Dejan Lovren Meledak! Sentil Ego Arne Slot dan Serang Carragher Gegara Mohamed Salah

Dejan Lovren Meledak! Sentil Ego Arne Slot dan Serang Carragher Gegara Mohamed Salah
Bintang Liverpool, Mohamed Salah memberikan tepuk tangan untuk suporter The Reds di Anfield. (c) dok.LFC

Bola.net - Keputusan Mohamed Salah meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026 masih menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola. Kepergian sang bintang Mesir menandai berakhirnya era panjang yang penuh kesuksesan di Anfield.

Banyak spekulasi bermunculan setelah Liverpool mengumumkan bahwa Salah akan pergi meski kontraknya masih tersisa satu tahun. Situasi tersebut memicu berbagai pertanyaan mengenai alasan di balik keputusan yang cukup mengejutkan itu.

Musim 2025/2026 memang menjadi periode yang sulit bagi Liverpool. Selain hanya mampu finis di posisi kelima Premier League, The Reds juga harus melepas dua sosok penting, yakni Andrew Robertson dan Mohamed Salah.

Kini, mantan bek Liverpool Dejan Lovren membuka pandangannya mengenai situasi tersebut. Sahabat dekat Salah itu tidak hanya menyoroti hubungan sang winger dengan Arne Slot, tetapi juga mengecam keras sejumlah pihak yang menurutnya memperlakukan Salah secara tidak adil.

Hubungan Salah dan Slot Jadi Sorotan

Hubungan Salah dan Slot Jadi Sorotan

Arne Slot mempersiapkan Mohamed Salah untuk masuk ke laga Liverpool vs Tottenham (c) AP Photo/Jon Super

Lovren meyakini bahwa hubungan antara Mohamed Salah dan Arne Slot menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kepergian pemain berusia 33 tahun tersebut. Menurutnya, hubungan keduanya tidak pernah berjalan dengan baik selama bekerja bersama di Liverpool.

Spekulasi mengenai ketegangan antara Salah dan Slot sebenarnya sudah beredar sepanjang musim lalu. Banyak pendukung Liverpool menduga bahwa situasi internal tersebut turut memengaruhi keputusan sang pemain untuk mencari tantangan baru.

Sebagai sosok yang dekat dengan Salah, Lovren mengaku melihat adanya masalah yang tidak pernah benar-benar terselesaikan. Bahkan, ia menyiratkan bahwa faktor ego mungkin memainkan peran dalam hubungan yang memburuk itu.

"Tidak ada hubungan (dengan Slot). Saya tidak tahu mengapa. Apakah itu kesombongan? Mungkin itu masalah kesombongan? Mungkin Mo terlalu besar untuk ia tangani," cetusnya, seperti dikutip dari Sportsmole.

Lovren Geram dengan Kritik terhadap Salah

Lovren Geram dengan Kritik terhadap Salah

Mohamed Salah dalam laga Liverpool vs Brentford di Liga Inggris, Minggu (24/5/2026). (c) Dok. Liverpool FC

Selain menyoroti hubungan dengan Slot, Lovren juga mengkritik keras cara sejumlah komentator dan media membahas performa Salah. Ia merasa mantan pemain AS Roma itu dijadikan sasaran kritik secara berlebihan setelah satu musim yang sulit.

Menurut Lovren, banyak pihak seolah melupakan kontribusi luar biasa yang telah diberikan Salah selama hampir satu dekade membela Liverpool. Padahal, sang winger tetap mampu mencatatkan angka yang kompetitif dibandingkan pemain top Premier League lainnya.

Musim lalu, Salah masih mampu menyumbang 12 gol dan 10 assist untuk Liverpool. Catatan tersebut bahkan lebih baik dibandingkan torehan Bukayo Saka yang mengoleksi 11 gol dan tujuh assist untuk Arsenal.

"(Cara para komentator membicarakannya) bukan hanya kasar, tetapi menjijikkan. Mengapa mereka tidak membicarakannya seperti ini selama delapan atau sembilan tahun terakhir? Katakan padaku. Satu musim, dan kemudian ia menjadi sasaran lagi. Ada begitu banyak masalah lain.”

Kritik Pedas Lovren untuk Carragher: Caper!

Dalam wawancaranya, Lovren secara khusus menyinggung nama Jamie Carragher. Mantan bek Kroasia itu menilai Carragher menjadi salah satu figur yang paling sering memberikan komentar negatif terhadap Salah.

Lovren menilai beberapa komentator sengaja melontarkan kritik tajam demi mendapatkan perhatian publik. Ia merasa Salah terlalu sering ditempatkan sebagai pusat masalah ketika Liverpool sedang mengalami penurunan performa.

Menurutnya, kondisi tim secara keseluruhan juga harus menjadi bahan pertimbangan sebelum memberikan penilaian terhadap performa individu seorang pemain. Karena itu, ia menganggap kritik yang diterima Salah tidak sepenuhnya adil.

"Beberapa komentator melakukannya hanya untuk menarik perhatian, mungkin karena mereka belum berhasil di bidang lain dalam hidup mereka, jadi sekarang mereka perlu berprestasi dengan baik. Terkadang orang-orang menempatkan Mo di sorotan, dan bagian mudahnya adalah, seperti yang saya katakan, terutama Carragher, ia mengatakan apa pun yang ia inginkan," ketus Lovren.