FOLLOW US:


Lucas Torreira Sampai Harus Temui Psikolog Akibat Kesulitan di Arsenal

28-07-2021 06:00

 | Richard Andreas

Lucas Torreira Sampai Harus Temui Psikolog Akibat Kesulitan di Arsenal
Lucas Torreira. © AFP

Bola.net - Lucas Torreira mengaku sangat kesulitan akibat masa-masa buruk di Arsenal. Tahun kedua membela The Gunners di musim 2019/20 membuatnya menderita.

Gelandang Uruguay ini didatangkan dari Sampdoria pada tahun 2018. Saat itu dia sempat banyak bermain dengan menjadi salah satu andalan Unai Emery.

Namun, pergantian pelatih ke Mikel Arteta juga mengubah nasib Torreira. Dia mulai jarang bermain, plus dihantam cedera pergelangan kaki serius pada Maret 2020.

Ternyata masa-masa inilah yang sangat berat bagi Torreira sampai harus menemui psikolog. Apa katanya?

1 dari 2

Sulit diterima, kena mental

Bagi Torreira, tahun kedua di Arsenal sangatlah berat baginya pribadi. Dia tidak menyangka kesempatan bermainnya bisa turun begitu drastis dan hal ini sampai mengganggu mentalnya.

"Setahun yang lalu saya menemui psikolog di Spanyol karena pada tahun kedua di Arsenal, saya sangat sedikit bermain," ujar Torreira kepada El Otro Partido via Goal.

"Sungguh sulit bagi saya menerimanya, sebab hidup saya bergantung pada sepak bola. Dan ketika saya tidak bermain, saya sungguh kesulitan, suasana hati saya sangat buruk, dan akan ada banyak hal buruk yang terjadi."

2 dari 2

Pentingnya psikolog

Torreira mengaku sangat terbantu berkat psikolog tersebut. Karena itu, dia menegaskan bahwa para pemain juga membutuhkan bantuan profesional terkait mentalitas mereka.

"Bertahun-tahun yang lalu mereka akan berkata: 'Kenapa Anda harus ke psikolog, apa Anda sudah gila?', tetapi sekarang itu sangat penting, khususnya bagi kami yang mengalami masa-masa sulit karena jauh dari keluarga," imbuh Torreira.

Gelandang 25 tahun ini sempat dipinjamkan ke Atletico Madrid pada musim 2020/21 lalu, tapi lagi-lagi gagal membuktikan diri untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Sekarang nasib Torreira terombang-ambing, Arsenal mungkin akan melepasnya kembali.

Sumber: El Otro Partido, Goal