Curahan Hati Rodri, Khawatir Gak Bisa Main Sampai Usia 32 Tahun

Curahan Hati Rodri, Khawatir Gak Bisa Main Sampai Usia 32 Tahun
Pemain Manchester City, Rodri, beraksi dalam pertandingan Piala Dunia Antarklub melawan Wydad AC di Philadelphia, Rabu (18/6/2025). (c) AP Photo/Chris Szagola

Bola.net - Rodri tengah menjalani salah satu fase paling berat dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional. Gelandang Manchester City itu harus berjuang kembali ke performa terbaik setelah dihantam cedera serius yang membuatnya absen panjang.

Situasi tersebut datang di momen yang tidak ideal. Ia baru saja mencapai puncak karier dengan meraih Ballon d’Or, pengakuan atas kontribusi luar biasa di level klub dan tim nasional.

Kini, di tengah upaya pemulihan, Rodri justru menyoroti isu yang lebih besar. Ia berbicara terbuka tentang tekanan fisik dan mental yang semakin berat akibat padatnya kalender pertandingan sepak bola modern.

Rodri Soroti Beban Berlebihan di Sepak Bola Modern

Rodri Soroti Beban Berlebihan di Sepak Bola Modern

Florian Wirtz menjaga Rodri dalam laga Premier League antara Liverpool vs Manchester City di Anfield, 8 Februari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Cedera ligamen lutut anterior yang dialami pada 2024 membuat Rodri harus menepi selama sekitar delapan bulan. Setelah kembali, ia masih diganggu serangkaian masalah otot yang membatasi menit bermainnya.

Dalam wawancara dengan program Premier Corner di DAZN, Rodri menyampaikan kekhawatirannya secara tegas terkait beban yang harus ditanggung pemain elite.

“Kita harus berhenti, atau saya tidak akan sampai usia 32 tahun,” kata Rodri.

Dalam beberapa musim terakhir, klub-klub top memang harus tampil di berbagai ajang sekaligus. Kompetisi domestik, turnamen Eropa, laga persahabatan, hingga agenda tim nasional membuat pemain hampir tidak memiliki jeda.

Adaptasi dan Refleksi Usai Cedera Panjang

Rodri menegaskan bahwa dirinya kini berusaha lebih bijak dalam mengelola kondisi tubuh. Ia mulai lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuhnya di tengah tuntutan jadwal yang ketat.

“Anda harus tahu bagaimana mengelola beban kerja karena tubuh memiliki batas dan kita semua punya masa kedaluwarsa,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kelelahan yang dirasakannya setelah menjuarai Euro 2024 bersama Spanyol. Perjalanan panjang yang selalu mencapai fase akhir turnamen ternyata meninggalkan dampak mental yang tidak ringan.

“Ketika Euro berakhir, saya mengalami tingkat kelelahan yang sangat besar setelah lima atau enam tahun selalu mencapai setiap final. Lebih dari sekadar fisik, saya tidak tahu bagaimana mengatasinya secara mental di tahun-tahun berikutnya,” kata Rodri.

Kini, Rodri fokus untuk kembali ke performa terbaiknya. Ia diproyeksikan menjadi sosok penting dalam upaya Manchester City mengejar gelar Premier League, sekaligus andalan Spanyol menuju Piala Dunia 2026 di bawah Luis de la Fuente.