
Bola.net - Arsenal sedang berada di jalur menuju musim yang bisa menjadi salah satu yang paling bersejarah dalam era modern klub. Tim asuhan Mikel Arteta memimpin perburuan gelar Premier League sekaligus masih bersaing di Liga Champions, FA Cup, dan Carabao Cup.
Namun, di tengah performa impresif tersebut, apresiasi terhadap Arsenal tidak selalu datang dengan mudah. Di luar lapangan, kritik mengenai gaya bermain mereka justru semakin sering terdengar, baik dari pelatih lawan maupun tokoh-tokoh dalam dunia sepak bola.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan menarik, apakah Arsenal benar-benar kurang dihargai, atau justru kesuksesan mereka memicu ketidaknyamanan di kalangan rival?
Arsenal Dinilai Semakin Sulit Dikalahkan

Beberapa sosok di Premier League melihat Arsenal sebagai tim yang sangat sulit ditembus, terutama ketika mereka sudah unggul lebih dulu dalam pertandingan.
Mengutip The Athletic, seorang analis dari klub Premier League menggambarkan betapa sulitnya menghadapi Arsenal ketika situasi berubah setelah gol pertama tercipta. Menurutnya, celah yang sebelumnya terlihat dalam analisis pertandingan bisa langsung menghilang begitu Arsenal memimpin.
Ia menjelaskan bahwa saat skor masih imbang, lawan masih merasa memiliki peluang untuk menekan Arsenal. Namun begitu mereka tertinggal, struktur permainan Arsenal menjadi jauh lebih rapat dan disiplin.
“Ketika skor masih 0-0 Anda merasa masih punya kesempatan membuat mereka frustrasi. Tapi begitu tertinggal, ceritanya berubah total. Ruang yang sebelumnya terlihat seolah hilang begitu saja,” katanya.
Statistik pertahanan Arsenal musim ini memperkuat pandangan tersebut. Hingga tahap kompetisi yang sama, Arsenal hanya kebobolan 22 gol, jauh lebih sedikit dibandingkan Everton yang menjadi tim dengan pertahanan terbaik ketiga tetapi sudah kebobolan 33 gol.
Senjata Mematikan Arsenal: Set-Piece

Salah satu aspek permainan Arsenal yang paling sering disorot adalah kemampuan mereka dalam memaksimalkan situasi bola mati.
Arsenal menjadi salah satu tim dengan pendekatan paling detail dalam memanfaatkan situasi tersebut. Ada tiga faktor utama yang membuat Arsenal sangat berbahaya dari bola mati.
Pertama adalah kualitas analisis pertandingan yang memungkinkan mereka mengidentifikasi kelemahan lawan dengan sangat spesifik.
Kedua adalah kualitas umpan dari pemain seperti Bukayo Saka dan Declan Rice.
Ketiga adalah banyaknya pemain dengan kemampuan duel udara yang kuat, terutama Gabriel yang sangat agresif menyerang bola.
Arsenal sempat menjadi pengecualian di Premier League karena lebih sering menggunakan inswinging corner dibandingkan tim lain. Kini, pendekatan tersebut mulai diikuti banyak klub.
Bahkan beberapa tim mencoba meniru detail kecil dari pendekatan Arsenal, mulai dari cara mereka menumpuk pemain di area enam yard hingga bagaimana para bek berjalan perlahan ke depan sebelum tendangan sudut diambil untuk meningkatkan tekanan psikologis kepada lawan.
Kritik Soal Game Management dan Time-Wasting

