Martin Zubimendi Dikritik, Martin Zubimendi Dibela

Martin Zubimendi Dikritik, Martin Zubimendi Dibela
Gelandang Arsenal, Martin Zubimendi dan rekan setimnya usai kebobolan melawan Bournemouth, 12 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Gelandang Arsenal, Martin Zubimendi, sedang menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Penampilannya dinilai mengalami penurunan, terutama di ajang Premier League.

Padahal, pada awal kedatangannya, ia sempat dianggap sebagai salah satu rekrutan paling menjanjikan. Arsenal mendatangkannya dari Real Sociedad dengan nilai transfer mencapai 56 juta poundsterling pada musim panas lalu, sehingga ekspektasi besar langsung mengikutinya.

Belakangan ini, statistik Zubimendi mulai menimbulkan kekhawatiran. Ia tidak mencatatkan gol maupun assist dalam sembilan pertandingan terakhir. Situasi ini memicu kritik dari sejumlah pengamat sepak bola.

Legenda klub, Martin Keown, kemudian ikut memberikan pandangannya terkait kondisi tersebut. Ia menilai Zubimendi membutuhkan dukungan agar bisa segera bangkit. Tekanan di akhir musim memang sedang tinggi, terutama dalam perebutan gelar.

Kritik Tajam Gary Neville

Kritik Tajam Gary Neville

Gelandang Arsenal, Martin Zubimendi saat laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Sporting, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Gary Neville secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa Zubimendi. Ia menilai kontribusi sang gelandang belum cukup besar untuk membantu tim dalam momen penting.

Neville bahkan membandingkan Zubimendi dengan pemain seperti Andrea Pirlo. Ia berharap Zubimendi mampu mengontrol permainan dan mengatur tempo di lini tengah. Namun, menurutnya, peran tersebut belum terlihat konsisten sejauh ini.

"Saya pikir pada awal musim bahwa Zubimendi adalah rekrutan yang hebat. Dia sudah menjadi pemain yang bagus untuk Arsenal, tetapi saat ini saya mengharapkan Zubimendi menjadi pembeda," ujar Gary Neville seperti dilansir dari Metro

"Anda memikirkan seperti apa Pirlo, atau Scholes atau Rodri... pemain yang bisa mendikte permainan, membuat Arsenal menguasai bola, mengorganisir permainan, dan tampil dengan otoritas. Tapi dia tidak menunjukkan hal itu," tambahnya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 2 Mei 2026
Arsenal Arsenal
23:30 WIB
Fulham Fulham

Pembelaan dari Martin Keown

Pembelaan dari Martin Keown

Aksi Martin Zubimendi dalam laga Liga Inggris 2025/2026 antara Arsenal vs Everton, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Berbeda dengan Martin Keown. Mantan pemain Arsenal tersebut memilih melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda. Ia menilai wajar jika seorang pemain mengalami penurunan performa dalam periode tertentu, apalagi di liga sekompetitif Inggris.

Menurut Keown, Zubimendi sudah memainkan banyak pertandingan musim ini. Ia menekankan pentingnya dukungan dari tim dan suporter untuk membantu sang pemain kembali ke performa terbaiknya.

"Saya rasa saya akan membandingkan itu dengan Zubimendi. Dia telah memainkan banyak pertandingan, ini adalah momen yang sulit baginya, tetapi pemain-pemain seperti inilah yang perlu Anda dukung," jelas Martin Keown.

"Hasil pertandingan memberikan khasiat bagi tim. Hal itu membuat Anda berpikir bahwa Anda bisa terus melangkah maju," terangnya.

Fokus Menuju Juara

Fokus Menuju Juara

Pemain Arsenal merayakan kemenangan atas Newcastle di Premier League, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Arsenal saat ini kembali berada di puncak klasemen setelah meraih kemenangan atas Newcastle. Mereka hanya memiliki empat pertandingan tersisa untuk menentukan peluang meraih gelar yang telah lama dinantikan.

Persaingan dengan Manchester City dipastikan akan berlangsung hingga akhir musim. Selain itu, tim asuhan Mikel Arteta juga masih berkompetisi di semifinal Liga Champions, yang menambah tekanan dalam jadwal mereka.

"Rasanya seperti mendaki Gunung Everest di sini. Kita punya empat laga tersisa di mana Arsenal memuncaki Premier League dan di semifinal Liga Champions, dan ada krisis di mana-mana setiap minggu. Lupakan semua kebisingan itu dan mulailah tampil, mulailah bermain," lanjut Martin Keown.

"Senang melihat Saka kembali ke lapangan. Semua koneksi antar pemain pun kini telah kembali," pungkasnya.