
Bola.net - Laga pekan ke-18 Premier League 2002/2021 antara Liverpool dan Manchester United bisa dipastikan bukanlah sekadar laga biasa. Pertandingan yang bakal digelar di Anfield, Minggu (17/01) ini merupakan palagan sarat gengsi dan bertensi tinggi bagi kedua kubu.
Tingginya tensi pertandingan ini tak lepas dari sejarah rivalitas antara kedua klub bertetangga ini. Dalam penelitian yang digelar The Football Fans Census (FFC) pada 2003 lalu, rivalitas The Reds dan Setan Merah disebut yang paling sengit di kancah sepak bola Inggris.
Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa suporter Liverpool dan United sepakat bahwa tim kota tetangga merupakan rival utama tim kesayangan mereka.
Apa akar rivalitas Liverpool dan Manchester United? Bagaimana rivalitas ini berkembang dalam sejarah mereka? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Dipicu Persaingan Antarkota
Seperti 35% rivalitas lainnya, menurut penelitian FFC, rivalitas antara Liverpool dan United dipicu persaingan antara kota tempat mereka berada. Sudah sejak lama Liverpool dan Manchester -yang sama-sama berada di Inggris Barat Laut- terlibat persaingan dalam bidang ekonomi dan industri.
Persaingan kian sengit ketika para pedagang dari Kota Manchester mendanai pembangunan Manchester Ship Canal. Upaya ini mendapat tentangan dari para politisi Kota Liverpool.
Persaingan kedua kota ini terus berlanjut sampai masa kini. Liverpool dan Manchester sama-sama berusaha berebut pengaruh sebagai area penting di Inggris.
Awal Pertemuan
Manchester United dan Liverpool memiliki sejarah panjang di sepak bola Inggris. Kedua klub ini sama-sama lahir pada pengujung abad ke-19 silam.
Dengan nama Newton Heath, United lahir dulu pada 1878. Empat belas tahun berselang, Liverpool menyusul hadir di kancah sepak bola Inggris.
Pertemuan pertama kedua langsung menjadi laga dengan tensi tinggi. Liverpool dan Newton Heath bertemu pada laga playoff, memperebutkan satu tempat di kasta tertinggi kompetisi Inggris musim 1893/1894,
Ketika United kembali ke kasta tertinggi kompetisi Inggris, kedua tim saling bersaing menjadi yang terbaik.
Raihan Kontras Pascaperang
Persaingan antara United dan Liverpool kian sengit usai Perang Dunia Kedua. Pada era tersebut, Setan Merah dan The Reds terus bersaing, terutama dalam perebutan trofi, kendati raihan trofi United mandek usai 1967.
Ketika keran gelar United macet, Liverpool justru berjaya. Mereka meraih gelar demi gelar dan menahbiskan diri sebagai yang terbaik di kancah sepak bola Inggris.
Namun, kendati sudah unggul secara raihan prestasi, kubu Liverpool masih menyimpan rasa tak sukanya terhadap kubu Setan Merah. Mereka menilai Manchester United merupakan sosok kesayangan media yang terlalu banyak mendapat publikasi.
Era Premier League
Cakra manggilingan berputar ketika kompetisi Liga Inggris bersalin menjadi Premier League. Manchester United lah yang moncer. Sementara, Liverpool, harus merasakan puasa gelar, sama seperti yang telah dirasakan Setan Merah beberapa waktu sebelumnya.
Pada era Premier League, United -di bawah Sir Alex Ferguson- merajai kancah sepak bola Inggris. Mereka sukses meraih 13 gelar juara Premier League. Sementara, The Reds baru bisa meraih gelar juara Premier League pada 2019/2020 kemarin.
Secara total, United masih unggul trofi gelar juara kasta tertinggi Liga Inggris. Mereka mengoleksi 20 trofi, lebih banyak satu trofi ketimbang Liverpool.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 20 Juli 2026 14:436 Negara Sudah Lolos ke Piala Dunia 2030, Berikut Daftarnya
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 20 Juli 2026 23:59Spanyol Memang Sebagus Itu
-
Piala Dunia 20 Juli 2026 22:55Bagaimana Spanyol Mencapai Puncak Dunia
BERITA LAINNYA
-
inggris 20 Juli 2026 12:00Soal Manu Kone ke Manchester United, Ini Kata Fabrizio Romano
-
inggris 20 Juli 2026 08:00Chelsea Lepas Sang Striker ke Aston Villa?
-
inggris 19 Juli 2026 16:00Rogers Gagal, Arsenal Coba Tikung Liverpool untuk Pemain PSG Ini?
-
inggris 19 Juli 2026 15:00Debut Andrey Santos Puaskan Michael Carrick
SOROT
-
Liputan6 20 Juli 2026 22:17Purbaya Buka Suara soal Anggaran MBG Dipotong
-
Liputan6 20 Juli 2026 20:19Prabowo Respons Kritik MBG yang Dinilai Boros dan Ancam Ekonomi
-
Liputan6 20 Juli 2026 19:32Sopan tapi Menohok, Cerita Prabowo Lobi Bos Inpex soal Blok Masela
-
Liputan6 20 Juli 2026 19:30Prabowo di Hadapan Menteri: Tak Ada Masyarakat yang Bertahan Tanpa Makan
-
Liputan6 20 Juli 2026 19:11Prabowo Ingin Kartu Identitas Tunggal Segera Diterapkan
-
Liputan6 20 Juli 2026 18:47Temuan Polisi di Balik Kematian Pengacara di Apartemen Jaksel
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302304/original/099803800_1784539837-Jepretan_Layar_2025-07-20_pukul_16.29.27.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302234/original/004426800_1784537483-1000382589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3544705/original/095321700_1629348830-ilustrasi-mayat_20170616_132436.jpg)

