Gol Harry Kane dan Insiden Thomas Partey: Bukti Buruknya Kepemimpinan di Arsenal

Asad Arifin | 7 Desember 2020 07:41
Gol Harry Kane dan Insiden Thomas Partey: Bukti Buruknya Kepemimpinan di Arsenal
Skuad Arsenal merayakan gol Granit Xhaka ke gawang Norwich City. (c) AP Photo

Bola.net - Arsenal mendapat catatan khusus dari Graeme Souness. Eks bintang Premier League menilai kepemimpinan Granit Xhaka di Arsenal nampak buruk ketika mereka kalah dari Tottenham.

Arsenal berjumpa Tottenham di pekan ke-11 Premier League, Minggu (6/12/2020) malam WIB. Pada duel bertajuk Derbi London Utara itu, The Gunners harus menyerah dengan skor 2-0 dari tuan rumah.

Dua gol yang bersarang di gawang Arsenal dicetak Son Heung-min dan Harry Kane. Hasul ini membuat Arsenal gagal menang pada empat laga terakhirnya di Premier League.

Gol kedua Tottenham yang dicetak Harry Kane mendapat banyak sorotan. Sebab, pada prosesnya, Thomas Partey nampak menepi karena cedera. Padahal, Tottenham sedang melakukan serangan balik di areanya.

1 dari 2 halaman

Granit Xhaka Sebagai Kapten

Thomas Partey harus bisa mencegah serangan balik Tottenham. Akan tetapi, pemain 27 tahun itu tidak berada di posisinya. Mikel Arteta coba mendorongnya masuk lapangan, tetapi dia sudah terlambat sangat jauh.

Graeme Souness pun mengecam sikap Granit Xhaka sebagai kapten. Xhaka harusnya bisa menghentikan aksi Partey yang tiba-tiba menepi karena cedera, padahal situasi di lapangan sedang genting. Sedangkan, Xhaka tidak berada di posisinya.

"Pemain besar, seorang pemimpin, tidak akan membiarkan itu terjadi di lapangan sepak bola," kata Graeme Souness kepada Sky Sports.

"Sebagai gelandang tengah, sebagai gelandang bertahan. Saya tidak tahu apa itu Xhaka, ini sudah sekitar enam atau tujuh tahun dan saya tidak begitu yakin siapa dia. Alarm berbunyi," katanya.

"Mereka memberi ruang pada Giovani Lo Celso, sambil jalan, 2-0, game over," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Komentar Gary Neville

Mantan bek kanan timnas Inggris, Gary Neville juga heran dengan cara Arsenal bertahan saat Thomas Partey cedera. Mereka seperti tidak menyadari ada pemain yang menepi. Tidak ada cover yang dilakukan pemain lainnya.

"Ini seperti sebuah kegilaan. Hal terakhir yang Anda butuhkan jika Anda Arsenal adalah menghentikan pertandingan," kata Neville.

"Son Heung-min tidak ke mana-mana, dia tidak bisa membalas serangan dari sana dan itu hanya menghentikan permainan selama 30 atau 40 detik," sambung mantan kapten Manchester United tersebut.

Sumber: Sky Sports via Goal International

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR