Ogah Buang-Buang Energi, Liverpool Tak Pikirkan Man City!

Richard Andreas | 11 Mei 2022 10:00
Sadio Mane cs merayakan gol dalam duel Aston Villa vs Liverpool, Rabu (11/5/2022) (c) AP Photo

Bola.net - Persaingan ketat Liverpool dan Manchester City jadi warna tersendiri dalam pemburuan gelar juara Premier League 2021/22. Kedua tim terus merangkai hasil apik dan mengalihkan tekanan ke satu sama lain.

Rabu (11/5/2022), Liverpool menundukkan Aston Villa dengan skor 2-1 dalam duel pekan ke-36. Dengan kemenangan ini, The Reds menempel ketat Man City dengan jumlah poin sama, tapi lebih satu pertandingan.

Kamis (12/5/2022), giliran Man City yang akan bertanding, menyambangi Wolverhampton. Jika Pasukan Josep Guardiola menang, mereka bisa memperlebar jarak kembali jadi tiga poin.

Persaingan ketat dua tim top ini dinilai akan terus terjadi sampai akhir musim nanti, sampai ada yang juara. Lantas, apa kata Klopp?

1 dari 3 halaman

Terus mengejar

Sebagai tim yang mengejar, tentu Liverpool berharap Man City terpeleset dan kehilangan poin. Bagi Klopp, posisi itu lebih baik daripada merinci hitung-hitungan klasemen. Liverpool sedang mengejar dan mereka harus mati-matian bermain untuk menang.

"Saya sudah bicara hal ini di konferensi pers dan saya mengundang para pemain untuk mengikuti pemikiran saya," kata Klopp.

"Dalam otak saya, kami tertinggal enam poin sebelum pertandingan terakhir, lalu kami menang dan mereka kalah, kami hanya tertinggal tiga poin."

"Saya datang ke sini [markas Villa] hari ini dengan pemikiran tersebut, berarti kami masih harus mengejar gila-gilaan," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Hanya perlu menang

Intinya, Klopp tahu bahwa timnya hanya fokus untuk menang, terlepas dari hasil Man City. Mereka memikirkan diri sendiri dan terus mencoba menang untuk mendekati trofi.

"Kami tidak membuang-buang energi dengan berpikir: 'Semoga mereka kalah' atau semacamnya. Tidak, kami hanya perlu menang, itu sama sekali tidak berubah," sambung Klopp.

"Sekarang kami harus benar-benar memulihkan diri dan menyambut final FA Cup, sebab jelas tidak ada istilah pengampunan di kompetisi apa pun," tandasnya.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR