Kisah Inspiratif Ederson: Tinggalkan Rumah di Usia 12 Tahun, Kini Siap Jadi Mesin Baru Manchester United

Kisah Inspiratif Ederson: Tinggalkan Rumah di Usia 12 Tahun, Kini Siap Jadi Mesin Baru Manchester United
Gelandang Atalanta, Ederson (c) Atalanta Official

Bola.net - Manchester United dikabarkan semakin dekat mendapatkan gelandang Atalanta, Ederson, pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain asal Brasil itu disebut akan menjadi rekrutan pertama era Michael Carrick di Old Trafford setelah kedua klub mencapai kesepakatan transfer yang nilainya bisa menyentuh 38 juta poundsterling.

Nama Ederson mungkin sudah akrab di telinga penggemar sepak bola Inggris karena identik dengan kiper Manchester City. Namun kali ini, Manchester akan kedatangan Ederson lain dengan karakter yang sangat berbeda: seorang gelandang pekerja keras yang digadang-gadang menjadi tandem ideal bagi Kobbie Mainoo di lini tengah Setan Merah.

Di balik perjalanan menuju klub sebesar Manchester United, Ederson ternyata menyimpan kisah hidup yang tidak mudah. Ia tumbuh dalam kondisi serba kekurangan di Campo Grande, sebuah kota di wilayah tengah Brasil. Sejak kecil, Ederson sudah memendam mimpi menjadi pesepak bola profesional demi mengubah kehidupan keluarganya.

Kisah Masa Kecil Ederson

Kisah Masa Kecil Ederson

Gelandang Atalanta, Ederson (c) Atalanta Official

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Ederson mengungkapkan bahwa dirinya meninggalkan rumah pada usia 12 tahun demi mengejar karier sepak bola di Sao Paulo. Saat itu, sang ibu hanya memiliki uang untuk tiket sekali jalan.

“Masa kecil saya tidak mudah. Ketika berusia enam tahun, saya berkata kepada ibu saya bahwa suatu hari nanti saya akan menjadi pemain sepak bola,” ujar Ederson.

“Saat saya berusia 12 tahun dan harus pergi ke Sao Paulo, ibu saya berkata: ‘Kita punya uang untuk pergi, tapi tidak untuk pulang.’ Untungnya saya tidak pernah perlu kembali,” lanjutnya.

Perjalanan karier Ederson dimulai bersama klub kasta ketiga Brasil, Desportivo Brasil. Klub tersebut dimiliki oleh tim asal China, Shandong Luneng, dan Ederson sempat dipinjamkan ke sana ketika masih berusia 16 tahun.

Ederson Merantau ke Italia

Ederson Merantau ke Italia

Gelandang Atalanta, Ederson (c) Atalanta Official

Setelah meniti karier di sepak bola Brasil, Ederson akhirnya mendapat kesempatan merantau ke Eropa pada Januari 2022 saat direkrut Salernitana yang baru promosi ke Serie A Italia. Meski hanya tampil dalam 15 pertandingan, performanya cukup meyakinkan hingga Atalanta berani menebusnya dengan nilai transfer sekitar 20 juta poundsterling.

Di Atalanta, karier Ederson berkembang pesat di bawah asuhan Gian Piero Gasperini. Awalnya ia dimainkan sebagai gelandang menyerang dalam formasi 3-4-2-1, tetapi kemudian ditarik lebih ke dalam agar kemampuan membawa bola dan distribusinya bisa lebih maksimal.

Musim terbaiknya datang ketika membantu Atalanta menjuarai Liga Europa 2024. Ederson tampil hampir di seluruh pertandingan selama perjalanan menuju final dan bermain penuh saat Atalanta menghancurkan Bayer Leverkusen 3-0, sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan tim asuhan Xabi Alonso kala itu.

Karakteristik Ederson

Karakteristik Ederson

Pemain AC Milan, Zachary Athekame (kiri), berebut bola dengan pemain Atalanta, Ederson, dalam pertandingan Serie A, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Secara permainan, Ederson dikenal sebagai gelandang modern dengan kemampuan yang cukup komplet. Ia dapat bermain sebagai gelandang bertahan maupun box-to-box midfielder. Dibanding Casemiro atau Manuel Ugarte, Ederson dinilai lebih nyaman menguasai bola dan mengatur tempo permainan.

Keunggulan lain yang membuat Manchester United tertarik adalah kekuatan fisik, etos kerja, serta gaya bermain agresifnya di lapangan. Meski begitu, Ederson bukan tipe gelandang yang produktif mencetak gol.

Komentator TNT Sports, Adam Summerton, menyebut Ederson sebagai pemain yang selalu berusaha mengalirkan bola ke depan dan menjaga progres permainan tim. Namun, fans tidak seharusnya berharap banyak soal kontribusi gol darinya.

Ederson Bisa Bantu Mainoo

Ederson Bisa Bantu Mainoo

Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester United, Kobbie Mainoo di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kehadiran Ederson juga diyakini bisa membantu perkembangan Kobbie Mainoo. Selama ini Mainoo tampil lebih efektif ketika diberi kebebasan bergerak ke depan, melewati tekanan lawan, dan menusuk antarlini.

Karakter permainan Ederson yang disiplin menjaga keseimbangan lini tengah dinilai cocok untuk menutup ruang yang ditinggalkan Mainoo.

Musim ini, Ederson mencatatkan lebih dari 3.100 menit bermain bersama Atalanta meski klub mengalami dua pergantian pelatih. Ia juga sudah mengoleksi tiga caps bersama Timnas Brasil, walaupun gagal masuk skuad Piala Dunia 2026 pilihan Carlo Ancelotti.

Prospek Ederson di Manchester United

Prospek Ederson di Manchester United

Gelandang Atalanta, Ederson (c) Atalanta Official

Manchester United disebut akan mengikat Ederson dengan kontrak berdurasi lima tahun dengan gaji sekitar 83 ribu poundsterling per pekan. Faktor kontraknya yang tinggal menyisakan satu musim membuat Atalanta akhirnya bersedia melepas sang pemain.

Meski demikian, transfer ini tetap menyimpan tanda tanya. Secara statistik, Ederson belum masuk jajaran elite gelandang Serie A dalam sejumlah parameter permainan tradisional.

Jika transfer ini resmi rampung, maka Ederson akan menjadi pemain ketiga yang dibeli Manchester United dari Atalanta dalam lima tahun terakhir setelah Amad Diallo dan Rasmus Hojlund. Fans Setan Merah kini berharap Ederson bukan menjadi akhir dari perombakan lini tengah, melainkan awal dari proyek baru Michael Carrick di Old Trafford.

Sumber: The Sun