Meski efektif, pendekatan Arsenal tidak lepas dari kritik. Beberapa pelatih menilai gaya bermain mereka terlalu pragmatis dan sering memperlambat tempo pertandingan.
Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, menjadi salah satu yang paling vokal setelah timnya kalah 0-1 dari Arsenal. Ia menyoroti beberapa momen ketika kiper David Raya meminta perawatan serta lamanya Arsenal mengeksekusi bola mati.
“Itu bukan sepak bola, apa yang Arsenal lakukan di sana,” kata Hurzeler. “Mereka membuat aturan sendiri, apa pun cara mereka bermain.”
Kritik serupa juga datang dari pelatih Liverpool, Arne Slot, yang menilai meningkatnya fokus pada bola mati membuat sebagian pertandingan Premier League musim ini kurang menyenangkan untuk ditonton.
Meski begitu, Slot tidak secara khusus menyalahkan Arsenal. Ia justru menilai timnya juga perlu memanfaatkan tren tersebut.
Pep Guardiola juga mengakui bahwa sepak bola modern memang semakin menaruh perhatian pada detail bola mati.
“Kami juga bergerak ke arah itu,” ujar manajer Manchester City tersebut. “Sekarang saya jauh lebih memperhatikan set-piece dibandingkan ketika saya memulai karier sebagai pelatih.”
Pujian Dari Banyak Pelatih Top

Di tengah kritik yang muncul, tidak sedikit pelatih yang justru memberikan pujian besar kepada Arsenal.
Pelatih Brentford, Keith Andrews, menyebut Arsenal sebagai tim terbaik di Inggris saat ini. Ia memuji kualitas individu pemain, mentalitas tim, serta struktur taktik yang dibangun Arteta.
Scott Parker dari Burnley juga memuji kualitas taktik Arsenal. “Ini tim yang dilatih dengan luar biasa. Mereka bisa menyelesaikan berbagai situasi dalam pertandingan. Mereka bukan tim yang hanya mengandalkan bola mati,” katanya.
Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, secara khusus menyoroti kualitas lini belakang Arsenal yang dipimpin David Raya, William Saliba, dan Gabriel.
David Moyes juga memberikan dukungan terhadap Arsenal di tengah kritik yang beredar. “Saya sering mendengar kritik terhadap Arsenal,” katanya.
“Namun, jika Anda benar-benar berada di dunia sepak bola dan memahami apa yang terjadi, mereka melakukan pekerjaan luar biasa untuk memimpin liga.”
Arsenal Jadi Simbol Perubahan Gaya Premier League
Meski demikian, tidak semua orang di sepak bola merasa nyaman dengan tren yang kini berkembang.
Muncul penilaian bahwa sepak bola Inggris musim ini menjadi lebih mengutamakan fisik dan lebih fokus pada detail set-piece dibandingkan kreativitas dalam permainan terbuka.
Nah yang menarik, endekatan seperti ini berpotensi membawa sepak bola Inggris kembali ke gaya lama yang lebih mengutamakan kekuatan fisik dibandingkan kualitas teknis.
Di balik perdebatan tersebut, satu hal tampak jelas, hampir semua pihak di dalam industri sepak bola tetap menghormati apa yang telah dibangun Arsenal.
Banyak orang mungkin tidak selalu menyukai cara mereka bermain. Namun, efektivitas, disiplin taktik, dan konsistensi mereka musim ini sulit untuk diperdebatkan.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Prediksi Arsenal vs Everton: The Gunners Diunggulkan, tapi Tak Akan Mudah
- Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 14-17 Maret 2026
- 5 Gelandang Incaran Manchester United: Sandro Tonali Jadi Nama Terbaru yang Masuk Daftar
- Proyek Stadion Baru Manchester United Terancam Molor Hingga 10 Tahun, Ada Masalah Apa?
- Man United vs Aston Villa: Inilah Taktik yang Bisa Dipakai Setan Merah untuk Kalahkan Tim Tamu
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
-
Liga Inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 00:01Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
MOST VIEWED
Manchester United Siapkan Kejutan dengan Coba Rekrut Cristian Romero dari Tottenham
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Akhir Kisah Mahal Jadon Sancho di Manchester United: Dibeli Rp1,6 Triliun Dilepas Gratis
Drama Transfer Marcus Rashford: Bayern Munchen Siap Bayar 26 Juta Pounds, Tapi Sang Pemain Cuma Mau Barcelona
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258025/original/049348900_1781284380-WhatsApp-Image-2026-06-07-at-21.18.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258021/original/049320000_1781280000-IMG_3050.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258013/original/006737600_1781276190-e2001b80-b050-4b87-a3c6-be9e1ae6b1b6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258008/original/069230000_1781274988-1001368757.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7709282/original/047398800_1780509884-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_18.47.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7690736/original/055187600_1780488099-7.jpg)
