FOLLOW US:


Kata Mantan Pelatih: Kai Havertz Harus Lebih Baik, Heran MU Rekrut Van de Beek

09-01-2021 04:00

 | Richard Andreas

Kata Mantan Pelatih: Kai Havertz Harus Lebih Baik, Heran MU Rekrut Van de Beek
Donny van de Beek © AP Photo

Bola.net - Kiprah debut Donny van de Beek dan Kai Havertz di Premier League musim ini pun diperhatikan sang mantan pelatih, Peter Bosz. Bagi Bosz, kedua pemain ini sama-sama kesulitan karena alasan yang berbeda.

Bosz pernah melihat langsung potensi Van de Beek saat masih menukangi Ajax Amsterdam, dan dia pun ikut mengembangkan bakat Havertz beberapa tahun terakhir di Bayer Leverkusen.

Dua pemain ini bergabung dengan dua klub top, Van de Beek ke Manchester United, dan Kai Havertz mendarat di Chelsea. Sayangnya, sejauh ini mereka sama-sama belum menunjukkan potensi terbaiknya.

Havertz tampak tidak cocok dan jelas kesulitan di Chelsea. Van de Beek jauh lebih buruk, tidak punya ruang dalam tim MU.

Lalu apa kata Bosz soal perjuangan dua mantan anak asuhnya itu? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 2

Meragukan Van de Beek

Pertama Bosz bicara soal Van de Beek yang menurutnya lebih buruk. Dia tidak tahu alasan MU mendatangkan pemain seperti Van de Beek, padahal jelas-jelas sudah ada pemain yang lebih baik di posisi yang sama. Bahkan saat ini lini tengah MU sangat padat, terlalu banyak pemain bertipe serupa.

"Beberapa pemain butuh waktu lebih lama dari yang lain, di semua liga seperti itu. Namun, benar saya bertanya-tanya mengapa Manchester United mendatangkan Donny," kata Bosz kepada The Athletic.

"Mereka sudah punya pemain terbaik di liga di posisi itu: Bruno Fernandes. Tidak ada ruang di lini tengah mereka untuk gelandang nomor 10 lainnya."

"Donny memang bisa bermain sebagai si nomor 6, tapi harus dalam formasi yang padat. Jika formasinya melebar, dia bakal kesulitan," imbuhnya.

2 dari 2

Kai Havertz lebih baik, tapi ...

Lalu soal Havertz, Bosz menilainya sedikit lebih baik dari Van de Beek, meski jelas perlu berkembang. Havertz pun harus menemukan peran terbaiknya dalam taktik Lampard, yang sampai sekarang masih terus digodok.

"Lalu soal Kai, saya bisa memahami mengapa Chelsea mendatangkan dia, tapi saya tidak yakin dia pemain yang tepat untuk gagasan Frank Lampard," sambung Bosz.

"Meski begitu, sangat bagus bahwa Lampard melindungi Kai dari media. Pada akhirnya dia harus membuktikan diri, harus mencetak gol dan menciptakan peluang gol."

"Untuk transfer senilai 100 juta euro dia harus bermain, dan sekarang dia tidak bermain," pungkasnya.

Sumber: The Athletic