Kata Pochettino, Kejatuhan Tottenham Sungguh 'Menyedihkan'

Kata Pochettino, Kejatuhan Tottenham Sungguh 'Menyedihkan'
Bek Tottenham, Cristian Romero usai menerima kartu merah di laga melawan Manchester United, 7 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Tottenham kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasi, melainkan penurunan performa yang tajam dalam beberapa musim terakhir. Klub yang sempat bersaing di papan atas kini justru berjuang menghindari degradasi.

Perubahan di kursi pelatih menjadi salah satu indikator ketidakstabilan tersebut. Sejak ditinggal Mauricio Pochettino, Tottenham telah mengalami pergantian manajer yang cukup sering.

Di tengah situasi itu, Pochettino angkat bicara. Mantan pelatih Spurs tersebut mengaku memiliki ikatan emosional kuat dan menyayangkan kondisi yang kini dialami klub lamanya.

Pochettino: Situasi Tottenham Sangat Menyedihkan

Pochettino: Situasi Tottenham Sangat Menyedihkan

Pelatih Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Mauricio Pochettino. (c) AP Photo/Mike Stewart

Pochettino menilai kondisi Tottenham saat ini sebagai sesuatu yang menyedihkan. Ia mengaku masih memiliki rasa cinta yang besar terhadap klub yang pernah ia tangani selama enam musim.

“Ini sangat menyedihkan. Saya sangat mencintai Tottenham, itu akan selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya, sebagai pelatih dan juga sebagai pribadi," ungkap Pochettino.

Ia juga menyoroti dampak situasi ini terhadap orang-orang di dalam klub dan para pendukung. Menurutnya, penderitaan tidak hanya dirasakan di lapangan, tetapi juga oleh seluruh komunitas Tottenham.

“Sangat menyedihkan karena saya tahu orang-orang di sana menderita, di dalam klub dan juga para fans.”

Pernyataan tersebut menggambarkan kedekatan emosional yang masih dimiliki Pochettino terhadap Spurs, meski ia kini melanjutkan karier di tempat lain.

Kebanggaan atas Masa Lalu dan Harapan ke Depan

Pochettino juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian selama melatih Tottenham. Ia menilai timnya saat itu tetap kompetitif meski menghadapi berbagai keterbatasan.

“Ketika saya di sana, saya mencoba menjelaskan visi saya. Kami berada dalam situasi yang luar biasa karena kami sedang merenovasi tempat latihan, stadion, kami pindah ke Wembley untuk bermain," lanjut Pochettino.

Ia menekankan bahwa timnya mampu bersaing tanpa dukungan transfer besar, bahkan mencatat periode panjang tanpa pembelian pemain baru.

“Kami menang setiap musim karena dengan semua situasi yang kami hadapi. Kami menjalani 18 bulan tanpa satu pun perekrutan. Itu adalah rekor di Premier League.”

Saat ini, Pochettino memimpin Timnas Amerika Serikat dan bersiap menghadapi Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali melatih di Premier League di masa depan.