Kenapa Nick Pope Tak Dikartu Merah Usai Menjatuhkan Viktor Gyokeres?

Kenapa Nick Pope Tak Dikartu Merah Usai Menjatuhkan Viktor Gyokeres?
Kiper Newcastle Nick Pope (kiri) melakukan penyelamatan di depan pemain Arsenal Viktor Gyokeres pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Newcastle, 25 April 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Keputusan kontroversial terjadi saat Arsenal menang 1-0 atas Newcastle di Emirates Stadium. Insiden yang melibatkan Nick Pope memicu perdebatan panas di akhir laga.

Arsenal merasa dirugikan setelah Pope hanya menerima kartu kuning usai menjatuhkan Viktor Gyokeres. Keputusan itu tetap bertahan meski telah ditinjau oleh VAR.

Pihak Premier League kemudian merilis penjelasan resmi terkait insiden tersebut. Mereka menilai tidak ada pelanggaran yang memenuhi kriteria peluang emas yang digagalkan.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi keras terhadap keputusan tersebut. Ia menganggap insiden itu seharusnya berujung kartu merah bagi Pope.

Kronologi Insiden di Emirates

Momen krusial terjadi di paruh kedua ketika Pope keluar dari sarangnya untuk mengantisipasi bola. Namun, ia salah membaca arah bola dan justru menjatuhkan Gyokeres.

Wasit Samuel Barrott langsung memberikan kartu kuning di lapangan. VAR kemudian meninjau ulang, tetapi tidak mengubah keputusan tersebut.

Keputusan ini memicu reaksi dari para pemain Arsenal di lapangan. Mereka merasa peluang emas timnya dihentikan secara ilegal oleh kiper lawan.

Penjelasan Resmi Premier League

Melalui Match Centre, Premier League memberikan alasan mengapa kartu merah tidak diberikan. Mereka menyatakan bahwa situasi tersebut tidak memenuhi unsur DOGSO (deny an obvious goal scoring opportunity).

Dalam pernyataannya, dikatakan bahwa ada bek Newcastle yang masih berpeluang mengamankan bola. Pemain yang dimaksud adalah Malick Thiaw, yang berada cukup dekat dengan kejadian.

Pernyataan itu berbunyi, “Keputusan wasit memberikan kartu kuning kepada Pope telah diperiksa dan dikonfirmasi VAR karena dinilai tidak menggagalkan peluang emas akibat kedekatan bek Newcastle yang masih bisa menguasai bola.”

Penjelasan ini tidak sepenuhnya meredakan kontroversi yang muncul. Banyak pihak tetap mempertanyakan interpretasi aturan dalam situasi tersebut.

Reaksi Keras Mikel Arteta

Arteta secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan tersebut. Ia menilai pelanggaran Pope jelas layak mendapatkan kartu merah.

“Saya harus mengatakan, menurut saya, itu kartu merah yang jelas,” kata Arteta. “Saya sudah melihatnya sepuluh kali, dan jika Anda pernah bermain sepak bola, itu kartu merah.”

Ia juga menyinggung kejadian lain saat Arsenal menghadapi Manchester City. Dalam laga itu, ia merasa keputusan serupa kembali merugikan timnya.

Arteta merujuk pada insiden antara Kai Havertz dan Abdukodir Khusanov yang juga tidak menghasilkan kartu merah. Menurutnya, keputusan-keputusan ini berdampak besar pada persaingan gelar.

“Saya tidak mencari alasan, tetapi ini terjadi di momen penting ketika segalanya dipertaruhkan,” ujar Arteta. Ia berharap ke depan akan ada konsistensi dalam pengambilan keputusan wasit.

Kontroversi ini kembali menyoroti peran VAR dalam pertandingan Arsenal musim ini. Perdebatan soal interpretasi aturan kemungkinan masih akan berlanjut di pekan-pekan berikutnya.

Sumber: London Evening Standard