Inilah Alasan Manchester United Pilih Michael Carrick dan Bukan Ole Gunnar Solskjaer atau Ruud van Nistelrooy

Inilah Alasan Manchester United Pilih Michael Carrick dan Bukan Ole Gunnar Solskjaer atau Ruud van Nistelrooy
Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (c) Manchester United FC Official

Bola.net - Manchester United akhirnya menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala hingga akhir musim, mengungguli dua kandidat lain yang juga pernah menjadi caretaker Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer dan Ruud van Nistelrooy. Keputusan ini diambil manajemen demi menjaga stabilitas tim di tengah ambisi besar lolos ke Liga Champions.

Manajemen United memang memprioritaskan sosok internal yang sudah memahami kultur klub dan karakter skuad. Carrick, Solskjaer, serta Van Nistelrooy sempat dihubungi sebagai opsi untuk meminimalkan masa adaptasi pemain setelah pemecatan Ruben Amorim.

Direktur sepak bola United, Jason Wilcox, sebelumnya menyusun daftar pendek pelatih caretaker dari luar klub. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi agar United memiliki waktu yang cukup untuk menentukan pelatih permanen berikutnya. Namun, setelah melalui evaluasi, Carrick muncul sebagai pilihan utama.

Menariknya, United memberi Carrick titel “head coach” dan menghindari penggunaan istilah “interim”. Keputusan ini tak lepas dari pengalaman klub saat menunjuk Ralf Rangnick sebagai manajer interim pada musim 2021/2022, yang dinilai kurang efektif dari sisi kepemimpinan dan persepsi internal.

Sumber internal klub menegaskan bahwa pemecatan Amorim dipicu oleh kombinasi “hasil dan perilaku”, terutama setelah luapan emosinya usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Situasi tersebut membuat manajemen merasa perlu bertindak cepat.

1 dari 4 halaman

Alasan Manchester United Pilih Carrick

Alasan Manchester United Pilih Carrick

Legenda Manchester United, Michael Carrick (c) MUFC Official

Carrick disebut sebagai pilihan bulat karena kemampuan kolaboratifnya dan pemahaman mendalam terhadap skuad. Sejumlah petinggi klub juga terkesan dengan pengetahuannya soal karakter pemain, hasil dari keterlibatannya yang panjang di lingkungan United.

Untuk mendampingi Carrick, United sepakat mendatangkan Steve Holland ke jajaran staf pelatih. Meski tak memiliki hubungan kerja sebelumnya dengan Carrick, pengalaman Holland dianggap sangat berharga. Ia pernah bekerja sembilan tahun bersama staf tim utama Chelsea dan delapan tahun mendampingi Gareth Southgate di tim nasional Inggris.

Selain itu, Jonathan Woodgate, yang sebelumnya menjadi asisten Carrick di Middlesbrough, juga memiliki hubungan dekat dengan sang pelatih baru. Kehadiran Woodgate menambah daftar mantan pemain Leeds United yang kini berlabuh di rival bebuyutan mereka, Manchester United.

2 dari 4 halaman

Kebanggaan Carrick

Kebanggaan Carrick

Michael Carrick saat masih menjadi manajer Middlesbrough (c) Middlesbrough Official

Dalam pernyataan resminya, Carrick mengaku bangga mendapatkan kepercayaan tersebut.

“Mendapat tanggung jawab memimpin Manchester United adalah sebuah kehormatan. Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk sukses di sini,” ujarnya.

Ia menegaskan fokus utamanya adalah membantu para pemain mencapai standar tinggi yang dituntut klub.

“Saya percaya penuh pada kualitas, dedikasi, dan kemampuan para pemain. Masih banyak yang bisa diperjuangkan musim ini, dan kami siap menyatukan semua elemen untuk memberikan penampilan terbaik bagi para pendukung,” tambah Carrick.

3 dari 4 halaman

Dukungan untuk Carrick

Dukungan untuk Carrick

Michael Carrick saat masih menjadi manajer Middlesbrough (c) Middlesbrough Official

Jason Wilcox pun memberikan dukungan penuh. “Michael adalah pelatih yang sangat baik dan memahami dengan tepat apa arti kemenangan di Manchester United. Ia siap memimpin grup pemain berbakat ini hingga akhir musim,” kata Wilcox.

Nama Carrick sejatinya bukan sosok asing dalam ruang ganti United. Saat Solskjaer masih menjadi manajer, Carrick disebut menjalankan sebagian besar tugas kepelatihan bersama Kieran McKenna, yang kini menukangi Ipswich Town. Gaya manajerial Solskjaer yang dinilai kurang ‘coach-oriented’ sempat menjadi catatan internal klub.

Carrick akhirnya muncul sebagai kandidat favorit setelah melakukan pembicaraan langsung dengan pihak klub pada Kamis lalu. Kini, mantan gelandang andalan United itu mengemban misi berat: menjaga stabilitas tim sekaligus mengantar Setan Merah kembali ke panggung elite Eropa.

Sumber: The Sun