Kesalnya Pelatih Brighton Usai Dikalahkan Arsenal: Gak Niat Main Bola, Cuma Buang Waktu!

Kesalnya Pelatih Brighton Usai Dikalahkan Arsenal: Gak Niat Main Bola, Cuma Buang Waktu!
Cristhian Mosquera dan Georginio Rutter berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Pertandingan antara Brighton dan Arsenal (0-1) di Amex Stadium pada Rabu malam berakhir dengan tegangan tinggi. Arsenal pulang dengan kemenangan tipis, tetapi suasana memanas setelah peluit akhir dibunyikan.

Pelatih Brighton Fabian Hurzeler melontarkan kritik tajam terhadap pendekatan permainan Arsenal. Ia menilai tim asuhan Mikel Arteta sengaja memanfaatkan celah aturan dan menggunakan taktik buang waktu untuk mengamankan kemenangan.

Kemenangan tersebut memang penting bagi Arsenal dalam persaingan gelar Premier League. Namun, di sisi lain, hasil itu juga memicu perdebatan tentang cara The Gunners mengelola pertandingan di lapangan.

Gol Cepat Saka Jaga Laju Arsenal

Gol Cepat Saka Jaga Laju Arsenal

Duel fisik Pascal Gross dan Viktor Gyokeres dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Arsenal memastikan kemenangan 1-0 atas Brighton berkat gol cepat Bukayo Saka pada menit kesembilan. Hasil itu menjaga posisi mereka di puncak klasemen Premier League.

Tambahan tiga poin membuat Arsenal kini unggul tujuh poin setelah Manchester City hanya bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest. Sementara itu, Brighton masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen.

Meski kehilangan William Saliba akibat cedera pergelangan kaki, Arsenal tetap mampu bertahan dari tekanan tuan rumah.

Brighton tampil dominan dengan penguasaan bola lebih besar dan mencatatkan 11 tembakan, dibandingkan tujuh milik Arsenal.

Hurzeler Tuduh Arsenal Manipulasi Ritme Pertandingan

Hurzeler Tuduh Arsenal Manipulasi Ritme Pertandingan

Jurrien Timber dan Kaoru Mitoma berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Usai laga, Fabian Hurzeler tidak menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara kepada media. Ia menilai Arsenal datang tanpa niat memainkan sepak bola menyerang dan lebih fokus mengganggu ritme pertandingan.

Pelatih Brighton itu juga menyoroti dominasi statistik timnya sepanjang pertandingan. Ia menilai Brighton sebenarnya mampu mengendalikan permainan meski gagal menciptakan cukup peluang di area akhir.

“Hanya ada satu tim yang mencoba bermain sepak bola hari ini,” ujar Hurzeler.

“Statistik tidak pernah berbohong. Kami hanya kebobolan satu tembakan tepat sasaran. Kami memang kurang efektif. Di sepertiga akhir kami seharusnya bisa menciptakan lebih banyak peluang.”

Kritik tersebut juga berkaitan dengan kekhawatiran yang sebelumnya disampaikan Hurzeler sebelum pertandingan. Ia menilai Arsenal kerap memanfaatkan celah aturan untuk memperlambat permainan.

Trik Arsenal Hentikan Permainan

Lebih lanjut, menurutn Hurzeler, berbagai upaya penghentian permainan, termasuk intervensi medis di akhir pertandingan, membuat tempo laga menjadi sangat terputus-putus.

“Jika mereka memenangkan Premier League, tidak ada yang akan bertanya bagaimana mereka memenangkannya,” kata Hurzeler.

"Memang pada akhirnya ini soal aturan. Jika wasit membiarkan semuanya, saat ini mereka membuat aturan mereka sendiri."

“Saya hanya ingin bertanya satu hal. Apakah Anda pernah melihat pertandingan Premier League di mana seorang kiper jatuh tiga kali?” tutupnya.