FA Tegur Pemilik Man United Sir Jim Ratcliffe Usai Pernyataan Kontroversial soal Imigrasi

FA Tegur Pemilik Man United Sir Jim Ratcliffe Usai Pernyataan Kontroversial soal Imigrasi
Pemilik saham Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Federasi Sepak Bola Inggris (FA) akhirnya mengambil sikap atas pernyataan kontroversial yang dilontarkan salah satu pemilik Manchester United, Sir Jim Ratcliffe.

Namun, alih-alih menjatuhkan sanksi berat, FA hanya memberikan pengingat resmi terkait tanggung jawabnya sebagai figur penting di sepak bola Inggris.

Ratcliffe sebelumnya menuai kritik tajam setelah menyebut Inggris telah “dijajah” oleh imigran dalam sebuah wawancara. Ucapan tersebut memicu gelombang reaksi, baik dari kalangan politik, publik, maupun suporter Setan Merah.

FA Ingatkan Tanggung Jawab, Tanpa Sanksi Berat

Sebagai pemilik bersama klub raksasa Liga Inggris, Ratcliffe dianggap memiliki posisi strategis yang membawa konsekuensi moral dan sosial.

FA disebut telah mengingatkan pengusaha yang juga bos INEOS itu agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

Meski demikian, tidak ada hukuman signifikan yang dijatuhkan. Keputusan ini dinilai cukup mengejutkan mengingat besarnya sorotan terhadap komentar Ratcliffe.

Pernyataan yang Picu Polemik

Dalam wawancara tersebut, Ratcliffe menyatakan bahwa Inggris menghadapi tekanan ekonomi akibat tingginya angka imigrasi. Ia menyebut populasi Inggris melonjak dari 58 juta pada 2020 menjadi 70 juta saat ini, dan menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk “kolonisasi”.

Namun, data resmi dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan angka berbeda. Berdasarkan estimasi ONS, populasi Inggris berada di kisaran 67 juta pada pertengahan 2020 dan meningkat menjadi sekitar 70 juta pada pertengahan 2024. Artinya, klaim kenaikan 12 juta jiwa dalam periode tersebut tidak akurat.

Kesalahan data ini semakin memperbesar kritik terhadap Ratcliffe, yang selama ini dikenal vokal membahas isu budaya dan politik.

Tekanan dari Politisi dan Suporter

Pernyataan Ratcliffe segera mendapat tanggapan keras dari berbagai tokoh publik. Perdana Menteri Inggris mendesaknya untuk meminta maaf secara terbuka. Sejumlah kelompok suporter Manchester United juga menyuarakan kekecewaan, bahkan menyoroti fakta bahwa skuad Setan Merah dihuni banyak pemain asing.

Beberapa politisi seperti Andy Burnham dan Ed Davey ikut mengecam komentar tersebut. Namun di sisi lain, tokoh seperti Nigel Farage dan mantan Perdana Menteri Liz Truss justru menyatakan dukungan terhadap pandangan Ratcliffe.

Melihat situasi yang semakin memanas, Ratcliffe akhirnya menyampaikan klarifikasi. Ia mengaku menyesal atas pilihan kata yang digunakan dan meminta maaf jika ucapannya telah menyinggung sebagian masyarakat di Inggris maupun Eropa.

Sikap Internal Klub

Di tengah polemik yang bergulir, manajer Manchester United, Michael Carrick, turut mendapat pertanyaan dari media. Namun, Carrick memilih untuk tidak terlibat lebih jauh dalam kontroversi tersebut.

“Sir Jim sudah membuat pernyataan, dan klub juga telah mengeluarkan pernyataan resmi. Bagi saya, tidak tepat untuk menambahkan apa pun,” ujar Carrick.

Ia menegaskan bahwa Manchester United selama ini menjunjung tinggi nilai kesetaraan, keberagaman, dan rasa saling menghormati. Menurutnya, budaya inklusif telah menjadi bagian penting dari identitas klub yang memiliki basis penggemar global.

Sumber: Mirror