
Bola.net - - Henrikh Mkhitaryan menggambarkan filosofi permainan Manchester United yang defensif musim ini, menurut legenda , Martin Keown.
Tim asuhan Jose Mourinho akan menutup musim ini sebagai tim dengan jumlah kemenangan paling sedikit dalam sejarah mereka di Premier League. Mereka juga dipastikan tak bisa finish di empat besar, jelang laga pekan terakhir melawan Crystal Palace.
Namun Mourinho sering membuat alasan, mengatakan bahwa jadwal pertandingan United begitu padat hingga mengganggu fisik pemainnya.
Keown lantas menyoroti permainan sosok kreatif Mkhitaryan, yang bahkan sempat dipaksa menajdi wing-back ketika tim kalah 0-2 dari Arsenal. Mantan pemain Inggris lantas percaya bahwa bintang Armenia bakal lebih nyaman jika ia bermain di Chelsea.
Henrikh Mkhitaryan
"Bukan soal United kekurangan pemain. United memiliki pemain yang mampu membuat lawan ketakutan, namun mereka tak menggunakannya dengan benar," tutur Keown di Daily Mail.
"Mkhitaryan, pemain dengan assist terbanyak di Bundesliga musim lalu, harus berlari hingga ke belakang untuk bertahan ketika tim bermain melawan Arsenal."
"Jika Mkhitaryan di Chelsea, dia akan bermain di posisi Eden Hazard atau Pedro, bukan sebagai bek sayap. United memberikan gambaran sebagai tim yang pemalu dan takkan menyerang anda."
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 5 Juni 2026 20:28RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 5 Juni 2026 20:28RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7858391/original/037437500_1780682716-def4b704-7d56-4bfc-b6ae-001232c7bb58.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)

