Misi Mikel Arteta Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun Arsenal Lewat Duet Declan Rice-Zubimendi

Misi Mikel Arteta Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun Arsenal Lewat Duet Declan Rice-Zubimendi
Gelandang Arsenal, Martin Zubimendi dan rekan setimnya usai kebobolan melawan Bournemouth, 12 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, merasa sangat beruntung memiliki duet Martin Zubimendi dan Declan Rice di lini tengah. Kehadiran mereka dianggap sebagai berkah besar bagi tim saat memasuki lima pekan terakhir musim 2025/26.

Arsenal saat ini menempati posisi kedua klasemen Premier League setelah kalah tajam dalam urusan mencetak gol dari Manchester City. Situasi ini membuat setiap pertandingan tersisa memiliki nilai yang sangat besar bagi tim. Di ruang ganti, Arteta juga beberapa kali menekankan pentingnya konsistensi, bukan sekadar hasil sesaat.

Perjalanan menuju gelar berlanjut dengan laga tandang ke markas Newcastle United. Pertandingan ini diperkirakan berlangsung dengan intensitas tinggi karena kedua tim memiliki target berbeda. Dari sudut pandang Arsenal, laga ini menjadi salah satu ujian paling berat dalam beberapa pekan terakhir.

Arteta meminta para pemainnya tampil tanpa menahan diri di sisa musim. Ia menilai peluang juara masih terbuka, tetapi hanya bisa dijaga dengan fokus penuh di setiap pertandingan. Dalam beberapa sesi latihan terakhir, ia juga terlihat lebih banyak memberi instruksi langsung di lapangan.

Pujian untuk Martin Zubimendi

Pujian untuk Martin Zubimendi

Aksi Martin Zubimendi dalam laga Liga Inggris 2025/2026 antara Arsenal vs Everton, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Martin Zubimendi berpeluang mencapai 50 penampilan jika dimainkan saat melawan Newcastle. Pemain asal Spanyol itu menunjukkan adaptasi cepat sejak bergabung pada musim panas. Perannya di lini tengah terlihat stabil dalam berbagai situasi pertandingan.

Selain kontribusi di lapangan, Zubimendi juga memberi pengaruh di ruang ganti. Ia dikenal mudah berkomunikasi dengan rekan setim dan menjaga suasana tetap positif. Hal ini membuatnya cepat diterima oleh skuad Arsenal.

"Dia sangat bagus. Maksud saya, bermain 50 kali untuk Arsenal di musim pertama pada level yang ia tunjukkan dan jumlah kemenangan yang kami raih, Anda harus melakukan hal-hal dengan cara yang luar biasa," ujar Mikel Arteta.

"Dia sangat disukai oleh semua orang. Anda bisa merasakan reaksinya dan bagaimana perasaannya terhadap rekan setimnya begitu baik. Kami diberkati memilikinya," lanjutnya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 25 April 2026
Arsenal Arsenal
23:30 WIB
Newcastle Newcastle

Declan Rice Sang Pembeda

Declan Rice Sang Pembeda

Reaksi Declan Rice usai pertandingan Arsenal melawan Manchester City di Etihad, 19 April 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selain Zubimendi, Declan Rice juga mendapat apresiasi tinggi dari Arteta. Gelandang timnas Inggris itu tampil konsisten sepanjang musim. Ia bahkan sempat dipercaya menjadi kapten dalam beberapa pertandingan penting.

Rice hanya berjarak dua laga lagi dari 50 penampilan musim ini. Arteta menilai kontribusinya sangat penting dalam menjaga keseimbangan tim. Dalam beberapa pertandingan besar, Rice juga sering menjadi penentu ritme permainan.

"Kita tahu pemain seperti apa yang kita miliki, betapa beruntungnya kita memilikinya. Musim yang ia jalani ini sungguh luar biasa dan begitulah adanya," tegas Arteta.

"Ini adalah tentang penampilan berikutnya dan sekarang adalah Newcastle. Saya yakin dia akan melangkah lagi dan membuat perbedaan bagi tim," tambahnya.

Siap Berikan Segalanya Lawan Newcastle

Arteta menyampaikan pesan yang jelas kepada seluruh pemain jelang laga kontra Newcastle. Ia meminta tim bermain penuh tanpa menyisakan tenaga di lima pertandingan terakhir Premier League. Instruksi ini disampaikan dengan nada tegas dalam sesi internal tim.

Pelatih asal Spanyol itu juga menyadari kekuatan Newcastle United yang terus berkembang di bawah Eddie Howe. Arsenal perlu tampil disiplin jika ingin membawa pulang poin dari laga tandang tersebut. St James’ Park juga dikenal memberikan tekanan besar bagi tim tamu.

"Kejelasan tentang apa yang harus kami lakukan tidak bisa lebih baik lagi. Lima pertandingan tersisa, besok adalah gim pertama, lakukan segalanya. Mari kita kejar itu," seru Arteta.

"Semua yang Anda miliki, Anda harus meletakkannya di atas meja, dan Anda harus mewujudkannya. Itu sudah sangat jelas bagi kami," pungkasnya.

Arteta juga membawa pengalaman pribadinya saat masih menjadi pemain. Ia pernah meraih gelar liga melalui selisih gol pada 2003 bersama Rangers. Pengalaman itu kini ia jadikan bahan refleksi untuk menenangkan sekaligus mengarahkan tim di fase akhir musim.