FOLLOW US:


Mengeluhkan Mentalitas Skuat Chelsea, Sarri Dinilai Telah Mempermalukan Dirinya Sendiri.

01-04-2019 14:00

 | Maurizio Sarri

Mengeluhkan Mentalitas Skuat Chelsea, Sarri Dinilai Telah Mempermalukan Dirinya Sendiri.
Maurizio Sarri © AFP

Bola.net - Bos Chelsea, Maurizio Sarri kian terpojok dalam beberapa bulan terakhir. Dia gagal membuat Chelsea menyuguhkan permainan yang stabil. Performa Chelsea masih labil, terkadang apik, sering merosot. Kondisi ini membuat masa depan Sarri di Chelsea mulai terancam.

Uniknya, ketika timnya menelan kekalahan, Sarri sering mengeluhkan mentalitas pemain. Dia menilai skuat Chelsea tidak terlalu kuat secara mental. Sarri juga beberapa kali mengaku kesulitan memotivasi skuat Chelsea.

Keluhan Sarri ini direspons pedas oleh mantan pemain Chelsea, Mario Melchiot. Dia yakin mendongkrak mentaitas para pemain adalah tugas pelatih. Artinya Sarri mengelukan mentalitas karena dia sendiri yang tidak bisa mendongkrak mental.

Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Tugas Pelatih

Menurut Melchiot, Sarri telah membuat kesalahan ketika mengeluhkan mentalitas skuat Chelsea. Pemain memang bertanggung jawab langsung pada performa di lapangan dan hasil akhir, tetapi mentalitas sebenarnya merupakan tugas pelatih.

"Saya selalu mengatakan ini, masalah mental merupakan salah satu kunci bagi pelatih, sebab kekuatan mental dan persiapan tim bergantung pada pelatih," ujar Melchiot kepada Starsport.

"Ketika sudah menyangkut pemain yang membuat kesalahan, itu bukan urusan pelaih. Jika saya di lapangan dan saya membuat kesalahan, itu masalah individual."

"Usaha tim dan motivasi tim, itulah tugas anda sebagai pelatih," lanjut dia.

2 dari 2

Membuka Masalah Sendiri

Sebab itu, Melchiot meminta Sarri berhati-hati dan tidak lagi mengkritik mentalitas tim. Dia yakin ketika mengkritik soal kekuatan mental tim, Sarri sebenarnya mempermalukan dirinya sendiri. Sarri seakan-akan mengakui bahwa dia tidak cukup baik dalam memotivasi timnya.

"Dia pernah berkata sebelumnya bahwa dia tidak menyukai motivasi tim, atau mengaku sangat sulit memotivasi mereka. Lalu, sebulan kemudian dia berkata: 'saya menyukai tim saya, vis mereka saat ini'."

"Jadi itu sedikit berisiko dan bisa menyulitkan anda. Saya pikir pelatih tidak akan pernah diuntungkan ketika dia menyerang kekuatan mental timnya, sebab kekuatan mental suatu tim berada di telapak tangan pelatih.