
Bola.net - Jose Mourinho akhirnya mengungkapkan alasan mengapa ia memilih untuk melego Juan Mata pada bursa transfer bulan Januari lalu. Mou mengatakan bahwa dirinya mencari seorang gelandang serang yang sempurna.
Seperti yang diketahui, The Happy One secara mengejutkan memutuskan untuk melego Mata, yang saat itu dilabeli sebagai pemain terbaik Chelsea. Pemain asal Spanyol tersebut dijual ke Manchester United dengan harga mencapai 37 juta Pounds.
Mourinho mengatakan bahwa Mata tak cocok dengan kriteria pemain idamannya.
"Setiap pemain harus bekerja demi tim, baik dengan, atau tanpa bola. Setiap pemain harus memberikan kontribusi bagi pertahanan, dan bagi gelandang serang, ada tanggung jawab besar untuk menekan lawan ketika mereka menguasai bola di daerah pertahanannya sendiri," tutur pria asal Portugal tersebut pada Chelsea Magazine.
"Sangatlah penting untuk mencoba memenangkan perebutan bola sedekat mungkin dengan gawang lawan. Sebab, ketika Anda sukses melakukan ini, biasanya lawan tak siap untuk menghadapi serangan balik. Bek lawan tak berada dalam posisi ideal dalam mengatasi serangan kilat. Jadi, Anda memiliki kesempatan bagus untuk menemukan celah, mengeskploitasinya dan kemudian berharap untuk bisa mencetak gol," jelasnya lagi. [initial]
(ds/dim)
Seperti yang diketahui, The Happy One secara mengejutkan memutuskan untuk melego Mata, yang saat itu dilabeli sebagai pemain terbaik Chelsea. Pemain asal Spanyol tersebut dijual ke Manchester United dengan harga mencapai 37 juta Pounds.
Mourinho mengatakan bahwa Mata tak cocok dengan kriteria pemain idamannya.
"Setiap pemain harus bekerja demi tim, baik dengan, atau tanpa bola. Setiap pemain harus memberikan kontribusi bagi pertahanan, dan bagi gelandang serang, ada tanggung jawab besar untuk menekan lawan ketika mereka menguasai bola di daerah pertahanannya sendiri," tutur pria asal Portugal tersebut pada Chelsea Magazine.
"Sangatlah penting untuk mencoba memenangkan perebutan bola sedekat mungkin dengan gawang lawan. Sebab, ketika Anda sukses melakukan ini, biasanya lawan tak siap untuk menghadapi serangan balik. Bek lawan tak berada dalam posisi ideal dalam mengatasi serangan kilat. Jadi, Anda memiliki kesempatan bagus untuk menemukan celah, mengeskploitasinya dan kemudian berharap untuk bisa mencetak gol," jelasnya lagi. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 00:40Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
-
Liga Inggris 6 Juni 2026 23:40MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 01:59Prediksi Kroasia vs Slovenia 8 Juni 2026
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 00:40Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
-
Liga Inggris 6 Juni 2026 23:40MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
BERITA LAINNYA
-
inggris 7 Juni 2026 00:40Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
-
inggris 6 Juni 2026 23:40MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
-
inggris 6 Juni 2026 22:40Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
-
inggris 6 Juni 2026 19:25Federico Chiesa Buka Peluang Tinggalkan Liverpool
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)

