
Bola.net - Pep Guardiola kerap dicap sebagai pelatih yang mengekang kreativitas individu demi kendali kolektif. Namun, kemenangan 2-1 Manchester City atas Nottingham Forest menunjukkan sisi lain dari pendekatan sang manajer.
Di laga itu, Rayan Cherki menjadi pembeda. Satu gol dan satu assist dari pemain Prancis berusia 22 tahun tersebut memecah kebuntuan dan menjaga City dalam persaingan papan atas.
Lebih dari sekadar kontribusi angka, penampilan Cherki menandai perubahan halus dalam cara Guardiola membangun serangan, terutama menghadapi lawan dengan pertahanan rapat.
Perubahan itu terasa signifikan, karena datang dari pelatih yang dikenal sangat setia pada pola dan struktur.
Ketika Pep Guardiola Memberi Ruang pada Naluri

Kemenangan atas Nottingham Forest menjadi panggung bagi kebebasan Cherki. Guardiola sendiri mengakui tarik-menarik emosinya terhadap sang pemain.
Kata Pep Guardiola seusai laga, ia kadang ingin berteriak kepada Cherki, tapi di momen lain justru ingin memeluknya. Ucapan itu menggambarkan bagaimana sang pemain kerap melampaui pakem yang biasa dijunjung Guardiola.
Manajer City menegaskan alasannya memberi kelonggaran. Ia merasa harus membiarkan Cherki mengekspresikan bakat luar biasanya, terutama ketika City terlalu banyak menempatkan pemain di belakang bola dan kekurangan sosok di area antar lini.
Pernyataan itu menjadi sinyal jelas bahwa Guardiola bersedia menyesuaikan pendekatannya demi memaksimalkan kreativitas Cherki.
Rayan Cherki dan Seni Membuka Pertahanan

Sepanjang laga, Forest bertahan dalam blok rendah 4-5-1 yang disiplin. City kesulitan menemukan ruang, hingga sentuhan Cherki mulai mengubah ritme permainan.
Pemain berusia 22 tahun itu menciptakan peluang pertama City pada menit ke-20, lewat umpan luar kaki yang memungkinkan Erling Haaland melepaskan tembakan satu sentuhan. Dua menit berselang, ia hampir kembali mengirim Haaland berhadapan dengan kiper, sebelum umpan tersebut terpotong.
Keunggulan Cherki terletak pada detail kecil. Ia mempermainkan keseimbangan bek lawan dengan perubahan tempo, sentuhan pendek, serta kemampuan menggunakan kedua kaki tanpa memberi petunjuk arah umpan.
Bahkan saat melakukan umpan sederhana, sudut dan bobot bola selalu diperhitungkan, membuat bek Forest kerap terlambat bereaksi.
Assist, Gol, dan Pemahaman Instingtif
Awal babak kedua menjadi momen krusial. Cherki mencatat assist ketujuhnya musim ini, sebuah gol yang lahir dari pemahaman insting dan kecepatan berpikir.
Saat menerima bola di ruang sempit, Haaland menarik bek tengah Murillo ke tiang jauh. Ruang yang terbuka langsung dimanfaatkan Tijjani Reijnders, dan Cherki seketika mengirim umpan terukur untuk diselesaikan dengan tembakan pertama.
Pertandingan kemudian berjalan lebih terbuka. Tempo tinggi justru menguntungkan Cherki, yang mampu mengendalikan permainan di ruang sempit dan hampir menambah assist lewat rangkaian sentuhan dengan Bernardo Silva dan Phil Foden.
Puncaknya adalah gol penentu kemenangan. Dengan kaki yang kerap disebut lebih lemah, Cherki melepaskan tembakan bersih dari tepi kotak penalti, mengingatkan publik pada golnya di ajang Carabao Cup sebelumnya.
Secara statistik, Cherki memimpin Liga Inggris dalam peluang yang diciptakan, through ball, expected assists, dan assist per 90 menit. Angka-angka itu mempertegas dampaknya dalam skema City saat ini.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Bournemouth Bersiap Kehilangan Antoine Semenyo yang Dekat ke Man City, Siapa Penggantinya?
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- 6 Transfer Besar yang Bisa Terjadi Pada Januari 2026: Man United Bakal Sibuk? City Menangkan Perburuan Winger Rp1.4 Triliun
- Papan Atas Premier League Memanas, Arteta Tegaskan Arsenal Tak Gentar Hadapi Man City
- Hasil Liga Inggris Tadi Malam: Chelsea Jadi Satu-satunya Tim Top yang Kalah
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 5 Maret 2026 23:53 -
Piala Dunia 5 Maret 2026 23:13 -
Liga Inggris 5 Maret 2026 23:03 -
Liga Spanyol 5 Maret 2026 23:00 -
Liga Inggris 5 Maret 2026 22:42 -
Bola Indonesia 5 Maret 2026 22:41
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang P...
- 5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi M...
- 10 Pemain dengan Gaji Tertinggi di Premier League:...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521888/original/007226600_1772703226-__stanbul_S__leymaniye_K__lliyesi__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519479/original/075322600_1772573997-hugo-ekitike-liverpool-ladislav-krejci-wolverhampton-wanderers-liga-utama-inggris.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5334346/original/088056600_1756713071-AP25243767094515.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473370/original/050755600_1768435239-AP26014734397064.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519604/original/087478500_1772588128-Franco_Mastuantono.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522212/original/062441600_1772727279-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_23.10.42.jpeg)

