FOLLOW US:


Neville: Dari Penantang Juara, MU Kembali Jadi Tim Biasa Saja

16-04-2019 14:19
Neville: Dari Penantang Juara, MU Kembali Jadi Tim Biasa Saja
Manchester United © AP Photo

Bola.net - Gary Neville menilai performa Manchester United masih jauh dari kata konsisten. Setan Merah pernah bermain layaknya kandidat juara. Namun, kini mereka seolah kembali jadi tim yang biasa-biasa saja seperti pada awal musim.

Manchester United menjalani periode buruk di bawah komando Jose Mourinho pada musim 2018/19 ini. Ditunjukkan Ole Gunnar Solksjaer pada Desember 2018 jadi angin segar bagi Setan Merah. Paul Pogba dan kolega tampil begitu perkasa di semua ajang.

Namun, belakangan performa Manchester United mulai menurun. Dari enam laga di semua kompetisi, mereka harus menelan empat kali kekalahan. Hanya dua laga saja yang mampu dimenangkan tim yang bermarkas di Old Trafford.

Simak pernyataan Gary Neville di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 2

Tidak Stabil

"Itu sungguh tidak bisa dipercaya, laga yang mereka mainkan, saat melawan PSG, adalah adalah salah satu malam terbaik yang saya pernah miliki sebagai fans Manchester United," ucap Neville dikutip dari Sky Sports.

"Itu gila, sungguh gila. Tapi, rasanya Manchester United kembali mencapai hal yang tidak terpikirkan," sambungnya merujuk pada kemenangan 1-3 Manchester United atas PSG pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions musim 2018/19.

Hanya saja, setelah itu performa Setan Merah mulai menurun. Dimulai dengan kalah dari Arsenal dan Wolves. Mereka sempat bangkit usai menang dari Watford. Namun, kembali kalah dari Wolves dan Barcelona. Akhir pekan lalu, mereka menang 2-1 atas West Ham.

"Tiba-tiba saja, satu bulan terakhir, mereka mulai menjadi rentan. Mereka mulai tampil seperti layaknya pada awal musim. Pertandingan pun jadi lebih sulit untuk dimenangkan. Itu hanya membuat orang sedih," tandasnya.

2 dari 2

Dari Penantang Juara ke Biasa Saja

Gary Neville menjadi salah satu sosok yang kecewa dengan performa Manchester United dalam beberapa laga terakhir. Padahal, dia sempat punya ekspektasi yang besar. Karena itu, dia melihat bahwa klub yang mendukung penuh Solksjaer di bursa transfer.

"Sebulan lalu, para pemain tampil fantastis, mereka jauh lebih baik dari sebelumnya dan Jose Mourinho tidak mendapatkan yang terbaik ini. Tiga bulan pertama bersama Solksjaer, mereka seperti penantang gelar, mereka adalah tim terbaik," paparnya.

"Namun, tiba-tiba saja mereka semua kini terlibat seperti yang biasa mereka lakukan," tutup eks kapten Manchester United tersebut.