Liverpool Sudah Luar Biasa, Tak Perlu Kecewa Jika Gagal Juara Premier League

Richard Andreas | 17 Mei 2022 13:00
Selebrasi Kostas Tsimikas usai mencetak gol penalti penentu kemenangan Liverpool atas Chelsea, final Piala FA 2021/22 (c) AP Photo

Bola.net - Liverpool didukung untuk terus berjuang menjadi juara di setiap kompetisi. The Reds sudah membungkus dua trofi, masih ada dua trofi lagi yang bisa diperjuangkan.

Pasukan Jurgen Klopp baru saja menjuarai Piala FA pekan lalu. Kostas Tsimikas dkk. menundukkan Chelsea lewat drama adu penalti, skenario sama persis seperti Carabao Cup.

Membungkus dua trofi domestik tersebut jadi catatan istimewa bagi Liverpool musim ini. Terlebih, mereka juga berhasil melangkah ke final Liga Champions, ada peluang trofi ketiga.

The Reds juga masih bersaing ketat di papan atas Premier League. Namun, untuk liga, Liverpool mungkin harus terima kekalahan.

1 dari 3 halaman

Sudah lakukan segalanya

Perjuangan Liverpool musim ini diapreasiasi oleh analis Premier League, Paul Merson. Menurutnya, Liverpool telah melakukan segalanya untuk menjaga peluang juara.

Biar begitu, Merson harus menyoroti betapa kuatnya Man City di Premier League. Bukan berarti Liverpool jelek, hanya lawan mereka yang terlalu kuat.

"Saya tidak tahu apa lagi yang bisa dilakukan Liverpool. Mereka telah menjuarai dua final, masih akan main di final lainnya, dan akan bersaing juara Premier League sampai di pekan terakhir," ujar Merson di Sky Sports.

"Menjuarai liga memang yang paling sulit, ada 38 pertandingan selama sembilan bulan."

2 dari 3 halaman

Sudah luar biasa

Merson mengagumi kemampuan Liverpool untuk bersaing di setiap kompetisi. Padahal dia melihat kedalaman skuad Liverpool tidak sekuat Man City. Ini bukti ketangguhan mental pasukan Jurgen Klopp.

"Menjuarai dua kompetisi, bersaing meraih gelar sampai pekan terakhir, dan berada di final Eropa. Saya kira tidak ada laju yang lebih baik dari itu," sambung Merson.

"Yang mereka lakukan di liga selama sembilan bulan dan laju di semua kompetisi luar biasa. Padahal mereka tidak punya skuad terbesar."

"Buktinya, tidak bermaksud meremehkan, mereka memasukkan James Milner di final FA Cup, dia sudah 37 tahun," pungkasnya.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR