Pep Guardiola Semprot Wasit di Tengah Tekanan Perburuan Gelar, Akui Tak Pernah Percaya Sepenuhnya

Pep Guardiola Semprot Wasit di Tengah Tekanan Perburuan Gelar, Akui Tak Pernah Percaya Sepenuhnya
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Tekanan dalam perburuan gelar Liga Inggris tampaknya mulai memengaruhi suasana di kubu Manchester City. Manajer Pep Guardiola melontarkan kritik keras terhadap kinerja wasit dan VAR, bahkan mengaku sudah lama kehilangan kepercayaan terhadap perangkat pertandingan sejak pertama kali datang ke Inggris.

Komentar pedas itu disampaikan Guardiola jelang laga penting kontra Crystal Palace pada tengah pekan. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai timnya tidak bisa berharap bantuan keputusan wasit dalam momen-momen krusial perebutan trofi.

Guardiola menyinggung sejumlah pengalaman pahit yang dialami City dalam beberapa musim terakhir, terutama di partai final Piala FA. Menurutnya, beberapa keputusan penting justru merugikan The Citizens.

“Kami kalah di final karena wasit tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, termasuk VAR,” ujar Guardiola.

Ia menambahkan bahwa satu-satunya cara untuk menghindari kontroversi adalah tampil lebih dominan di atas lapangan.

“Kami harus bermain lebih baik. Saya tidak pernah benar-benar percaya pada wasit maupun VAR sejak datang ke sini,” lanjutnya.

Momen yang Disorot Guardiola

Momen yang Disorot Guardiola

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola usai laga melawan Burnley, 23 April 2025 di lanjutan Premier League. (c) AP Photo/Dave Thompson

Salah satu momen yang kembali disorot Guardiola adalah final Piala FA musim lalu saat City kalah dari Palace. Pada pertandingan itu, penjaga gawang lawan, Dean Henderson, lolos dari kartu merah meski dianggap melakukan handball di luar kotak penalti.

Menariknya, wasit Stuart Attwell yang memimpin laga kontroversial tersebut kembali ditunjuk untuk memimpin pertandingan City melawan Palace kali ini.

Guardiola juga mengingat kembali final Piala FA dua musim lalu saat City takluk dari rival sekota, Manchester United. Dalam laga itu, dua klaim penalti untuk Erling Haaland diabaikan begitu saja.

Pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan bahwa timnya harus berhenti menggantungkan harapan pada keputusan ofisial pertandingan.

“VAR itu seperti lempar koin. Kadang menguntungkan, kadang merugikan. Karena itu kami harus fokus pada diri sendiri,” katanya.

Ia juga membandingkan atmosfer sepak bola Inggris dengan pengalamannya saat melatih Barcelona dan Bayern Munchen. Menurut Guardiola, sejak awal dirinya selalu menanamkan mental kepada pemain untuk menang tanpa bergantung pada faktor eksternal.

Persaingan Menuju Juara

Persaingan Menuju Juara

Pemain Manchester City Omar Marmoush (tengah) merayakan gol bersama Erling Haaland (kiri) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brentford, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Sementara itu, tensi persaingan juara Liga Inggris semakin memanas setelah Arsenal menang tipis 1-0 atas West Ham United. Kemenangan The Gunners diwarnai kontroversi setelah gol penyeimbang West Ham pada menit akhir dianulir VAR karena dianggap terjadi pelanggaran dalam prosesnya.

Hasil tersebut membuat Arsenal tetap berada di posisi terdepan dalam perebutan gelar. City kini tertinggal lima poin, meski masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.

Meski situasi semakin sulit, Guardiola meminta para pemainnya untuk tidak kehilangan fokus dalam dua laga penentuan musim ini.

“Tentu semuanya tidak lagi sepenuhnya ada di tangan kami. Yang terpenting sekarang adalah laga melawan Palace, lalu melihat apa yang terjadi setelahnya,” ucap Guardiola.

“Saya belajar, ketika kehilangan fokus sedikit saja, Anda bisa berada dalam situasi berbahaya.”