
Bola.net - Chelsea memetik kemenangan krusial atas Lille pada matchday 6 Grup H Liga Champions 2019/20, Rabu (11/12/2019) dini hari WIB. The Blues tampil tangguh di Stamford Bridge, menang 2-1, dan memastikan langkah ke babak 16 besar.
Pertandingan itu benar-benar penting bagi The Blues, mengingat mereka berada di tengah kesulitan akhir-akhir ini. Tim asuhan Frank Lampard itu hanya bisa memetik satu kemenangan pada lima pertandingan sebelumnya di semua kompetisi.
Untungnya, kali ini Chelsea bisa bangkit dengan penampilan impresif. Lampard selalu mengandalkan pemain muda sejak awal musim, tapi kali ini pemain-pemain senior Chelsea-lah yang memikul beban tim pada laga sulit.
Jorginho merupakan salah satu pemain terbaik Chelsea pada laga itu lewat permainan impresifnya. Dikutip dari Squawka, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Mengatur Tempo
Gelandang Italia ini tampil luar biasa, dia mengatur tempo dan nada permainan Chelsea dari lini tengah. Berkat Jorginho, The Blues bisa mendominasi penguasaan bola dan menyuguhkan permainan yang mengalir dengan lembut.
Sayangnya, beberapa laga terakhir Jorginho tidak bermain karena Frank Lampard lebih menyukai Mateo Kovacic. Posisi Kante tidak tergoyahkan, artinya Jorginho harus bersaing dengan Kovacic untuk merebut satu spot tersisa.
Dua pemain ini punya gaya bermain yang mirip, tapi sebenarnya ada satu perbedaan besar pada pertarungan Kovacic vs Jorginho ini. Lampard mungkin lebih menyukai pekerja keras, karena itu Kovacic dipilih.
Kovacic memang mumpuni, dia juga bisa memberikan umpan-umpan tepat sasaran. Namun, ada satu perbedaan besar: menuntaskan umpan dan mendominasi penguasaan bola saja tidak cukup.
Nilau Plus Jorginho
Chelsea pun membutukan umpan berkualitas yang bisa mendongkrak kekuatan di lini serang, Jorginho jelas lebih baik dari Kovacic dalam hal ini. Juga, kemampun Jorginho mengatur tempo bisa meringankan tugas para bek.
Kepa Arrizabalaga hanya bisa menorehkan 56,36% penyelamatan musim ini. Kekurangan Kepa ini justru menegaskan pentingnya peran Jorginho untuk memanipulasi tempo permainan. Hal inilah yang tidak bisa dilakukan Kovacic dengan energinya yang luar biasa.
Ada alasan kuat mengapa Chelsea tampil luar biasa ketika Jorginho diduetkan dengan Kovacic di lini tengah musim ini. Benar, mereka memang kehilangan kekuatan Kante di lini tengah, tapi setidaknya ada Kovacic yang menutup sebagian celah itu.
Jorginho-Kante-Kovacic
Jorginho mungkin tidak setangguh Kante dan Kovacic perihal merebut bola atau duel-duel fisik. Namun, soal menjaga ritme dan membangun serangan, dia tetap yang terbaik.
Lampard seharusnya melihat kondisi ini sebagai opsi. Ketika butuh menyerang dan mencetak banyak gol, duet Jorginho-Kovacic jelas lebih cocok. Lalu ketika harus bertahan, Kante-Kovacic pasti paling tangguh.
Sumber: Squawka
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 23 Juli 2026 09:16Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
-
Liga Inggris 23 Juli 2026 06:07Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 23 Juli 2026 12:01Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
BERITA LAINNYA
-
inggris 23 Juli 2026 09:16Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
-
inggris 23 Juli 2026 06:07Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:57Hotman Paris Siap Hadapi Laporan Organisasi Wartawan: Don’t Worry
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:55Polisi Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Cekcok di Bundaran HI
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:51Viral Video Duel Pedang di Lampung, Tangan Korban Nyaris Putus
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:34Eksepsi Diterima, Dokter Tifa Klaim Kantongi Bukti Baru Ijazah Jokowi
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:23Delapan Siswa SMP Tanggamus Mendadak Sakit, Menu MBG Diperiksa
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:20Mengenal École Prancis yang Jadi Model Universitas Republik Indonesia
MOST VIEWED
Jadi Rekrutan Keempat, Manchester United Tawarkan Jalur 'Fast Track' untuk Tynan Thompson
Inikah Gelandang Ketiga yang akan Dibeli Manchester United di Musim Panas 2026?
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Michael Carrick Buka Pintu untuk Marcus Rashford Kembali Perkuat Manchester United
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314621/original/003471000_1675653014-329325344_850611612668379_4651093622949196622_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305249/original/015409200_1784789746-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_13.54.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305246/original/026543500_1784789481-1001489611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305230/original/051948100_1784788477-IMG_2281.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305220/original/005708000_1784787809-1001489242.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305149/original/022929500_1784785968-a_wide_scenic_daylight_photograph_of_a_historic_s.jpg)

