Jadwal Neraka Manchester City Picu Frustrasi, Main 3 Laga dalam 7 Hari

Jadwal Neraka Manchester City Picu Frustrasi, Main 3 Laga dalam 7 Hari
Pemain Manchester City, Matheus Nunes, memeluk Nico Gonzalez yang mencetak gol dalam laga semifinal FA Cup kontra Southampton, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Manchester City memasuki fase krusial dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Setiap pertandingan memiliki dampak besar terhadap peluang mereka mengejar posisi puncak klasemen.

Biar begitu, di saat momentum sedang dibutuhkan, tim asuhan Pep Guardiola justru dihadapkan pada jadwal pertandingan yang sangat padat. Situasi ini memicu ketidakpuasan dari pihak klub.

Perubahan jadwal yang diumumkan Premier League menjadi sorotan utama. City merasa dirugikan oleh keputusan yang dinilai datang terlambat dan tidak mempertimbangkan kondisi tim secara menyeluruh.

Jadwal Padat Jadi Sumber Frustrasi City

Jadwal Padat Jadi Sumber Frustrasi City

Selebrasi penyerang Manchester City, Erling Haaland usai mencetak gol ke gawang Burnley dan memastikan kemenangan City. (c) AP Photo/Dave Thompson

Premier League menetapkan ulang dua laga Manchester City melawan Bournemouth dan Crystal Palace. Penjadwalan ini membuat City harus memainkan tiga pertandingan dalam kurun tujuh hari.

City dijadwalkan menghadapi Crystal Palace pada 13 Mei dan Bournemouth pada 19 Mei. Kedua laga itu mengapit final Piala FA melawan Chelsea pada 16 Mei.

Kondisi ini terjadi setelah City melaju ke final dua kompetisi domestik. Hal tersebut memaksa penyesuaian jadwal, namun hasil akhirnya dianggap tidak ideal oleh pihak klub.

Proses Negosiasi Panjang dan Opsi yang Ditolak

Proses Negosiasi Panjang dan Opsi yang Ditolak

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola di laga melawan Real Madrid pada duel 16 besar Liga Champions, 18 Maret 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Manchester City mengaku telah mengajukan beberapa alternatif jadwal. Salah satunya adalah memainkan laga melawan Bournemouth lebih awal pada 12 Mei dan menghadapi Palace di pekan berikutnya.

Kendati demikian, usulan tersebut ditolak oleh Premier League. City menilai liga memiliki cukup waktu untuk mengatur ulang jadwal sejak awal, tetapi tidak mau melakukannya.

Situasi semakin rumit karena berbagai faktor eksternal. Crystal Palace memiliki agenda kompetisi Eropa, sementara UEFA juga menghindari benturan jadwal dengan final Liga Europa pada 20 Mei.

Pada akhirnya, City harus menjalani jadwal yang padat, termasuk perjalanan ke London untuk final Piala FA dan kembali melakukan perjalanan tandang dalam waktu singkat.