Kontroversi Man United vs Fulham: Eks Wasit Premier League Anggap VAR Jadi Biang Kerok

Kontroversi Man United vs Fulham: Eks Wasit Premier League Anggap VAR Jadi Biang Kerok
Selebrasi Matheus Cunha usai mencetak gol dalam laga Manchester United vs Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Minggu (1/2/2026). Laga ini bukan hanya menyajikan lima gol dan tensi tinggi hingga menit akhir, tetapi juga diwarnai sejumlah keputusan kontroversial Video Assistant Referee (VAR) yang memicu perdebatan panjang.

Nama Benjamin Sesko mencuri perhatian publik Old Trafford setelah mencetak gol penentu kemenangan di masa injury time. Gol telat tersebut memastikan Setan Merah mengamankan tiga poin penting sekaligus memperpanjang tren laga penuh drama yang belakangan identik dengan United.

Dalam beberapa bulan terakhir, Manchester United menjelma menjadi “penghibur utama” Premier League. Setiap pertandingan hampir selalu menyuguhkan gol, kejutan, dan kontroversi. Menariknya, tiga gol ke gawang Fulham membuat United sudah melampaui total gol mereka pada musim 2024/2025 sebelumnya.

Kontroversi Man United vs Fulham

Kontroversi Man United vs Fulham

Para pemain menunggu keputusan VAR dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United melawan Fulham di Manchester, Inggris, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Namun, sorotan utama laga ini tak hanya tertuju pada papan skor. Keputusan wasit John Brooks dan intervensi VAR menjadi bahan perbincangan hangat, terutama terkait tiga insiden penalti krusial serta satu gol Fulham yang dianulir.

Fulham sempat unggul melalui eksekusi penalti yang diberikan setelah Harry Maguire dinilai melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Sebaliknya, Manchester United merasa dirugikan karena dua klaim penalti mereka dianulir setelah tinjauan VAR.

Kontroversi pertama terjadi di babak pertama saat Bryan Mbeumo dijatuhkan di dalam kotak penalti. Wasit John Brooks memilih melanjutkan permainan dan keputusan tersebut dikuatkan VAR. Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, secara terbuka mempertanyakan keputusan itu melalui media sosial X.

“Bagaimana itu bukan penalti?” tulis Ferdinand, menyoroti klaim bahwa bek Fulham hanya mengenai bola.

Opini Clattenburg

Opini Clattenburg

Selebrasi Benjamin Sesko usai mencetak gol dalam laga Manchester United vs Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg, justru mendukung keputusan wasit dan VAR. Dalam komentarnya, Clattenburg menilai tidak ada kesalahan dalam insiden tersebut.

“Dari tayangan ulang gerak lambat terlihat jelas bahwa Jorge Cuenca menyentuh bola terlebih dahulu sebelum ada kontak lain. Berdasarkan itu, keputusan wasit dan VAR untuk melanjutkan permainan sudah tepat,” ujar Clattenburg.

Ketegangan memuncak setelah pertandingan berakhir. Manajer Fulham, Marco Silva, meluapkan kemarahannya terhadap kepemimpinan wasit, terutama terkait insiden penalti yang awalnya diberikan kepada Matheus Cunha namun kemudian dianulir VAR dan diubah menjadi tendangan bebas di luar kotak penalti.

“Cerita pertandingan ini dimulai dari keputusan mengerikan John Brooks saat memberikan penalti. Itu keputusan yang sangat buruk, kesalahan besar,” kata Silva dengan nada kecewa.

Kritik untuk VAR

Kritik untuk VAR

Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Clattenburg menambahkan bahwa VAR justru mencari pelanggaran lain yang berbeda dari alasan awal penalti diberikan. “Karena keputusan awalnya sangat buruk, mereka kemudian mencari pelanggaran lain untuk membenarkan perubahan keputusan,” lanjutnya.

Meski mengaku kecewa dan bersimpati pada pemain serta pendukung Fulham, Silva menegaskan tetap menghormati pihak wasit.

Kemenangan ini menjadi tambahan penting bagi Manchester United dalam persaingan papan atas, namun kontroversi VAR di Old Trafford kembali menegaskan bahwa isu konsistensi keputusan wasit masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Premier League.

Sumber: United In Focus