FOLLOW US:


Class of '92 MU Tidak Melulu Soal Beckham dan Scholes, Bagaimana Nasib Pemain Lainnya?

29-05-2020 15:01

 | Yaumil Azis

Class of '92 MU Tidak Melulu Soal Beckham dan Scholes, Bagaimana Nasib Pemain Lainnya?
Paul Scholes © AFP

Bola.net - 'Class of 92' seolah membuktikan keberhasilan akademi Manchester United dalam memproduksi pemain-pemain yang berkualitas. David Beckham dan Paul Scholes adalah dua dari sekian banyak pemain yang punya label tersebut.

Lebih rinci, julukan 'Class of 92' itu diberikan kepada skuat muda Manchester United yang berhasil memenangkan FA Youth Cup pada tahun 1992. Beberapa pemain kemudian mencatatkan namanya dalam sejarah panjang the Red Devils.

Ryan Giggs, Gary Neville, Nicky Butt, adalah pemain-pemain lain berlabel 'Class of 92' yang berhasil menembus skuat inti Manchester United. Scholes bahkan tidak ikut serta dalam laga final FA Youth Cup yang disebutkan di atas.

Tentu saja, lima pemain tidak cukup untuk membentuk satu tim yang bisa bertanding di atas lapangan. Lalu, bagaimana nasib para 'Class of 92' yang tidak disebutkan dalam sejarah? Scroll ke bawah untuk mengetahui informasi selengkapnya.

1 dari 4

Kevin Pilkington dan John O'Kane

Pilkington mendapatkan kontrak setelah usai mendapatkan medali juara FA Youth Cup di tahun 1992. Namun karirnya tidak berlangsung mulus, sebab Pilkington hanya menjadi kiper ketiga.

Ia sempat memperkuat banyak klub sampai akhirnya tiba di Cambridge United sebagai staf kepelatihan. Pilkington pun pernah didaftarkan sebagai pemain pada musim 2018/19 kendati usianya sudah 43 tahun.

Nasib rekan setimnya di pertahanan, John O'Kane, tidak lebih baik. Ia hanya bermain sebanyak dua kali di pentas Premier League bersama Manchester United dan lebih banyak menjalani masa pinjaman.

O'Kane memutuskan pensiun pada tahun 2006 saat sedang memperkuat Hyde United. Ia memperkuat Hyde United selama tiga musim dan mencatatkan 116 penampilan.

2 dari 4

George Switzer dan Chris Casper

Switzer yang berposisi sebagai bek sayap sempat ditawari kontrak penuh oleh Manchester United. Sayangnya, Sir Alex Ferguson membatalkan kontrak itu karena merasa tubuhnya terlalu kecil untuk menjadi bek sayap.

Informasi soal Switzer pasca meninggalkan Manchester United sangatlah sedikit. Ia diketahui pernah memperkuat AFC Monton selama lima musim.

Di sektor pertahanan juga ada sosok Chris Casper. Beberapa orang meyakini bahwa Casper bisa menembus jagat sepak bola. Namun pada akhirnya, ia bernasib sama dengan 'Class of 92' lain yang tidak seberuntung Beckham dkk.

Karir Casper berlangsung cukup singkat. Pada akhir tahun 1999, ia mengalami cedera parah kala memperkuat Reading. Cedera tersebut memaksa dirinya untuk gantung sepatu di usia yang sangat muda, yakni 24 tahun.

3 dari 4

Simon Davies dan Colin McKee

Di antara nama-nama yang telah disebutkan, Simon Davies bisa disebut yang paling beruntung. Ia sempat melakoni 20 laga bersama United dan bahkan pernah melakoni debutnya di pentas internasional bersama Timnas Wales.

Lantaran kalah saing dengan Ryan Giggs serta Lee Sharpe, Davies pun memutuskan pindah ke Luton Town di tahun 1997. Namanya tak pernah lagi terdengar sejak dirinya memutuskan bergabung dengan Airbus UK di tahun 2007.

Colin McKee memperpanjang daftar 'Class of 92' yang merana pasca final FA Youth Cup. Ia juga sempat ditawari kontrak penuh oleh Manchester United. Tetapi, ia hanya diberi sekali kesempatan untuk bermain bersama skuat utama.

Jika ditotal, McKee memperkuat 10 klub dalam 12 tahun karirnya di dunia sepak bola. Ia memutuskan pensiun di tahun 2001 saat masih tergabung dengan klub Skotlandia bernama Fauldhouse United.

4 dari 4

Robbie Savage dan Ben Thornley

Banyak yang lupa kalau Robbie Savage memulai karirnya di Manchester United. Ya, pria yang kerap berprofesi sebagai pandit tersebut bersinar sewaktu memperkuat Leicester City di tahun 1997.

Savage memutuskan pensiun pada tahun 2008. Namun pada tahun 2019, ia mengambil kembali sepatunya yang terlanjur tergantung untuk memperkuat Stockport Town. Ia bermain meskipun usianya sudah mencapai 45 tahun.

Terakhir, ada nama Ben Thorley. Sir Alex sempat memiliki harapan yang besar terhadapnya. Bahkan, Thorley melakoni laga debutnya di Premier League lebih dulu ketimbang para jebolan 'Class of 92' lainnya.

Sayangnya, cedera merenggut karirnya. Cedera tersebut ia dapatkan saat sedang menghadapi Blackburn. Thornley pun sempat menuntut Blackburn atas cederanya itu. Namanya sudah tidak terdengar lagi sejak terakhir memperkuat Witton Albion pada tahun 2008.

(Bleacher Report)