FOLLOW US:


Pertahanan Liverpool Dinilai Mulai Lupa Diri, Gampang Kebobolan?

22-08-2019 13:30

 | Richard Andreas

Pertahanan Liverpool Dinilai Mulai Lupa Diri, Gampang Kebobolan?
Liverpool vs Chelsea di UEFA Super Cup 2019. © AP Photo

Bola.net - Barisan bek Liverpool diminta menilai kembali penampilan mereka pada beberapa pertandingan di awal musim 2019/20 sejauh ini. The Reds mungkin tampil lebih buruk daripada musim lalu.

Pandangan ini disampaikan oleh mantan pemain Manchester United yang kini jadi analis Premier League, Gary Neville. Liverpool sudah melewati empat pertandingan sejauh ini, tapi belum benar-benar tampil konsisten.

Kelemahan Liverpool terlihat jelas pada laga melawan tim-tim yang relatif mudah seperti Southampton dan Norwich City. Meski menang, penampilan The Reds tidak benar-benar baik, khususnya barisan bek mereka.

Neville menduga pertahanan buruk Liverpool ini disebabkan oleh perubahan taktik, tapi ternyata masalahnya lebih dari itu. Mengapa? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Garis Pertahanan Tinggi

Bagi Neville, jelas terlihat perbedaan pertahanan Liverpool sejauh ini dengan musim lalu. Garis pertahanan Liverpool tampak terlalu tinggi. Mereka terlalu percaya diri menjemput bola daripada menunggu bola.

"Mereka berbeda. Saya bertanya pada Joe Gomez dan Alexander-Arnold di lapangan usai laga melawan Norwcih, mungkin pertanyaan pertama saya adalah: 'Anda tampak lebih sering naik ke depan, apakah Anda memang memasang garis pertahanan lebih tinggi?'," kata Neville kepada Sky Sports.

"Mereka mengaku tidak, bahwa mereka tidak melakukan hal berbeda di sesi latihan. Saya kira sudah jelas, dari tiga contoh sejauh ini, mata kami tidak berbohong. Bukti itu ada [garis pertahanan lebih tinggi]."

"Ada gambar di mana pun, kamera mengelilingi lapangan. Ada sesuatu yang berubah, saya tidak tahu apa itu," lanjutnya.

2 dari 2

Berbahaya

Di sisi lain, jika Gomez dan Alexander-Arnold berkata jujur bahwa tidak ada perubahan apa pun maka Liverpool harus berhati-hati. Mereka bisa jadi tampil terlalu percaya diri karena merasa sebagai tim kuat.

"Saya kira ketika Anda menjuarai Liga Champions dan kembali semusim setelahnya, Anda sedikit merasa tidak terkalahkan," sambung Neville.

"Anda harus mulai menyadari apa yang terjadi. Mungkin ini hanya masalah mental oleh karena kesuksesan yang baru mereka dapatkan," tandasnya.

Sumber: Sky Sports