
Bola.net - Sekitar 10 tahun lalu, Didier Drogba turun dari bangku cadangan untuk mencetak gol ke-25-nya musim itu di Old Trafford. Kemenangan 2-1 menuntun Chelsea kembali ke puncak klasemen sementara dengan 5 pertandingan sisa, posisi yang tidak mereka lepaskan lagi.
Saat itu, pasukan Carlo Ancelotti bisa mengungguli MU dengan memetik empat kemenangan dari sisa pertandingan mereka. The Blues jadi juara Premier League, yang dikawinkan dengan gelar juara FA Cup di tahun yang sama.
Tim Chelsea saat itu benar-benar kuat. Frank Lampard masih bermain, Branislav Ivanovic menjalani salah satu musim terbaiknya. Namun, entah mengapa Chelsea era itu cenderung dilupakan.
Tim Chelsea saat itu diyakini layak dinilai sama kuat dengan Liverpool atau Manchester City saat ini. Mengapa mereka dilupakan?
Banyak Masalah
Menurut Football London, tim Chelsea saat itu merupakan salah satu tim terbaik mereka yang berhasil jadi juara. Bahkan era kesuksesan Jose Mourinho tidak bisa dibilang lebih baik dari tim Ancelotti itu.
Namun, tim tangguh Chelsea saat itu harus menghadapi sejumlah masalah yang mungkin menutupi kekuatan mereka. Misalnya perpisahan buruk Ancelotti 12 bulan setelahnya, konflik di luar lapangan, dan skandal di media.
Saat itu Chelsea dipandang sebagai klub kaya yang bisa 'membeli' trofi, tidak benar-benar kuat. Namun, jika dilihat dari kacamata netral, sebenarnya tim Chelsea saat itu layak dianggap sebagai salah satu tim terbaik, yang sayangnya kurang apresiasi.
Torehan The Blues
Saat itu, Chelsea jadi tim pertama yang bisa mencetak lebih dari 100 gol dalam semusim Premier League. Mereka memecahkan rekor selisih gol (+71), mencetak tujuh gol atau lebih pada empat pertandingan, dan mencetak rerata 3,57 gol per pertandingan di kandang.
Drogba sendiri menutup musim dengan koleksi 29 gol, plus 8 gol di kompetisi domestik lainnya. Frank Lampard mencapai torehan gol terbaiknya dengan 26 gol. Lalu, ada dukungan Nicolas Anelka, Florent Malouda, dan Salomon Kalou yang bersama-sama menyunmbang 42 gol.
Chelsea 2009/10 akan selalu dikenang sebagai salah satu tim terkuat, yang seharusnya bisa bersaing dengan tim-tim terkuat di era sekarang. Sayangnya, pada akhir musim, perjuangan para pemain Chelsea seakan-akan dipandang remeh.
Ada yang Aneh
Terbukti, di akhir musim, penampilan impresif Chelsea seakan-akan diabaikan dalam penghargaan tim terbaik. Hanya Drogba dan Ivanovic yang masukd alam PFA team of the year, tidak ada pemain Chelsea lainnya.
Lampard, yang mencetak 22 gol dari lini tengah, tidak masuk dalam daftar tersebut. Justru ada gelandang Arsenal, Cesc Fabregas, serta James Milner, Darren Fletcher, dan Antonio Valencia.
MU menyumbang 4 pemain pada daftar tim terbaik iutu. Arsenal dan Aston Villa masing-masing menyumban dua pemain. David Moyes terpilih sebagai pelatih terbaik, bukan Ancelotti yang menuntun Chelsea jadi juara.
Penghargaan ini tampak aneh. Perjuangan Chelsea seakan-akan diabaikan dan dipandang remeh.
Sangat Spesial
Frank Lampard. (c) AP Photo
Benar, Chelsea pernah mencapai puncak kejayaan mereka bersama Jose Mourinho beberapa tahun sebelumnya, tapi juara musim 2009/10 itu terasa berbeda. Skuad Chelsea berjuang lebih keras, tantangan yang lebih berat.
Skuad mereka diisi dengan pemain-pemain penuh pengalaman. Drogba sudah 32 tahun, Lampard 31 tahun, Terry 29 tahun. Komposisi skuad saat itu jelas berbeda jauh dengan Chelsea yang ditangani Lampard musim ini.
Lampard merangkum kesulitan dan perjuangan Chelsea meraih gelar juara musim itu. Komentarnya cukup menjelaskan mengapa tim Chelsea saat itu fantastis.
"Melihat cara kami menutup musim ini dengan baik, kami layak jadi juara. Dua gelar juara pertama kami [di bawah Mourinho] kami raih dengan relatif mudah. Dua gelar itu sangat spesial karena yang pertama," kata Lampard saat itu.
"Namun, dengan kesulitan yang kami hadapi tahun ini, gelar ini sangat, sangat spesial."
Tidak Sempurna
Tentu, tim Chelsea saat itu tidak sempurna. Mereka gagal di Liga Champions, takluk dari Inter Milan yang ditangani Mourinho. Biar begitu, kegagalan ini tidak bisa menodai torehan domestik mereka.
Kekalahan 1-3 (agg) dari Inter benar-benar pukulan berat bagi Chelsea, yang membuat Roman Abramovich kesal. Mungkin kegagalan ini juga berpengaruh pada pandangan remeh terhadap skuad Chelsea.
Chelsea saat itu tidak sempurna, tapi Ancelotti jelas pernah membentuk salah satu tim terbaik. Mereka menang dengan gaya bermain ofensif yang bisa membuat fans bangkit dari kursi mereka saat menonton pertandingan.
Sumber: Football London
Baca ini juga ya!
- Piala Dunia 2010, Tentang Gol Hantu Frank Lampard yang Masih Menghantui Fabio Capello
- 5 Pemain yang Paling Sering Dimainkan Jose Mourinho, Pemain Chelsea Mendominasi
- Peluang Chelsea Gaet Donnarumma Terbuka Lebar
- Chelsea Sudah Memulai Operasi Transfer Coutinho
- Ciro Immobile Diklaim Tidak Cocok Main di Chelsea
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 15:06Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 15:01Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 13:08Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 10:30Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 07:36Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 31 Oktober 2026 17:44Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 16:36Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
BERITA LAINNYA
-
inggris 31 Oktober 2026 15:06Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
-
inggris 31 Oktober 2026 15:01Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
-
inggris 31 Oktober 2026 13:08Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
-
inggris 31 Oktober 2026 10:30Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
-
inggris 31 Oktober 2026 07:36Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)

