
Bola.net - Liverpool mencatatkan statistik yang jarang terjadi saat bertandang ke markas Arsenal (0-0), yaitu tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
Data itu mengingatkan pada momen kelam hampir 16 tahun lalu, ketika The Reds terakhir kali mengalami hal serupa di Premier League.
Namun, konteksnya kini sangat berbeda. Alih-alih kecaman, para pendukung Liverpool justru memberikan apresiasi atas performa disiplin dan berani tim asuhan Arne Slot di Emirates Stadium.
Meski berakhir imbang tanpa gol, hasil ini menjadi langkah signifikan. Liverpool menjadi tim pertama yang menggagalkan Arsenal meraih poin penuh di kandang musim ini, sebuah capaian yang memberi makna lebih dari sekadar satu angka di klasemen.
Statistik Langka yang Tak Lagi Bernuansa Suram

Hampir 16 tahun lalu, kegagalan mencatatkan shot on target menjadi simbol runtuhnya Liverpool era Rafael Benitez. Kekalahan 0-1 dari Wigan Athletic pada Maret 2010 kala itu datang di tengah krisis kepemilikan Tom Hicks dan George Gillett, ketika klub nyaris terperosok ke jurang kehancuran.
Kini 600 pertandingan liga kemudian, statistik serupa kembali muncul. Bedanya, kali ini Liverpool berada dalam fase membangun, bukan runtuh. Hasil 0-0 di kandang Arsenal terasa sebagai kemajuan, bukan kemunduran.
Liverpool memang tidak menang dan tidak mencetak gol. Namun performa mereka cukup untuk menahan laju pemuncak klasemen, Arsenal, yang sebelumnya selalu menang di kandang sejak September, terakhir kali kehilangan poin saat menjamu Manchester City.
Rencana Taktik Arne Slot yang Berjalan Nyaris Sempurna

Kunjungan ke London kali ini diselimuti rasa waswas. Arsenal percaya diri dengan performa superior, sementara Liverpool kehilangan beberapa penyerang utama. Namun, Arne Slot menyusun rencana yang tepat untuk meredam kekuatan tim asuhan Mikel Arteta.
Babak pertama menjadi fase bertahan penuh disiplin. Liverpool hanya menguasai 40 persen bola dan fokus menjaga jarak antarlini. Mereka membiarkan Arsenal mengalirkan bola, tetapi menutup ruang berbahaya.
Situasi berubah drastis setelah jeda. Liverpool mulai mendominasi permainan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen.
Mereka menyelesaikan 207 operan di area Arsenal pada babak kedua, jumlah tertinggi yang pernah dicatat tim tamu di Emirates dalam lima musim Premier League terakhir.
Dominasi Tanpa Sentuhan Akhir yang Menentukan

