Man City Ogah Beri Jalan, Rebutan Gelar Liga Inggris Akan Sampai Tetes Keringat Terakhir!

Man City Ogah Beri Jalan, Rebutan Gelar Liga Inggris Akan Sampai Tetes Keringat Terakhir!
Omar Marmoush mencetak gol dalam laga Manchester City vs Crystal Palace di Liga Inggris, Kamis (14/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Persaingan gelar Premier League musim ini belum memberi ruang bernapas bagi Arsenal. Manchester City kembali mengirim pesan kuat setelah menang meyakinkan 3-0 atas Crystal Palace di Etihad Stadium.

Kemenangan itu menjaga tekanan penuh kepada tim asuhan Mikel Arteta yang masih memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin. Dengan dua pertandingan tersisa, setiap gol dan setiap kesalahan kini bisa menentukan nasib trofi Premier League.

Pep Guardiola memang dikenal dekat dengan Arteta. Namun, di tengah perebutan gelar, manajer City itu sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan kepada mantan asistennya tersebut.

Guardiola Belum Menyerah dalam Perburuan Gelar

Guardiola Belum Menyerah dalam Perburuan Gelar

Aksi Josko Gvardiol dalam laga Manchester City vs Crystal Palace di Liga Inggris, Kamis (14/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Manchester City sebenarnya melakukan rotasi saat menghadapi Crystal Palace. Guardiola menyimpan beberapa pemain penting seperti Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki demi fokus ke final Piala FA melawan Chelsea akhir pekan ini.

Meski begitu, kualitas skuad City tetap terlalu kuat untuk Palace. Tiga gol tanpa balas cukup membawa mereka terus membayangi Arsenal hingga pekan terakhir musim.

Situasi klasemen membuat Arsenal masih memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri. Jika mampu mengalahkan Burnley dan Crystal Palace dalam dua laga tersisa, maka City tidak akan bisa mengejar lagi.

Kendati demikian, Guardiola memastikan tekanan tidak akan hilang sedikit pun. City ingin Arsenal terus merasa diburu sampai menit terakhir musim berjalan.

Selisih Gol Bisa Jadi Penentu

Selisih Gol Bisa Jadi Penentu

Aksi Phil Foden dalam laga Manchester City vs Crystal Palace di Liga Inggris, Kamis (14/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Kemenangan atas Palace juga memberi keuntungan penting bagi City dalam urusan selisih gol. Tim asuhan Guardiola kini unggul tipis atas Arsenal dalam perhitungan tersebut.

Keunggulan itu membuat persaingan menjadi semakin menegangkan. Bahkan jika Arsenal menang besar atas Burnley, City masih memiliki peluang mengejar lewat laga melawan Bournemouth dan Aston Villa.

City terlihat sadar betul akan pentingnya setiap gol. Pada fase akhir laga melawan Palace, Guardiola tetap memasukkan banyak pemain menyerang demi mencari tambahan gol keempat.

Phil Foden mengakui bahwa City kini hanya bisa terus menang sambil berharap Arsenal terpeleset.

“Kami hanya ingin terus menekan mereka dan membuat mereka tetap waspada,” kata Foden.

“Kami sudah sering melihat banyak hal bisa terjadi di hari terakhir musim. Kami hanya harus terus melakukan bagian kami.”

Arsenal Dipaksa Harus Sempurna

Arsenal Dipaksa Harus Sempurna

Aksi Antoine Semenyo dalam laga Manchester City vs Crystal Palace di Liga Inggris, Kamis (14/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Tekanan besar sebenarnya sudah mulai terasa sejak City bermain imbang 3-3 melawan Everton pekan lalu. Saat itu, gol penyama kedudukan Jeremy Doku pada masa injury time membuat City tetap hidup dalam perebutan gelar.

Gol tersebut mengubah seluruh situasi. Jika City kalah, Arsenal sebenarnya masih bisa kehilangan poin tanpa konsekuensi besar. Namun hasil imbang membuat tim Arteta wajib menyapu bersih semua pertandingan tersisa.

Kini tuntutan itu masih sama. Arsenal tidak hanya harus menang, tetapi juga menjaga margin gol agar tidak disalip City.

Skenario paling menegangkan bisa terjadi pada pekan terakhir. Jika City unggul selisih gol lebih dulu, Arsenal akan bermain di bawah tekanan besar saat menghadapi Palace.

Kedalaman Skuad City Jadi Ancaman Utama

Salah satu perbedaan terbesar antara kedua tim terlihat dari kualitas lini serang. City memiliki banyak opsi yang mampu mengubah pertandingan kapan saja.

Saat melawan Palace, Guardiola bahkan mengakhiri laga dengan deretan pemain ofensif seperti Doku, Omar Marmoush, Savinho, Antoine Semenyo, dan Foden berada di lapangan secara bersamaan.

Belum lagi City masih memiliki Haaland yang sudah mencetak 26 gol musim ini. Kombinasi itu membuat mereka selalu berpotensi mencetak gol dalam jumlah besar.

Foden menjadi contoh bagaimana City tetap berbahaya meski beberapa pemain tampil tidak konsisten musim ini. Gelandang berusia 25 tahun itu memang belum mencetak gol sepanjang 2026, tetapi ia tampil luar biasa dengan dua assist melawan Palace.

Umpan backheel miliknya untuk Semenyo menjadi salah satu momen terbaik dalam pertandingan tersebut. Cherki dan Doku juga tampil impresif setelah masuk dari bangku cadangan.

Pengalaman City Bisa Jadi Faktor Penentu

Manchester City sudah berkali-kali berada dalam situasi perebutan gelar hingga detik terakhir musim. Mereka pernah melakukannya secara dramatis pada 2012 dan 2022.

Pengalaman itu membuat City terlihat jauh lebih tenang menghadapi tekanan dibandingkan Arsenal. Guardiola dan para pemainnya tahu bagaimana cara bertahan dalam perburuan panjang seperti ini.

Sebaliknya, Arsenal kini berada dalam tekanan psikologis besar. Mereka tahu satu kesalahan kecil saja bisa membuka jalan bagi City merebut trofi lagi.

Arteta mungkin masih memimpin klasemen untuk saat ini. Namun, City terus memastikan bahwa perjalanan menuju gelar Premier League tidak akan pernah terasa nyaman bagi Arsenal.