Pesona Declan Rice, Gelandang Serba Bisa Arsenal yang Jadi Harapan Baru Inggris di Piala Dunia

Pesona Declan Rice, Gelandang Serba Bisa Arsenal yang Jadi Harapan Baru Inggris di Piala Dunia
Pemain Arsenal, Declan Rice, melakukan pemanasan sebelum laga Liga Inggris melawan Everton, Minggu, 21 Desember 2025. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Memasuki tahun Piala Dunia, peta skuad Inggris mulai terlihat lebih jelas di tangan Thomas Tuchel. Beberapa nama nyaris tak tergantikan, dan di antara mereka, Declan Rice kini berdiri paling depan dalam daftar.

Performa konsisten Rice bersama Arsenal membuatnya tak lagi dipandang sekadar gelandang bertahan. Ia menjelma motor permainan, penghubung lini, sekaligus ancaman nyata di area lawan.

Transformasi itu datang di momen krusial. Inggris memburu gelar Piala Dunia pertama mereka di luar tanah sendiri, dan Rice diproyeksikan menjadi pusat energi di lini tengah.

1 dari 6 halaman

Pilar Konsistensi Arsenal di Era Arteta

Pilar Konsistensi Arsenal di Era Arteta

Pemain Arsenal, Declan Rice (depan), mengontrol bola dalam laga Liga Inggris melawan Everton, Minggu, 21 Desember 2025. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Di bawah arahan Mikel Arteta, Declan Rice tampil sebagai simbol konsistensi Arsenal musim ini. Hampir di setiap laga besar, namanya selalu menjadi penyeimbang sekaligus penggerak permainan.

Sejak didatangkan dari West Ham United pada 2023 dengan nilai transfer besar, Rice langsung menjawab ekspektasi. Ia menjadi figur sentral dalam perburuan gelar Premier League, menjaga intensitas tim dari menit awal hingga akhir.

Peran itu membuat Rice otomatis masuk kategori pemain yang nyaris selalu tersedia. Dalam berbagai kompetisi domestik dan Eropa, ia terus menjadi titik referensi permainan Arsenal.

2 dari 6 halaman

Evolusi Peran: Dari Jangkar ke Box-to-Box

Evolusi Peran: Dari Jangkar ke Box-to-Box

Gelandang Arsenal, Declan Rice. (c) AP Photo/Dave Shopland

Reputasi Rice dibangun sebagai gelandang bertahan klasik. Namun musim ini, perannya berkembang signifikan. Ia lebih sering dilepas untuk menusuk kotak penalti dan mengambil posisi lanjutan di sepertiga akhir lapangan.

Pendekatan ini menjadikan Rice semacam throwback gelandang Inggris era lama, box-to-box, all-action, efektif di dua kotak penalti. Ia tak hanya memutus serangan, tetapi juga tiba di momen tepat untuk mencetak gol.

Pada laga kontra Bournemouth, Rice menunjukkan gambaran ideal peran barunya. Dua gol yang ia cetak bukan sekadar statistik, melainkan penegasan bahwa ia mampu menjadi sumber gol dari lini kedua.

3 dari 6 halaman

Statistik Menyerang yang Mengubah Persepsi

Statistik Menyerang yang Mengubah Persepsi

Pemain Arsenal, Viktor Gyoekeres dan Declan Rice merayakan gol ke gawang Brighton, 27 Desember 2025. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Kontribusi ofensif Rice musim ini tak bisa diabaikan. Empat golnya membuat ia hanya terpaut satu gol dari Leandro Trossard dan Viktor Gyokeres dalam daftar top skor Arsenal.

Ia juga mencatat tiga assist, hanya kalah dari Trossard. Dalam hal tembakan, Rice berada di peringkat keempat Arsenal untuk total tembakan dan tembakan tepat sasaran.

Lebih jauh lagi, ia menjadi kreator peluang utama. Total 32 peluang yang ia ciptakan hanya kalah dari Bukayo Saka, sementara sembilan big chances yang ia hasilkan merupakan yang terbanyak di dalam skuad.

4 dari 6 halaman

Tetap Tangguh Tanpa Kehilangan Naluri Bertahan

Meski agresif menyerang, Rice tidak mengorbankan tugas defensifnya. Catatan tekel dan intersepsinya tetap berada di papan atas Arsenal.

Ia menjadi pemain kedua terbanyak dalam tekel dan intersepsi, serta yang paling sering merebut kembali bola di seluruh area lapangan. Angka ini menegaskan keseimbangan perannya: menyerang tanpa kehilangan disiplin.

Inilah kualitas yang membuatnya begitu berharga bagi Tuchel. Rice mampu menjaga struktur tim sekaligus memberi dorongan progresif dari lini tengah.

5 dari 6 halaman

Ancaman Mematikan dari Bola Mati

Satu aspek lain yang menonjol adalah peran Rice dalam situasi bola mati. Arsenal dikenal sebagai salah satu tim paling berbahaya dari set piece, dan Rice menjadi salah satu arsiteknya.

Sebagai eksekutor sepak pojok dan tendangan bebas, umpan-umpan Rice berkontribusi besar pada dominasi Arsenal. Tim London utara itu memimpin Premier League dalam jumlah gol dari bola mati musim ini.

Rice sendiri menciptakan belasan peluang dari situasi tersebut, terbanyak di antara rekan-rekannya. Efektivitas ini membuat setiap sepak pojok Arsenal terasa seperti ancaman nyata.

6 dari 6 halaman

Declan Rice untuk Inggris dan Tuchel

Di level internasional, Rice mulai membangun chemistry menjanjikan dengan Elliot Anderson. Kombinasi ini memberi Inggris keseimbangan antara stabilitas dan agresivitas.

Dengan Anderson sebagai penopang, Rice mendapat kebebasan untuk bergerak maju. Situasi bola mati pun menjadi opsi taktis penting bagi Inggris, sesuatu yang bisa menjadi pembeda di turnamen besar.

Faktor kebugaran juga berpihak pada Rice. Ia telah tampil dalam puluhan pertandingan musim ini dan mampu kembali tepat waktu setelah cedera lutut ringan, tanpa penurunan performa.

Dengan Arsenal masih bersaing di beberapa kompetisi, kekhawatiran terbesar hanya soal kelelahan pascamusim. Namun, gaya bermain Rice yang penuh energi justru sering menular ke rekan setimnya.