Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman

Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Pemain Chelsea, Pedro Neto (kiri), bereaksi setelah mencetak gol dalam pertandingan putaran keempat Piala FA Inggris antara Hull City melawan Chelsea, Sabtu (14/2/2026) (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Akhir pekan lalu menjadi momen yang sangat mahal bagi Chelsea dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. Dua poin kembali terbuang dari posisi unggul, sementara para pesaing langsung justru melaju dengan kemenangan krusial di menit-menit akhir.

Dalam rentang 48 jam, peta persaingan papan atas Premier League berubah signifikan. Liverpool dan Manchester United sama-sama mengamankan tiga poin penting, membuat margin kesalahan Chelsea kian menipis di fase paling menentukan musim ini.

Dengan 11 pertandingan tersisa, klasemen kini tak lagi sekadar berbicara peluang, tetapi juga tekanan. Statistik, jadwal, dan kecenderungan performa mulai mengarah pada satu kesimpulan yang tidak nyaman bagi publik Stamford Bridge.

Pekan Buruk yang Menggerus Posisi Chelsea

Pekan Buruk yang Menggerus Posisi Chelsea

Para pemain Chelsea bereaksi setelah pemain Arsenal, Kai Havertz, mencetak gol dalam pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Chelsea membuka rangkaian akhir musim dengan hasil yang jauh dari ideal. Bermain di kandang sendiri melawan Burnley, tim asuhan Liam Rosenior kembali gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas berbagi angka, meski lawan berada di zona degradasi.

Hasil tersebut langsung terasa dampaknya karena terjadi hampir bersamaan dengan kebangkitan para rival. Liverpool mencetak gol kemenangan di menit ke-97 melawan Nottingham Forest, sementara Manchester United memastikan kemenangan atas Everton lewat gol telat dari Benjamin Sesko.

Situasi ini membuat Chelsea tertinggal dalam momentum, bukan hanya di papan klasemen, tetapi juga dalam perang psikologis menuju akhir musim. Ketika kompetitor memenangi laga-laga tipis, Chelsea justru terus mengulang kesalahan yang sama.

Proyeksi Opta dan Ancaman Posisi Keenam

Proyeksi Opta dan Ancaman Posisi Keenam

Selebrasi Enzo Fernandez (tengah) bersama pemain Chelsea usai mencetak gol kemenangan melawan West Ham, 1 Februari 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Dengan 11 pertandingan tersisa di musim 2025/2026, model proyeksi Opta memberikan gambaran yang semakin mengkhawatirkan bagi Chelsea. Peluang finis di posisi keempat hanya berada di angka 15 persen, sementara kemungkinan berakhir di peringkat keenam mencapai 32 persen.

Angka tersebut mencerminkan satu teori yang kini semakin menguat, hanya satu dari Chelsea, Manchester United, atau Liverpool yang berpotensi terlempar dari zona Liga Champions. Dengan posisi kelima hampir pasti cukup untuk lolos, persaingan praktis mengerucut pada siapa yang terpeleset paling akhir.

Bagi Chelsea, risiko itu terlihat lebih besar karena margin kesalahan yang semakin tipis. Setiap hasil imbang dari posisi unggul kini terasa seperti kekalahan, mengingat kecepatan para pesaing mengoleksi poin.

Laju Pertandingan Tersulit di Premier League

Laju Pertandingan Tersulit di Premier League

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (c) AP Photo/Ian Walton

Faktor terbesar yang membebani peluang Chelsea adalah sisa jadwal yang sangat berat. Dari 11 laga terakhir, mereka harus menghadapi lima klub lain di enam besar Premier League, termasuk duel langsung melawan Manchester United dan Liverpool.

Rata-rata posisi klasemen lawan Chelsea di sisa musim adalah 8,6, tertinggi di antara seluruh tim Premier League. Ini menjadikan Chelsea sebagai klub dengan run-in tersulit, bahkan sebelum memperhitungkan komitmen mereka di Liga Champions dan Piala FA.

Tekanan tersebut membuat setiap rotasi, kesalahan kecil, atau penurunan fokus berpotensi dihukum dengan cepat. Tidak ada lagi ruang untuk eksperimen atau inkonsistensi di fase krusial ini.

Chelsea dan Pertaruhan Nasib di Liga

Sisa musim ini bukan hanya soal nasib Chelsea sendiri. Laga melawan Arsenal dan Manchester City bisa menjadikan mereka penentu perburuan gelar, sementara duel kontra Manchester United dan Liverpool secara langsung menentukan tiket Liga Champions.

Bahkan, pertemuan dengan Tottenham di pertengahan Mei berpotensi membawa implikasi historis bagi rival sekota mereka. Semua ini membuat Chelsea berada di pusat pusaran cerita akhir musim Premier League.