mungkin sedikit toxic (beracun, red), sulit untuk pergi berlatih dan tampil setiap hari, itu tidak menyenangkan. Kita semua tahu betapa kuatnya suasana ruang ganti, jika ada dua atau tiga pemain yang mulai meragukan keyakinan manajer atau metodenya, hal itu secara alami akan merembes masuk. Jika beberapa pemain itu tidak bahagia, mereka tidak akan tampil pada level yang mereka mampu jika ada sesuatu yang menggerogoti mereka, dan itu dapat memengaruhi kinerja seluruh tim. Jika itu terjadi di Chelsea, itu akan memengaruhi ruang ganti," terangnya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 4 Mei 2026
Chelsea Chelsea
21:00 WIB
Nottingham Forest Nottingham Forest
Premier League Premier League | 3 Mei 2026
Man United Man United
21:30 WIB
Liverpool Liverpool

Sinyal Bahaya untuk Masa Depan Pemain

Sinyal Bahaya untuk Masa Depan Pemain

Duel Cole Palmer dan Matheus Nunes dalam laga Chelsea vs Manchester City di Premier League 2025/2026, Minggu (12/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Di tengah situasi tersebut, spekulasi masa depan Cole Palmer mulai mencuat. Pemain muda Inggris itu dikabarkan diminati oleh Manchester United.

Meski sebelumnya Palmer menegaskan komitmennya kepada Chelsea, tekanan situasi internal bisa mengubah segalanya. Terlebih, setiap pemain tentu ingin berkembang dalam lingkungan yang stabil.

Barry melihat potensi itu sebagai sesuatu yang wajar. Ia menilai ketidakjelasan proyek jangka panjang Chelsea bisa membuat pemain mulai mempertimbangkan opsi lain.

“Setiap pemain, Cole Palmer dan lainnya, jika mereka tidak melihat masa depan yang stabil dalam jangka panjang di Chelsea, wajar bagi mereka dan agen mereka untuk mulai mencari dan berpikir ‘ke mana kita bisa pergi dan mencapai sesuatu’ dalam karier sepak bola yang pada akhirnya singkat,” tambah Barry.