
Bola.net - Keputusan wasit pada laga derby Manchester kembali menjadi sorotan setelah tekel Diogo Dalot terhadap Jeremy Doku memicu perdebatan luas. Insiden itu terjadi saat Manchester United menang 2-0 atas Manchester City di Old Trafford.
Dalot hanya diganjar kartu kuning pada menit ke-11 meski tekel tersebut mengenai lutut Doku. Keputusan itu kemudian didukung VAR dan tetap dipertahankan hingga akhir pertandingan.
Di tengah kritik dari sejumlah mantan wasit, otoritas perwasitan Liga Inggris akhirnya angkat bicara. Petinggi wasit Premier League, Howard Webb, secara terbuka membela keputusan tersebut.
VAR Dinilai Tepat Tak Mengintervensi

Webb menegaskan VAR sudah bertindak sesuai pedoman ketika tidak mengoreksi keputusan wasit di lapangan. Menurutnya, kontak yang terjadi dalam tekel Diogo Dalot terhadap Jeremy Doku tidak cukup kuat untuk mengubah keputusan awal.
Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut tampak lebih buruk ketika diputar dalam gerakan lambat. Dalam kecepatan normal, Webb menilai tidak ada intensitas berlebih dalam aksi Dalot.
“Apakah ada kekuatan berlebihan? Sebagian orang akan mengatakan ya. Saya tidak sepenuhnya sampai ke sana, tapi saya bisa melihat mengapa ada pendapat seperti itu.”
Keputusan Wasit Harus Tetap

Webb menekankan bahwa situasi seperti ini berada di wilayah penilaian subjektif. Karena itu, ia menilai keputusan wasit di lapangan harus dihormati.
“Ini adalah penilaian subjektif. Tapi saya sepenuhnya sejalan bahwa setelah keputusan itu diambil di lapangan, kami membiarkannya sebagai keputusan wasit dan tidak mengintervensi dengan VAR," lanjut Webb.
Ia menyebut adanya berbagai pertimbangan yang saling bertabrakan dalam insiden tersebut. Dalam kondisi seperti itu, kebijakan Premier League adalah tidak membalik keputusan awal.
“Saya pikir ini adalah situasi di mana keputusan wasit harus tetap berlaku di lapangan. Itulah yang kami katakan akan kami lakukan ketika ada campuran pertimbangan.”
Gerakan Lambat Bukan Cerminan Realita
Webb juga menyinggung kritik lama terkait penggunaan tayangan ulang gerak lambat dan freeze frame. Menurutnya, metode tersebut sering kali membuat insiden terlihat lebih parah dari kenyataannya.
“Kami dulu banyak dikritik karena menggunakan gerakan lambat dan freeze frame, karena orang mengatakan itu bukan realitas, bukan cara permainan dimainkan," lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa analisis utama kini dilakukan dalam kecepatan normal. Gerakan lambat hanya digunakan untuk memastikan titik kontak, bukan menilai intensitas.
“Ketika Anda memperlambatnya, itu bisa terlihat jauh lebih buruk, dan memang terlihat begitu. Ketika Anda membekukannya, banyak situasi bisa tampak seperti pelanggaran kartu merah.”
Pertimbangan Intensitas dan Kekuatan
Dalam penutup penilaiannya, Webb mengakui bahwa tekel Dalot memang bisa diperdebatkan. Namun, tanpa kecepatan dan kekuatan yang cukup, ia menilai kartu merah sulit dibenarkan.
“Ya, itu bisa saja kartu merah, tetapi Anda harus memikirkan perlunya melihatnya dalam kecepatan penuh," sambung Webb.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut sudah diterapkan cukup lama di Premier League.
“Tanpa kecepatan, kekuatan, dan intensitas, kecil kemungkinannya itu menjadi kartu merah.”
Keputusan ini memastikan hasil kemenangan Manchester United atas Manchester City tetap berdiri, meski perdebatan soal standar tekel dan peran VAR kembali mengemuka.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
- Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
- Eks Liverpool Ini tak Terpikat Debut Carrick: Man United Dinilai Mustahil Juara Liga Inggris
- Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
- Enzo Fernandez Tak Tersentuh: Poros dari Proyek Jangka Panjang Chelsea di Tangan Liam Rosenior
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 23 Juli 2026 09:16Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 23 Juli 2026 19:49Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
-
Liga Spanyol 23 Juli 2026 18:24Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
BERITA LAINNYA
-
inggris 23 Juli 2026 09:16Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
-
inggris 23 Juli 2026 06:07Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 19:20Polisi Ungkap 2 Kasus Berbeda di Balik Tewasnya Anak Punk
-
Liputan6 23 Juli 2026 19:03Instruksi Prabowo: Semua Kementerian Harus Dukung Koperasi Merah Putih
-
Liputan6 23 Juli 2026 18:30Mendikti Buka Suara Soal URI, Tegaskan Tak Membawahi Seluruh Kampus
-
Liputan6 23 Juli 2026 18:21Mulai September 2026, Bansos Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih
MOST VIEWED
Jadi Rekrutan Keempat, Manchester United Tawarkan Jalur 'Fast Track' untuk Tynan Thompson
Inikah Gelandang Ketiga yang akan Dibeli Manchester United di Musim Panas 2026?
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Michael Carrick Buka Pintu untuk Marcus Rashford Kembali Perkuat Manchester United
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8669810/original/074257300_1782706469-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_11.12.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544401/original/060462400_1775103106-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547972/original/053740900_1775480530-e83bb935-bce9-4a7e-a1fa-5f5a68b277e7.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304080/original/037315600_1784706181-12394.jpg)

