Pep Guardiola Ungkap Akar Masalah Manchester City Usai Pekan Buruk

Pep Guardiola Ungkap Akar Masalah Manchester City Usai Pekan Buruk
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola saat konferensi pers jelang laga melawang Bodo/Glimt, 19 Januari 2026 pada lanjutan Liga Champions. (c) Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP

Bola.net - Pep Guardiola angkat bicara setelah Manchester City melewati pekan yang mengecewakan. Dua kekalahan beruntun mengubah suasana di sekitar Etihad Stadium, meski sebelumnya City tampil meyakinkan.

City datang ke derby Manchester dengan kepercayaan diri tinggi. Namun kekalahan telak di Old Trafford, disusul hasil buruk di Liga Champions, membuat momentum mereka terhenti.

Meski demikian, Guardiola menegaskan dirinya tetap tenang. Ia mengaku memahami sepenuhnya alasan di balik penurunan performa tim dan yakin masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan.

1 dari 3 halaman

Hasil Kontras dan Masalah Konsistensi

Hasil Kontras dan Masalah Konsistensi

Ekspresi Erling Haaland dalam laga Manchester United vs Manchester City di Liga Inggris, Sabtu (19/1/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Sebelum pekan buruk tersebut, City sempat menunjukkan tanda kebangkitan. Mereka bermain imbang melawan Chelsea dan Everton, lalu tampil dominan dengan kemenangan 10-1 atas Exeter City di Piala FA.

City juga tampil solid saat mengalahkan Newcastle United 2-0 pada leg pertama semifinal Piala Liga. Rangkaian hasil itu sempat memberi kesan bahwa performa mereka kembali ke jalur positif.

Namun situasi berubah drastis setelah kekalahan 2-0 dari Manchester United di Liga Inggris. Kekalahan 3-1 dari Bodo/Glimt di Liga Champions semakin memperjelas masalah yang dihadapi tim.

City tampil tanpa sejumlah pemain penting dalam laga di Norwegia. Guardiola menyinggung kondisi tersebut dan menyebut timnya tampil terlalu rapuh dalam kekalahan terbaru.

“Kami datang di beberapa sektor tanpa pemain-pemain penting yang memberi konsistensi kepada tim, dan mereka sedikit lebih rapuh dibanding musim lalu pada periode tertentu, tetapi bagaimana mereka berjuang dengan 10 lawan 11 dan banyak pemain yang melangkah maju," ujar Pep.

"Kami harus mengubah dinamika dengan cepat sebelum laga berikutnya melawan Wolves dan kemudian pertandingan terakhir melawan Galatasaray. Kami berharap para pemain bisa kembali sedikit demi sedikit.”

2 dari 3 halaman

Guardiola Yakin Solusi Ada dan Butuh Waktu

Guardiola Yakin Solusi Ada dan Butuh Waktu

Rodri mendapat kartu merah dari wasit Sven Jablonski dalam laga Liga Champions antara Bodo/Glimt vs Manchester City di Norwegia, 21 Januari 2026 (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

Meski tertinggal tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris, City masih bertahan di Piala Liga, Piala FA, dan Liga Champions. Situasi itu membuat Guardiola menekankan pentingnya bersikap tenang.

Dalam pernyataan yang cukup tertutup, Guardiola mengaku memahami sepenuhnya penyebab kesulitan timnya. Ia juga menegaskan bahwa solusi atas masalah tersebut sudah diketahui oleh dirinya dan para pemain.

“Saya tahu alasan kami sedang kesulitan sekarang, seratus persen saya tahu apa yang terjadi dengan tim ini. Jadi mari beri sedikit waktu. Apakah itu akan cukup? Saya tidak tahu. Kerapuhan ini, saya tahu bagaimana cara menyelesaikannya dan para pemain juga tahu.”

Guardiola menambahkan bahwa masalah tersebut tidak berkaitan dengan satu individu saja. Menurutnya, perubahan dinamika dan kemenangan di laga-laga berikutnya menjadi kunci untuk memperbaiki situasi.

“Kerapuhan bukan hanya soal satu pemain. Saya tahu solusinya agar kami tidak rapuh. Kami harus mengubah dinamika dan memenangkan pertandingan besok dan Rabu depan.”

3 dari 3 halaman

Tantangan Arsenal dan Standar Tinggi City

Selama era Guardiola, Manchester City telah meraih banyak trofi, termasuk Liga Champions dan empat gelar Liga Inggris beruntun. Standar tinggi itu, menurut Guardiola, membuat timnya selalu dinilai lebih keras.

Dalam dua dari tiga musim terakhir, City bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar liga. Musim ini, Arsenal dinilai berada dalam posisi kuat untuk mengakhiri penantian panjang mereka.

Guardiola pun mengakui kualitas rivalnya tersebut. Meski begitu, ia berharap City tetap mampu mendekati level Arsenal dan menjaga persaingan hingga akhir.

“Arsenal adalah tim terbaik di dunia saat ini. Mudah-mudahan kami bisa mendekat, menjadi lebih baik dan memberi diri kami satu peluang untuk mengejar mereka.”