Rekap Hasil Pekan Terakhir Liga Inggris: West Ham Degradasi, Chelsea Gagal ke Eropa, Bruno Fernandes Pecah Rekor

Rekap Hasil Pekan Terakhir Liga Inggris: West Ham Degradasi, Chelsea Gagal ke Eropa, Bruno Fernandes Pecah Rekor
Bintan Sunderland, Nordi Mukiele beradu argumen dengan pemain Chelsea di pekan terakhir Liga Inggris, 24 Mei 2026. (c) Richard Sellers/PA via AP

Bola.net - Premier League 2025/2026 resmi berakhir lewat rangkaian laga serentak yang penuh drama pada Minggu (24/5/2026) malam WIB. Persaingan gelar, perebutan tiket Eropa, hingga pertarungan menghindari degradasi akhirnya menemukan jawabannya dalam satu malam yang sibuk di berbagai stadion Inggris.

Tottenham Hotspur sukses menyelamatkan diri dari ancaman degradasi, sementara West Ham harus menerima kenyataan pahit turun ke Championship. Chelsea juga menutup musim dengan hasil mengecewakan setelah gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Di sisi lain, Arsenal merayakan gelar juara liga yang sudah lama mereka nantikan.

Pekan terakhir ini juga menghadirkan sejumlah momen emosional. Beberapa pemain dan pelatih menjalani laga perpisahan, sementara klub-klub kejutan mencatat sejarah baru yang mengubah wajah klasemen akhir musim.

Drama Papan Bawah: Keberhasilan Tottenham dan Isak Tangis West Ham

Drama Papan Bawah: Keberhasilan Tottenham dan Isak Tangis West Ham

Bintang West Ham, Jarrod Bowen usai laga melawan Leeds United di pekan terakhir Liga Inggris, 24 Mei 2026. (c) Nick Potts/PA via AP

Persaingan di zona bawah berlangsung menegangkan hingga peluit akhir dibunyikan. Tottenham akhirnya memastikan tempat mereka tetap aman di Premier League usai menang tipis atas Everton di kandang sendiri.

Joao Palhinha menjadi pembeda lewat gol tunggal pada babak pertama. Tim asuhan Roberto De Zerbi tampil disiplin sepanjang laga dan mampu meredam tekanan Everton yang dipimpin David Moyes.

Di saat bersamaan, West Ham sebenarnya menjalankan tugas mereka dengan baik. The Hammers menundukkan Leeds United lewat gol Valentin Castellanos, Jarrod Bowen, dan Callum Wilson. Namun kemenangan itu tetap tidak cukup karena hasil Tottenham membuat mereka finis di posisi ke-18.

Musim depan, West Ham kembali bermain di Championship untuk pertama kalinya sejak 2011/2012. Sementara itu, Burnley dan Wolverhampton Wanderers harus puas berbagi angka 1-1. Penalti Adam Armstrong sempat membawa Wolves unggul sebelum Zian Flemming menyamakan skor di babak kedua.

Rebutan Tiket Eropa: Sejarah Baru Bournemouth dan Hancurnya Impian Chelsea

Rebutan Tiket Eropa: Sejarah Baru Bournemouth dan Hancurnya Impian Chelsea

Duel Brian Brobbey dan Wesley Fofana dalam laga Sunderland vs Chelsea di Liga Inggris, Minggu (24/5/2026). (c) PA via AP Photo/Richard Sellers

Chelsea menjadi salah satu tim dengan nasib paling buruk di pekan terakhir. Kekalahan mengejutkan dari Sunderland membuat mereka dipastikan gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Sunderland justru mencuri perhatian besar. Klub promosi itu sukses finis di posisi ketujuh dan mengamankan tiket Eropa pada musim pertama mereka kembali ke Premier League. Trai Hume membuka keunggulan sebelum gol bunuh diri Malo Gusto memperbesar keunggulan tuan rumah.

Chelsea sempat memperkecil skor lewat Cole Palmer, tetapi kartu merah Wesley Fofana mematikan harapan mereka untuk bangkit. Kekalahan itu membuat The Blues terlempar ke peringkat ke-10 klasemen akhir.

Di tempat lain, Bournemouth juga menorehkan sejarah dengan memastikan tiket Eropa pertama sepanjang sejarah klub. Hasil imbang 1-1 melawan Nottingham Forest cukup membawa mereka lolos, sekaligus menjadi laga terakhir Andoni Iraola bersama klub tersebut.

Panggung Perpisahan: Penghormatan untuk Guardiola dan Laga Emosional di Anfield

Panggung Perpisahan: Penghormatan untuk Guardiola dan Laga Emosional di Anfield

Mohamed Salah dalam laga Liverpool vs Brentford di Liga Inggris, Minggu (24/5/2026). (c) Dok. Liverpool FC

Pekan penutup musim ini juga dipenuhi suasana emosional. Manchester City memberikan penghormatan besar kepada Pep Guardiola yang resmi mengakhiri pengabdiannya setelah satu dekade di Etihad Stadium.

Sayangnya, laga perpisahan itu tidak berakhir manis. City kalah tipis dari Aston Villa meski sempat unggul lebih dulu lewat Antoine Semenyo. Ollie Watkins kemudian membalikkan keadaan dengan dua gol di babak kedua.

Atmosfer serupa terasa di Anfield. Liverpool bermain imbang melawan Brentford dalam laga yang menjadi penampilan terakhir Mohamed Salah dan Andrew Robertson bersama klub.

Curtis Jones membawa Liverpool unggul sebelum Kevin Schade menyamakan skor untuk Brentford. Hasil itu cukup membawa tim asuhan Arne Slot finis di posisi kelima dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Pesta Arsenal dan Rekor Assist Bruno Fernandes

Pesta Arsenal dan Rekor Assist Bruno Fernandes

Ekspresi Bruno Fernandes usai membobol gawang Brighton, Minggu (24/5/2026) (c) MUFC Official

Arsenal menutup musim dengan kemenangan tipis atas Crystal Palace sekaligus merayakan gelar Premier League pertama mereka setelah penantian panjang lebih dari 20 tahun. Suasana pesta langsung terasa di kubu Meriam London begitu peluit akhir dibunyikan.

Gabriel Jesus dan Noni Madueke mencetak gol kemenangan Arsenal sebelum Jean-Philippe Mateta memperkecil skor di akhir laga. Meski kalah, Palace tetap menjaga fokus jelang final Conference League melawan Rayo Vallecano.

Sementara itu, Bruno Fernandes mencatat sejarah baru bersama Manchester United. Gelandang Portugal itu resmi memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League setelah mencatat assist ke-21 saat United mengalahkan Brighton.

Assist Fernandes membuka jalan bagi gol Patrick Dorgu sebelum Bryan Mbeumo memastikan kemenangan Setan Merah. Hasil itu menjadi penutup manis bagi musim pertama Michael Carrick sebagai manajer permanen Manchester United.

Brighton sendiri tetap berhasil lolos ke kompetisi Eropa meski kalah di laga terakhir. Adapun Fulham sukses menutup musim dengan kemenangan atas Newcastle United lewat gol Issa Diop dan Tom Cairney.

Musim akhirnya selesai, tetapi pekerjaan banyak klub baru akan dimulai. Ada yang bersiap membangun ulang skuad setelah degradasi, ada pula yang mulai menatap petualangan baru di kompetisi Eropa musim depan.