
Bola.net - Manajer anyar Liverpool, Jurgen Klopp, menyatakan bahwa prioritas utamanya di Anfield adalah membenahi lini pertahanan The Reds.
Lini pertahanan Liverpool memang selalu bermasalah, terutama di era Brendan Rodgers. Bahkan ketika klub tersebut bermain apik dan mencetak banyak gol sekalipun, mereka tetap kebobolan banyak gol.
Masalah itu tak luput dari perhatian Klopp. Mantan arsitek Borussia Dortmund itu menyatakan, jika ingin timnya bermain dengan rasa aman dan nyaman, maka lini pertahanan harus bisa tampil solid dan stabil. Hal tersebut terungkap ketika ia ditanya tentang gaya main yang akan ia terapkan di Liverpool.
"Gaya yang liar. Di dalam sepakbola, semua tim kelas dunia memainkan possession football. Itu keren. Saya suka menyaksikan tim-tim ini; Bayern Munich, tim hebat, klub hebat; Barcelona, ya; Real Madrid, kadang-kadang, Manchester City. Namun tak ada tim yang mulai bermain sebagai tim yang mengandalkan penguasaan bola," tutur Klopp pada LFC TV.
"Anda tak bisa memulai dan berkata 'OK, kita mengusai bola dan para pemain lain harus menunggu.' Hal pertama, selalu, mungkin dalam hidup, adalah Anda harus memiliki pertahanan yang stabil. Itulah hal yang pertama, selalu. Karena Anda hanya bisa tetap percaya diri dalam sebuah laga ketika Anda tahu tak semua pergerakan ofensif lawan berbuah gol," terangnya. [initial]
(lfc/dim)
Lini pertahanan Liverpool memang selalu bermasalah, terutama di era Brendan Rodgers. Bahkan ketika klub tersebut bermain apik dan mencetak banyak gol sekalipun, mereka tetap kebobolan banyak gol.
Masalah itu tak luput dari perhatian Klopp. Mantan arsitek Borussia Dortmund itu menyatakan, jika ingin timnya bermain dengan rasa aman dan nyaman, maka lini pertahanan harus bisa tampil solid dan stabil. Hal tersebut terungkap ketika ia ditanya tentang gaya main yang akan ia terapkan di Liverpool.
"Gaya yang liar. Di dalam sepakbola, semua tim kelas dunia memainkan possession football. Itu keren. Saya suka menyaksikan tim-tim ini; Bayern Munich, tim hebat, klub hebat; Barcelona, ya; Real Madrid, kadang-kadang, Manchester City. Namun tak ada tim yang mulai bermain sebagai tim yang mengandalkan penguasaan bola," tutur Klopp pada LFC TV.
"Anda tak bisa memulai dan berkata 'OK, kita mengusai bola dan para pemain lain harus menunggu.' Hal pertama, selalu, mungkin dalam hidup, adalah Anda harus memiliki pertahanan yang stabil. Itulah hal yang pertama, selalu. Karena Anda hanya bisa tetap percaya diri dalam sebuah laga ketika Anda tahu tak semua pergerakan ofensif lawan berbuah gol," terangnya. [initial]
Baca Juga:
- Xavi Ternyata Bersedia Main Untuk MU
- Gray: Jangan Kira Klopp Seperti Pesulap
- Riise Girang Klopp Gabung Liverpool
- Soal Transfer Pemain, Ini Penegasan Klopp
- Carragher Jadi Asisten Klopp?
- Klopp Datang, Dalglish Sarankan Fans Kencangkan Sabuk
- Keown Soroti Buruknya Pertahanan Liverpool di Bawah Asuhan Rodgers
- Liverpool Beri Kuasa Penuh Klopp Pilih Staf Pelatih
- Carragher Harap Klopp Bisa Kembalikan Liverpool ke 4 Besar
- Bukan Kagawa, Ini Pemain Bidikan Klopp
- Wenger Kecam Pemecatan Rodgers dari Liverpool
- Klopp: Saya Hanya Manusia Biasa
- Klopp Janjikan Juara EPL, Tapi Jika Gagal?
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 5 Juni 2026 20:28RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 5 Juni 2026 20:28RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)

