Pep Guardiola Menangis di Laga Terakhir bersama Manchester City, Akui Sudah Sangat Lelah

Pep Guardiola Menangis di Laga Terakhir bersama Manchester City, Akui Sudah Sangat Lelah
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, melambaikan tangan kepada para suporter setelah pertandingan melawan Aston Villa di Premier League, Minggu (24/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Pep Guardiola resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah laga terakhir melawan Aston Villa pada Minggu waktu setempat. Pelatih asal Spanyol itu menutup era 10 tahunnya di Etihad Stadium dengan kekalahan 1-2.

Manchester City sempat unggul lebih dulu melalui gol Antoine Semenyo sebelum Aston Villa membalikkan keadaan lewat dua gol Ollie Watkins. Pertandingan tersebut juga menjadi laga perpisahan bagi Bernardo Silva dan John Stones.

Guardiola terlihat emosional setelah peluit panjang dibunyikan. Pelatih berusia 55 tahun itu beberapa kali meneteskan air mata saat menyapa suporter di lapangan.

Selama menangani Manchester City sejak 2016, Guardiola mempersembahkan 20 trofi untuk timnya. Enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions menjadi bagian dari pencapaian besar tersebut.

Pep Guardiola Menangis di Laga Perpisahan

Pep Guardiola Menangis di Laga Perpisahan

Pelatih Manchester City Pep Guardiola memantau dari pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa di Manchester, Minggu, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Guardiola mengaku sulit menahan emosinya dalam laga terakhir bersama Manchester City. Ia mengatakan momen perpisahan itu terasa sangat spesial bagi dirinya.

Tangisan Bernardo Silva juga membuat Guardiola semakin emosional di tengah suasana haru di Etihad Stadium. Atmosfer pertandingan disebutnya menjadi salah satu momen yang tidak akan pernah dilupakan.

"Saya sebenarnya tidak menangis, tetapi ketika melihat Bernardo menangis, saya ikut menangis. Saya sempat mengatakan jangan menangis, tetapi itu tetap terjadi," ujar Guardiola.

"Itu adalah momen yang sangat spesial. Emosinya begitu tinggi dan saya tidak akan pernah melupakannya," lanjut Guardiola.

Guardiola Akui Sudah Sangat Lelah

Guardiola Akui Sudah Sangat Lelah

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola usai laga melawan Bournemouth yang berakhir 1-1, 20 Mei 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Setelah satu dekade melatih Manchester City, Guardiola mengaku kehabisan energi. Ia menyebut seluruh pengorbanan dan kerja kerasnya selama ini sudah diberikan untuk klub.

Guardiola juga membandingkan pengalamannya di Manchester City dengan masa ketika melatih Barcelona dan Bayern Munchen. Namun, ia merasa kenangan selama berada di Manchester memiliki tempat tersendiri.

"Saya sangat lelah. Serius, saya sangat lelah. Saya sudah melakukan semuanya dan kami berhasil melakukannya," kata Guardiola.

"Kenangan saya bersama Barcelona dan Bayern Munchen memang luar biasa, tetapi kenangan selama 10 tahun di sini lebih banyak daripada tempat mana pun," sambung Guardiola.

Kenangan dan Hubungan Lebih Berarti bagi Guardiola

Kenangan dan Hubungan Lebih Berarti bagi Guardiola

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Jon Super

Guardiola menegaskan trofi bukan satu-satunya hal yang membuatnya bahagia selama melatih Manchester City. Menurutnya, hubungan dengan orang-orang di klub justru menjadi hal paling berharga.

Pelatih asal Spanyol itu memimpin Manchester City dalam 593 pertandingan dengan catatan 423 kemenangan. Ia juga membawa City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa.

"Tanpa trofi mungkin saya sudah dipecat, tetapi yang membuat saya bahagia bukan melihat trofi di lemari rumah," ucap Guardiola.

"Yang membuat saya bahagia adalah kenangan dan hubungan yang saya miliki sejak hari pertama dengan kota ini, staf pelatih, dan para pemain," tambah Guardiola.

Guardiola Yakin Waktu Kepergiannya Sudah Tepat

Guardiola Yakin Waktu Kepergiannya Sudah Tepat

Para suporter Manchester City membentangkan spanduk ucapan terima kasih kepada pelatih Pep Guardiola pada laga terakhirnya sebagai manajer dalam pertandingan Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Meski meninggalkan Manchester City dengan suasana emosional, Guardiola merasa keputusan mundur adalah langkah terbaik. Ia percaya klub dan para pemain membutuhkan era baru.

Guardiola juga berterima kasih kepada manajemen Manchester City karena menghormati keputusannya untuk pergi. Menurutnya, pihak klub memahami alasan di balik keputusan tersebut.

"Ini adalah waktu yang tepat. Untuk sementara saya yakin tidak akan merindukan pekerjaan ini," tegas Guardiola.

"Saya benar-benar merasa keputusan ini adalah keputusan yang tepat untuk klub dan para pemain. Saya berterima kasih kepada klub karena menghormati keputusan tersebut dan mereka memahaminya," pungkas Guardiola.

Sumber: Goal International

Klasemen Premier League