Masalah Liverpool terletak di sepertiga akhir. Kiper David Raya tak sekali pun dipaksa melakukan penyelamatan berarti. Statistik itu tidak sepenuhnya mencerminkan banyaknya situasi menjanjikan yang mereka ciptakan.
Slot mengakui kepuasannya terhadap performa tim. Ia menilai keseimbangan bertahan dan kemampuan membangun serangan dari belakang sudah terlihat, terutama pada babak kedua ketika pressing Liverpool lebih efektif.
Ia juga menyoroti satu kekurangan utama. Dari dominasi penguasaan bola tersebut, Liverpool masih berharap bisa menciptakan peluang yang lebih bersih.
Beberapa kali Liverpool sudah sangat dekat, tetapi kualitas finishing belum cukup untuk memecah kebuntuan.
Cedera Conor Bradley dan Momen Kontroversial
Malam solid Liverpool ternoda oleh cedera serius yang menimpa Conor Bradley di masa injury time. Bek kanan asal Irlandia Utara itu harus ditandu keluar lapangan dengan dugaan cedera lutut, membuat Slot mengaku khawatir menunggu hasil pemindaian medis.
Insiden tersebut diperparah oleh tindakan pemain pengganti Arsenal, Gabriel Martinelli, yang sempat menjatuhkan bola ke arah Bradley dan berusaha mendorongnya keluar lapangan agar laga segera dilanjutkan. Aksi itu memicu reaksi keras para pemain Liverpool.
Martinelli kemudian menyampaikan permintaan maaf. Bradley meninggalkan stadion dengan kruk dan lutut kiri dipasang penyangga, sebuah pemandangan yang mengkhawatirkan mengingat riwayat kebugarannya sejak menembus tim utama Liverpool.
Struktur Tim yang Tetap Kokoh di Tengah Keterbatasan
Bradley sejatinya hampir menjadi pembeda ketika tendangannya membentur mistar gawang sebelum turun minum, memanfaatkan miskomunikasi antara Raya dan William Saliba. Kini, absennya dia membuka opsi bagi Slot, dengan Calvin Ramsay dan Joe Gomez tersedia di posisi bek kanan.
Jeremie Frimpong, yang dimainkan lebih maju, tampil merepotkan Arsenal lewat kecepatan dan kekuatannya. Setelah dua kali mengalami cedera, pemain asal Belanda itu mulai menunjukkan mengapa Liverpool begitu yakin merekrutnya dari Bayer Leverkusen, meski umpan akhirnya masih kerap meleset.
Di sisi lain, Milos Kerkez mencatatkan performa terbaiknya sejak bergabung dari Bournemouth. Ia sukses meredam Bukayo Saka, sementara duet Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate tampil solid.
Arsenal bahkan tak mencatatkan satu tembakan pun antara menit ke-44 hingga ke-91, mengingat Alexis Mac Allister juga menunjukkan peningkatan signifikan di lini tengah.
Perbedaan kedalaman skuad terlihat jelas ketika Arteta memasukkan Gabriel Jesus, Martinelli, Eberechi Eze, dan Noni Madueke, sementara Slot baru melakukan pergantian pemain jelang akhir laga. Namun Liverpool tetap bertahan dengan struktur yang rapi.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
- Duel Arsenal vs Liverpool Dihiasi Sikap tak Terpuji Martinelli pada Bradley: Berujung Cap tak Mengenakkan dari Legenda MU
- Kok Bisa Benjamin Sesko Yakin Man Utd Bakal Keluar dari Zaman Kegelapan?
- Mikel Arteta Kembali Gagal Kalahkan Arne Slot
- 6 Pelajaran dari Arsenal vs Liverpool: Peluang Emas Terbuang di Emirates
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 12 April 2026 07:57Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
-
Liga Inggris 12 April 2026 02:24 -
Liga Inggris 12 April 2026 01:29Hasil Liverpool vs Fulham: Sensasi Remaja 17 Tahun di Anfield
-
Liga Inggris 11 April 2026 22:55 -
Liga Spanyol 11 April 2026 21:49
LATEST UPDATE
-
Bulu Tangkis 12 April 2026 09:37 -
Bola Indonesia 12 April 2026 09:31 -
Bola Dunia Lainnya 12 April 2026 09:29 -
Otomotif 12 April 2026 09:15 -
Liga Spanyol 12 April 2026 08:42 -
Voli 12 April 2026 08:35
MOST VIEWED
- Scholes Minta Man United Bersih-bersih Besar: 9 Pemain Harus Pergi, Siapa Saja yang Masuk Daftar?
- Kabar Gembira MU! Arsenal Siap Lepas Wonderkidnya ke Old Trafford
- Gak Terlalu Mahal! Segini Harga Pemain Timnas Jerman Incaran MU Ini
- Akhir Sebuah Era! Susul Salah, Andrew Robertson Resmi Tinggalkan Liverpool Setelah 9 Tahun Penuh Trofi
HIGHLIGHT
- 5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Di...
- 5 Alternatif Marcus Rashford untuk Barcelona, dari...
- Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Menge...
- 5 Suksesor Mohamed Salah di Liverpool: Yan Diomand...
- 6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Pan...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553314/original/053362400_1775931105-10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525208/original/023013900_1773034243-Pramono_Sampah.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553311/original/068058200_1775931104-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553326/original/046061300_1775954776-IMG-20260411-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552756/original/096481400_1775825735-1000930776.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553312/original/096138300_1775931104-7.jpg)

