Mikel Arteta Akui Keputusan Taktiknya Sempat Jadi Bumerang saat Arsenal Bungkam West Ham

Mikel Arteta Akui Keputusan Taktiknya Sempat Jadi Bumerang saat Arsenal Bungkam West Ham
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bertepuk tangan kepada para pendukung setelah pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Manajer Arsenal, Mikel Arteta mengakui dirinya membuat keputusan yang kurang tepat ketika Ben White mengalami cedera dalam laga kontra West Ham, Minggu (10/5/2026). Meski demikian, Arsenal tetap berhasil membawa pulang kemenangan penting 1-0 dari London Stadium.

Gol tunggal kemenangan The Gunners dicetak Leandro Trossard lewat tembakan yang sempat berubah arah. Arsenal sebenarnya nyaris kehilangan kemenangan di menit-menit akhir setelah Callum Wilson mencetak gol penyeimbang pada menit ke-95.

Namun, gol tersebut dianulir VAR setelah wasit menilai terjadi pelanggaran terhadap kiper David Raya.

Perubahan Taktik Arsenal

Perubahan Taktik Arsenal

Pemain Arsenal, Riccardo Calafiori, mengontrol bola di depan pemain West Ham, Aaron Wan-Bissaka, dalam pertandingan Premier League, Minggu (10/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Pertandingan berlangsung ketat dan penuh tekanan, terutama setelah Arsenal dipaksa melakukan sejumlah perubahan taktik akibat badai cedera. White harus ditarik keluar pada babak pertama usai mengalami masalah setelah berduel dengan Crysencio Summerville.

Situasi itu membuat Arteta mengambil keputusan darurat dengan memasukkan Martin Zubimendi dan menggeser Declan Rice ke posisi bek kanan hingga turun minum.

Namun, perubahan tersebut rupanya tidak berjalan sesuai harapan. Pada babak kedua, Arteta kembali melakukan rotasi dengan memasukkan Cristhian Mosquera menggantikan Riccardo Calafiori.

Mosquera kemudian dimainkan sebagai bek kanan, sementara Myles Lewis-Skelly digeser ke sisi kiri pertahanan dan Rice kembali ke posisi naturalnya di lini tengah.

Pengakuan Arteta

Pengakuan Arteta

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth di London, Inggris, Sabtu (11/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Arteta mengakui keputusan awalnya memainkan Rice di bek kanan justru membuat Arsenal kesulitan mengontrol sisi lapangan tersebut.

“Kami sebenarnya sangat dominan dan ingin mencoba sesuatu yang berbeda dengan memasukkan Mosquera. Saat itu saya memilih Declan bermain di sana, tetapi ada beberapa situasi di sisi tersebut yang membuat kami sedikit kesulitan,” ujar Arteta kepada Sky Sports.

Pelatih asal Spanyol itu juga menyebut perubahan tambahan di babak kedua menjadi langkah penting untuk mengubah ritme permainan Arsenal.

“Kami merasa perlu mengubah permainan dan membutuhkan dua pemain yang benar-benar agresif di area menyerang. Kami mengambil risiko itu dan akhirnya mendapatkan hasil,” lanjutnya.

Pada pertengahan babak kedua, Arteta memasukkan Martin Odegaard dan Kai Havertz demi meningkatkan kreativitas serangan. Pergantian tersebut terbukti efektif karena Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai.

Efek Domino Cedera Ben White

Efek Domino Cedera Ben White

Ekspresi Ben White usai laga Southampton vs Arsenal di FA Cup 2025/2026, Minggu (5/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Dalam wawancara terpisah bersama Match of the Day, Arteta kembali menyoroti efek domino dari cedera White yang memaksanya mengubah banyak rencana sejak awal pertandingan.

“Kami memulai laga dengan sangat baik dan menciptakan tiga peluang besar. Namun setelah cedera Ben White, kami harus menyesuaikan banyak hal dan itu tidak benar-benar berjalan baik,” katanya.

Selain membahas taktik, Arteta juga menilai keputusan VAR menganulir gol West Ham sudah tepat. Menurutnya, Raya jelas mendapat gangguan saat berusaha mengamankan bola di kotak penalti.

“Wasit dan VAR menunjukkan keberanian untuk menghentikan permainan dan menganalisis situasi itu. Saya rasa semua orang sepakat itu adalah pelanggaran yang jelas karena David hampir menguasai bola sepenuhnya,” tegas Arteta.

Kemenangan ini membuat Arsenal terus menjaga persaingan di papan atas klasemen Premier League, sekaligus menunjukkan kemampuan Arteta beradaptasi di tengah situasi sulit sepanjang pertandingan.