
Bola.net - Diogo Jota terlibat insiden yang berpotensi mendapat kartu merah saat Liverpool menjamu Aston Villa pada pekan ke-34 Premier League. Namun, dia menerima kartu kuning dan itu memungkinkannya untuk bikin gol kemenangan Liverpool.
Liverpool berjumpa Aston Villa di Anfield pada Minggu (30/4/2023) malam WIB. Tim arahan Jurgen Klopp tersebut menang dengan skor 4-3. Gol kemenangan Liverpool dibikin Jota pada menit 90+4.
Sebelumnya, laga berjalan sangat menarik. Liverpool unggul 3-0 pada menit ke-15. Sementara, Tottenham berjuang sangat gigih. Richarlison mencetak gol pada menit 90+2. Gol tersebut membuat kedudukan menjadi 3-3.
Jota kemudian memberikan tiga poin yang amat krusial bagi Liverpool dalam peta persaingan zona Eropa. Gol yang mungkin tak pernah ada jika Jota menerima kartu merah pada menit ke-81.
Harusnya Jota Kartu Merah?
Oliver Skipp, gelandang Tottenham, coba meraih bola yang gagal dikuasai Darwin Nunez. Bola memantul dan Skipp melakukan sundulan untuk bisa menyentuh bola. Skipp tak melihat gerakan Jota.
Jota menaikkan kakinya hingga sejajar dengan kepala Skipp. Kondisi kaki Jota terbuka dan itu bisa berdampak fatal bagi Skipp.
Para pemain Tottenham protes pada wasit dan berharap kartu merah untuk Jota. Di pinggir lapangan, manajer Ryan Mason juga berteriak dan melakukan protes keras. Mason protes pada wasit keempat yang ada di dekatnya.
Paul Tierney, wasit yang memimpin laga Liverpool vs Tottenham, memberikan kartu kuning untuk Jota.
Bahaya, Harusnya Merah!
Ryan Mason kecewa berat dengan keputusan Paul Tierney. Manajer interim Tottenham itu meyakini Diogo Jota pantas mendapat kartu merah. Mason sangat yakin. Sebab, adegan tersebut terjadi dengan sangat jelas.
🟥 If that Jota challenge isn’t a red card I don’t know what is
— Rory Talks Football (@Rory_Talks_Ball) April 30, 2023
Granit Xhaka… pic.twitter.com/FVG19Xs29P
"Ketika Anda bicara hal yang membahayakan lawan, untuk mencari darah dengan stud saat kepala setinggi 5,5 kaki di udara, itu membingungkan," kata Mason.
"Keputusan seperti itu adalah perbedaan antara memenangkan laga atau tidak. Bagi saya, itu sukar dipercaya dan saya ingin mendapat penjelasan. Saya melihatnya langsung. VAR juga punya tayangan ulang," tegas Mason.
Apa Kata Diogo Jota?
Diogo Jota sendiri mengakui bahwa aksi yang dilakukan bukan tekel yang bagus. Pemain asal Portugal itu mengangkat kaki terlalu tinggi. Namun, Jota juga mengaku bahwa tidak ada intensi yang buruk dari upaya yang dilakukan.
"Itu bukan tekel yang bagus. Saya juga menyentuh bola. Saya juga berpikir dia menundukkan kepalanya. Itu keberanian darinya. Sayangnya, kaki berada di wajahnya. Saya merasa wasit bisa melihat saya tidak bersungguh-sungguh dan itu sepak bola saja," kata Jota.
Sumber: BBC Sport
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Cekcok Casemiro dan Bruno Fernandes, Mentalitas Elit!
- Mengapa Erik ten Hag Mainkan Bruno Fernandes Sebagai Winger Kanan?
- Selebrasi 'Gila' Jurgen Klopp: Tepat di Muka Wasit, Langsung Kena Karma Cedera!
- 10 Meme Kocak Virgil van Dijk Terhuyung-huyung Digocek Ivan Perisic
- Diam-diam Brilian, Victor Lindelof Dua Kali jadi Pahlawan Manchester United
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 31 Januari 2026 03:01 -
Liga Spanyol 30 Januari 2026 19:39Negosiasi Transfer Marcus Rashford: Barcelona Ajukan Opsi Lain ke MU
-
Liga Inggris 30 Januari 2026 17:17Arsenal Terlalu Main Aman? Gelar Premier League Bisa Menjauh!
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 31 Januari 2026 03:01 -
Liga Spanyol 31 Januari 2026 00:59 -
Voli 30 Januari 2026 22:47 -
Voli 30 Januari 2026 22:40 -
Otomotif 30 Januari 2026 21:16 -
Tim Nasional 30 Januari 2026 20:35
MOST VIEWED
- Michael Carrick Kembalikan Identitas Man United, Hidupkan Aturan Warisan Sir Alex Ferguson yang Sempat Ditinggalkan Ruben Amorim
- Pelatih 'Arogan' Didikan Carlo Ancelotti Jadi Kunci Kebangkitan Man United Era Michael Carrick
- Man United Gacor, Senne Lammens: Michael Carrick Tak Lakukan Sesuatu yang Istimewa Kok
- Dilemma MU Soal Harry Maguire: Carrick Ingin Dia Bertahan, Tapi Wilcox Tidak!
HIGHLIGHT
- 9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan...
- 5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454810/original/007778500_1766572803-jokowi__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486892/original/056275200_1769635928-gianluca-prestianni-benfica-berebut-bola-jude-bellingham-real-madrid-liga-champions.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484027/original/066562000_1769411301-image.png)

