
Ya, pada musim ini West Ham telah bertransformasi menjadi tim spesialis penghancur tim-tim raksasa Premier League. Mulai dari sang juara bertahan , Manchester City, Liverpool serta Arsenal sudah bertekuk lutut di bawah kaki Dimitri Payet dkk. Untuk menyempurnakan rekor Giant Slaying mereka, akhir pekan ini mereka akan mengincar raksasa Premier League, Manchester United sebagai korban terakhir mereka di paruh musim ini.
Meski langganan menghancurkan para tim-tim raksasa Premier League, West Ham terkadang masih terpeleset saat menghadapi tim-tim yang levelnya di bawah tim-tim elit tersebut. Lantas apakah yang membuat The Hammers begitu perkasa melawan tim-tim raksasa Premier League musim ini? Berikut Bolanet coba rangkumkan lima resep rahasia Giant Slaying West Ham United.[initial]
(bola/dub)
Mengandalkan Serangan Sayap

Hanya sekitar 26% Serangan West Ham dibangun dari tengah, sedangkan 44% Serangan mereka dibangun dari Sayap Kiri dan 30 % serangan mereka dibangun dari sayap kanan. Data ini diperkaut dengan tingginya angka Crossing yang dilakukan West Ham dengan rata-rata 12,25 Crossing per laga.
Strategi Counter Attack

Akan tetapi West Ham sangatlah efisien dalam memanfaatkan peluang yang mereka miliki. Dari empat pertandingan tersebut mereka sudah mencetak total 9 gol, dimana 5 gol diantaranya berawal dari skema counter attack.
Ketangguhan Adrian

Catatan statistiknya pun tidak kalah mengesankan. Dalam tiga pertandingan tersebut kiper Spanyol tersebut dipaksa melakukan 12 penyelamatan, 4 tangkapan serta satu tinjuan untuk menjaga gawang The Hammers kebobolan lebih jauh. Salah satu aksi heroiknya terlihat pada laga kontra Manchester City, dimana ia menggagalkan beberapa peluang beruntun dari Sergio Aguero.
Skema Set Piece Yang Bagus

Hal ini terlihat dari laga kontra Arsenal dimana skema Set Piece West Ham sukses membuat Cheikhou Koyate mencetak gol ke gawang Petr Cech. Selain itu Gol Diaffra Sakho ke gawang Manchester City juga lahir melalui skema Set Piece, dimana melalui skema sepak pojok Pedro Obiang meneruskan bola umpan Lanzini ke Sakho yang kemudian menjebol gawang Joe Hart
Magis Dimitri Payet

Dibeli dari Olympique Marseille, Payet sukses menjadi dirijen serangan The Hammers musim ini. Ia sukses mendikte serangan West Ham dan terbukti ia sukses membuat 2 assist dari empat laga dan membuat total delapan peluang kala melawan tim-tim raksasa Premier League tersebut.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 14:34 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 10:32
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 14:34 -
Otomotif 7 Maret 2026 14:19 -
Bola Indonesia 7 Maret 2026 13:49 -
Otomotif 7 Maret 2026 13:43 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 13:32 -
Liga Spanyol 7 Maret 2026 12:38
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521321/original/093427500_1772686371-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-05T114830.134.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393717/original/015237000_1540615511-God-Bless4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523728/original/070959200_1772858220-WhatsApp_Image_2026-03-07_at_11.22.56_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5173831/original/051249100_1742885112-WhatsApp_Image_2025-03-25_at_13.06.23.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502683/original/001374000_1771019458-Chelsea_PialaFA.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507722/original/041308700_1771540940-2.jpg)

