FOLLOW US:


Pertanyaan Besar untuk Liverpool dan Man United di Premier League Musim 2020/2021

11-09-2020 07:00

 | Richard Andreas

Pertanyaan Besar untuk Liverpool dan Man United di Premier League Musim 2020/2021
Skuat Liverpool merayakan gelar juara Premier League 2019-20. © Pool Getty via AP Photo

Bola.net - Premier League 2020/21 akan segera dimulai. Rasanya baru kemarin Liverpool juara dalam euforia besar, dan rasanya baru kemarin fans Manchester United bersorak merayakan empat besar. Sekarang, musim baru sudah menunggu dengan tantangan yang berbeda.

Bicara teknis, baik Liverpool dan Manchester United tak banyak bergerak di bursa transfer musim panas ini. Jika tak ingin disebut gagal bermanuver di pasar jual beli pemain, mari kita anggap kedua tim berhasil, setidaknya mengamankan pemain-pemain kuncinya musim depan.

Tengok bagaimana Chelsea bergerilya musim panas ini. Mereka seperti balas dendam setelah larangan transfernya dicabut oleh FIFA. Timo Werner, Hakim Ziyech, hingga Ben Chilwell merapat ke Stamford Bridge. Belum lagi Thiago Silva dan Kai Havertz.

Sah rasanya mengatakan bahwa Chelsea serius menatap Liga Inggris 2020/2021. Tanpa mengesampingkan klub lain seperti Manchester City dan Arsenal misalnya, yang sudah meraih dua gelar dalam 1-2 bulan terakhir, yakni Piala FA dan Community Shield, The Blues agaknya paling agresif dalam urusan transfer pemain.

Namun demikian, bicara soal Manchester United dan Liverpool, bagaimana kedua tim 'paling sukses' itu bisa mengambil peran dalam skenario Liga Inggris 2020/2021?

1 dari 2

Konsistensi Dipertanyakan

Seperti sudah disebutkan di awal, Liverpool baru saja melepas dahaga puasa gelar Liga Inggris selama 30 tahun. Sesuatu yang pantas dirayakan karena aman rasanya mengatakan bahwa mereka sangat sangat sabar.

Yang lebih mengesankan, Liverpool memastikan gelar juara tersebut jauh sebelum kompetisi berakhri. Perbedaan poin dengan Manchester City di peringkat kedua juga sangat jauh.

Catatan miringnya adalah, selepas memastikan juara Liga Inggris 2019/2020, penampilan anak asuh Jurgen Klopp justru seperti ala kadarnya. Mereka bahkan dikalahkan Manchester City 0-4.

Liverpool juga kandas di Piala FA serta Community Shield. Pertanyaan yang kini harus dibebankan adalah konsistensi.

Liverpool telah menetapkan standar sendiri. Mereka harus, setidaknya, berada di sekitar standar tersebut. Dilihat dari 2-3 musim belakangan, statistiknya lebih baik dari musim ke musim. Lalu bagaimana dengan musim 2020/2021?

Manchester City, Chelsea, Manchester United, dan Arsenal mendatangkan banyak pemain. Liverpool? Baru satu, itupun berstatus pelapis Andy Robertson.

Mungkin, Jurgen Klopp ingin mempertahankan 'The Winning Team'? Kita lihat saja.

2 dari 2

Bisa Lebih Baik dari Empat Besar?

Tantangan bagi Manchester United musim ini adalah mengaplikasikan omongan dengan tindakan. Tiga semifinal dan finis ketiga di Liga Inggris musim lalu sebenarnya suatu kemajuan bagi Ole Gunnar Solskjaer, tetapi tugasnya sekarang adalah mengambil langkah yang lebih nyata, yang berbuah gelar.

Pesan dari Solskjaer sejak kedatangannya pada Desember 2018 adalah tentang 'squad rebuilding' yang membutuhkan waktu, tetapi rasanya fase tersebut sudah lewat, dan kini saatnya tancap gas dengan sebuah trofi juara, terutama juara Liga Inggris.

Sejak kedatangan Bruno Fernandes pada bulan Januari, United telah menunjukkan bahwa mereka mampu melakukan performa yang baik dalam jangka panjang. Namun demikian, itu harus direplikasi di seluruh musim jika mereka ingin kembali ke bentuk penampilan mereka seperti saat Setan Merah masih di bawah naungan Sir Alex Ferguson.

Gelandang Ajax Donny van de Beek adalah tambahan yang positif untuk skuat di lini tengah. Tapi, itu saja belum cukup. Memperbaiki 'jarak' dengan Liverpool dan Manchester City akan bergantung pada seberapa baik mereka tampil di bursa transfer sebelum penutupan bursa transfer 5 Oktober.

Setelah itu, start kompetisi akan sangat penting. Mulailah dengan baik dan mereka tidak perlu menjawab pertanyaan tentang apakah mereka bisa lolos ke Liga Champions, dan perhatian akan beralih ke tekanan pada Liverpool dan Manchester City di papan atas klasemen. Jika memulai Liga Inggris 2020/2021 dengan buruk, niscaya Solskjaer akan menghadapi pertanyaan tentang masa depannya menjelang Natal akhir tahun ini.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.com (Gregah Nurikhsani), published on 10 September 2020