FOLLOW US:


Pernyataan 'Nyeleneh' Jose Mourinho: Saya Sudah Raih 25,5 Trofi

09-06-2021 23:29

 | Yaumil Azis

Pernyataan 'Nyeleneh' Jose Mourinho: Saya Sudah Raih 25,5 Trofi
Pelatih Tottenham, Jose Mourinho. © Tottenham Hotspur Official

Bola.net - Pernyataan pelatih baru AS Roma, Jose Mourinho, cukup sering menarik perhatian publik. Baru-baru ini ia mengungkapkan kalau dirinya telah mengoleksi 25,5 gelar di sepanjang karir kepelatihannya.

Mourinho meraih banyak gelar sebagai pelatih adalan sebuah fakta yang tidak terelakkan. Ia nyaris tak pernah absen dalam seremoni penyerahan piala sejak menukangi FC Porto pada tahun 2002 lalu.

Tentu saja, ada beberapa musim di mana dirinya tak mampu menyentuh piala. Seperti waktu menukangi klub terakhirnya sebelum bergabung dengan AS Roma, Tottenham. Mourinho melatih the Lilywhites selama dua musim.

Sebenarnya Mourinho bisa saja mempersembahkan trofi buat klub asal kota London tersebut. Sayangnya, manajemen klub memecatnya hanya selang beberapa hari sebelum laga final Carabao Cup melawan Manchester City digelar.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

25,5 Trofi

Pria berkebangsaan Portugal itu rupanya tidak terima kalau pencapaiannya bersama Tottenham tidak dihitung. Dari situ, Mourinho berkesimpulan kalau dirinya sudah mendapatkan 25,5 gelar di sepanjang karirnya.

"Anda bisa bertanya kepada saya, 'berapa banyak trofi yang telah anda menangkan dalam karir?' Saya akan memberitahu anda 25 setengah. Setengahnya adalah final yang tidak saya mainkan bersama Tottenham," ujarnya kepada the Sun.

"Anda bertanya kepada orang-orang yang memainkan banyak laga final dan semuanya akan berkata, 'memainkan laga final adalah impian' dan tidak masalah apakah itu final pertama, ke-20 atau ke-50, final selalu menjadi impian," lanjutnya.

2 dari 2

Impikan Final di Wembley

Laga final Carabao Cup selalu digelar di Wembley Stadium. Mourinho sudah bolak-bali memenangkan kompetisi tersebut, baik ketika menukangi Chelsea maupun Manchester United. Namun, ia tidak pernah bosan melakoni laga final itu.

"Final di Wembley lebih dari sebuah impian, saya memainkan laga pertama di Wembley yang baru dan tiap kali saya ke sana, rasanya lebih dari sebuah mimpi dan bisa punya kesempatan meraih trofi dengan klub yang jarang memenangkannya tentu saja akan menjadi impian ganda," katanya lagi.

"Saya adalah tipe orang yang saat menutup pintu untuk sebuah klub, saya pindah dan hanya mendoakan yang terbaik untuk orang-orang di sana."

"Namun dengan cara nyeleneh saya akan berkata kalau saya telah meraih 25 setengah gelar, sebab itu adalah sesuatu yang menjadi pertanda dalam karir saya, yakni tak bermain dalam laga final yang di mana saya punya hak untuk berada di sana," pungkasnya.

(The Sun)