
Bola.net - Sekitar sebulan lalu, Arsenal berada di jalur yang tampak nyaris sempurna. Mereka memimpin persaingan di Premier League, masih bertahan di Liga Champions, dan juga melaju di dua kompetisi domestik, Carabao Cup serta FA Cup.
Alhasil, dalam banyak analisis sepak bola Inggris, tim asuhan Mikel Arteta bahkan mulai disebut sebagai kandidat serius untuk meraih quadruple. Namun, dalam waktu yang sangat singkat, narasi itu runtuh.
Arsenal lebih dulu gagal mengangkat trofi Carabao Cup setelah kalah 0-2 dari Manchester City pada final di Wembley, 22 Maret 2026. Kekalahan tersebut menjadi pukulan pertama bagi ambisi besar mereka musim ini.
Belum sempat benar-benar bangkit dari kekecewaan itu, pukulan berikutnya datang di FA Cup. Minggu, 5 April 2026, Arsenal secara mengejutkan disingkirkan Southampton dengan skor 1-2 pada laga perempat final di St Marys Stadium.
Southampton membuka keunggulan lebih dulu melalui Ross Stewart. Arsenal sempat membalas lewat Viktor Gyokeres, tetapi gol Shea Charles memastikan kemenangan tuan rumah sekaligus mengakhiri perjalanan The Gunners di kompetisi tersebut.
Dalam waktu kurang dari dua pekan, dua peluang trofi langsung menghilang.
Dari Kandidat Quadruple ke Realitas

Situasi ini terasa kontras dengan kondisi Arsenal beberapa minggu sebelumnya. Ketika performa mereka stabil dan konsisten, pembicaraan tentang quadruple bukanlah sesuatu yang berlebihan.
Arsenal tampil dominan dalam banyak pertandingan. Mereka memiliki kedalaman skuad yang cukup baik serta permainan kolektif yang matang.
Kombinasi penguasaan bola, pressing agresif, dan kreativitas lini tengah membuat mereka tampak seperti tim yang siap bersaing di semua kompetisi.
Kekalahan di final Carabao Cup memunculkan kritik terhadap beberapa keputusan Mikel Arteta, termasuk pemilihan pemain dan pendekatan taktik di laga final.
Tak lama setelah itu, kekalahan dari Southampton kembali memperlihatkan masalah lain, yaitu kesalahan defensif dan kegagalan memaksimalkan peluang.
Dalam dua pertandingan krusial tersebut, Arsenal bukan hanya kalah. Mereka terlihat rapuh pada momen-momen yang menentukan.
Rotasi, Jadwal Padat, dan Risiko

Situasi ini juga tidak lepas dari padatnya jadwal pertandingan yang harus dihadapi Arsenal. Sebagai tim yang bersaing di berbagai kompetisi, rotasi pemain menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.
Beberapa perubahan komposisi tim terlihat dalam pertandingan FA Cup. Keputusan itu sebagian dipengaruhi kebutuhan menjaga kebugaran pemain inti di tengah jadwal yang sangat padat.
Di atas kertas, rotasi merupakan langkah yang wajar. Namun, risikonya juga jelas, yaitu stabilitas permainan bisa terganggu, terutama ketika laga yang dihadapi memiliki tekanan besar.
Kondisi tersebut terlihat ketika Arsenal menghadapi Southampton. Beberapa kesalahan individu dan kurangnya efektivitas di depan gawang akhirnya menjadi faktor yang menentukan hasil pertandingan.
Target yang Kini Tersisa
Dengan tersingkirnya Arsenal dari Carabao Cup dan FA Cup, ambisi quadruple resmi berakhir. Treble domestik juga tidak mungkin lagi dicapai.
Kini Arsenal hanya memiliki dua target yang tersisa: Premier League dan Liga Champions.
Secara matematis peluang itu masih terbuka. Arsenal masih memimpin klasemen liga, sementara perjalanan mereka di kompetisi Eropa juga belum berakhir.
Meski begitu, perubahan situasi dalam beberapa pekan terakhir menghadirkan pertanyaan yang berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya apa yang ingin dikejar Arsenal musim ini?
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Sebenarnya Apa yang Dikatakan Enzo Fernandez Sehingga Dapat Sanksi dari Chelsea?
- Ryan Giggs Desak Michael Carrick Rekrut Adam Wharton ke Manchester United: Dia Sudah MU Banget!
- Benarkah Hubungan Chelsea dan Enzo Fernandez Retak?
- Barcelona Mundur, MU Punya Calon Pembeli untuk Marcus Rashford: Siap Bayar Hampir 2 Kali Lipat!
- Bintang Everton Ini Girang Diminati Manchester United, Ingin Gabung Klub Impiannya!
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 21 Mei 2026 19:55Luke Shaw Jalani Musim Terbaiknya Bersama Manchester United
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 21 Mei 2026 19:55Luke Shaw Jalani Musim Terbaiknya Bersama Manchester United
-
inggris 21 Mei 2026 19:00West Ham Siap Jual Bintangnya ke MU, Tapi...
-
inggris 21 Mei 2026 18:54Liverpool Didesak Coret Mohamed Salah dari Laga Perpisahan di Anfield
SOROT
-
Liputan6 21 Mei 2026 20:00Penyebab IHSG Anjlok 3,54% Hari Ini 21 Mei 2026
-
Liputan6 21 Mei 2026 17:33PlayStation 5 Pro Masuk Indonesia, Harganya Bikin Mikir Dua Kali
MOST VIEWED
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Arsenal Juara Premier League Tanpa Hadiah Uang Tunai, tapi Bisa Kantongi Pemasukan hingga Rp3,9 Triliun!
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 16-20 Mei 2026
Manchester United Siapkan Skema Tukar Tambah Demi Rafael Leao, AC Milan Tergiur Katakan Ya!
HIGHLIGHT
Inter Salip MU dan Liverpool! Ini Daftar Klub deng...
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musi...
Trio Ganas Bayern Munchen Tembus 100 Gol, Ini 10 L...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5755717/original/040386500_1778657615-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4941541/original/001537900_1726010946-PS5_Pro_02.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/6502900/original/028534500_1779359525-prabowo-depan-puan-di-dpr-pilu-hati-saya-kadang-pdip-kritiknya-keras-banget-79f35c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/6502722/original/068145200_1779359227-perintah-prabowo-ke-purbaya-ganti-pemimpin-bea-cukai-jika-tak-becus-kerja-fe7937.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6502550/original/036716900_1779359035-Screenshot_2026-05-21_at_16.12.14.jpg)

