
Bola.net - Striker anyar Chelsea, Samuel Eto'o mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki kebencian terhadap manajernya saat ini, Jose Mourinho.
Pemain asal Kamerun tersebut pernah memiliki hubungan yang kurang baik dengan Mourinho saat Eto'o masih membela Barcelona. Namun hubungan keduanya membaik saat Eto'o menjadi anak buah pelatih asal Portugal tersebut di Internazionale.
Ketidaksenangannya kepada Mourinho tersebut lah yang menjadi alasan bagi Eto'o yang pada tahun 2005 lalu sempat berkelakar bahwa dirinya 'lebih baik menjual kacang tanah di kampung halamannya ketimbang gabung tim payah macam Chelsea'.
"Saat itu saya bicara tentang Jose, bukan tentang Chelsea," Eto'o melakukan klarifikasi seperti dilansir The Sun.
"Sebelum bekerjasama di Inter, kami tidak kenal baik satu sama lain sehingga hubungan kami cukup buruk. Yang ingin saya katakan saat itu adalah bahwa saya tidak akan pernah mau bermain bagi klub yang ditangani oleh Jose."
Pemain berusia 32 tahun tersebut akhirnya menyadari telah salah menilai Mourinho saat keduanya berkolaborasi bersama di Inter. Eto'o menjadi sosok kunci bagi Mourinho dalam mengantarkan Nerazzurri meraih gelar treble di tahun 2010.
"Tuhan tahu yang terbaik. Ia menunjukkan bahwa saya salah, kini saya dan Jose merupakan teman baik. Sekarang ia menjadi pelatih saya lagi, sebuah kebanggaan bisa kembali bekerja sama dengannya di sebuah klub besar."
Lebih lanjut, Eto'o memuji The Happy One sebagai sosok manajer langka yang menjadi alasan utamanya untuk setuju bergabung bersama Chelsea.
"Jose memiliki ide yang jelas dan mampu menyampaikannya dengan tegas, sesuatu yang penting dalam dunia sepakbola."
"Ia adalah salah satu manajer terbaik di dunia. Saya menyadari bahwa kesempatan berharga akan saya dapatkan bersama Chelsea, kepindahan saya berlangsung sangat cepat," imbuh sang striker. [initial]
Pemain asal Kamerun tersebut pernah memiliki hubungan yang kurang baik dengan Mourinho saat Eto'o masih membela Barcelona. Namun hubungan keduanya membaik saat Eto'o menjadi anak buah pelatih asal Portugal tersebut di Internazionale.
Ketidaksenangannya kepada Mourinho tersebut lah yang menjadi alasan bagi Eto'o yang pada tahun 2005 lalu sempat berkelakar bahwa dirinya 'lebih baik menjual kacang tanah di kampung halamannya ketimbang gabung tim payah macam Chelsea'.
"Saat itu saya bicara tentang Jose, bukan tentang Chelsea," Eto'o melakukan klarifikasi seperti dilansir The Sun.
"Sebelum bekerjasama di Inter, kami tidak kenal baik satu sama lain sehingga hubungan kami cukup buruk. Yang ingin saya katakan saat itu adalah bahwa saya tidak akan pernah mau bermain bagi klub yang ditangani oleh Jose."
Pemain berusia 32 tahun tersebut akhirnya menyadari telah salah menilai Mourinho saat keduanya berkolaborasi bersama di Inter. Eto'o menjadi sosok kunci bagi Mourinho dalam mengantarkan Nerazzurri meraih gelar treble di tahun 2010.
"Tuhan tahu yang terbaik. Ia menunjukkan bahwa saya salah, kini saya dan Jose merupakan teman baik. Sekarang ia menjadi pelatih saya lagi, sebuah kebanggaan bisa kembali bekerja sama dengannya di sebuah klub besar."
Lebih lanjut, Eto'o memuji The Happy One sebagai sosok manajer langka yang menjadi alasan utamanya untuk setuju bergabung bersama Chelsea.
"Jose memiliki ide yang jelas dan mampu menyampaikannya dengan tegas, sesuatu yang penting dalam dunia sepakbola."
"Ia adalah salah satu manajer terbaik di dunia. Saya menyadari bahwa kesempatan berharga akan saya dapatkan bersama Chelsea, kepindahan saya berlangsung sangat cepat," imbuh sang striker. [initial]
(sun/mri)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 5 Juni 2026 20:28RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 5 Juni 2026 20:28RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...













:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)

