
Bola.net - Luiz Felipe Scolari datang ke Chelsea dengan reputasi mentereng. Ia adalah pelatih yang membawa Brasil menjadi juara dunia 2002 dan dianggap mampu memberi warna baru bagi klub asal London Barat. Namun, perjalanan Scolari di Stamford Bridge ternyata hanya berlangsung tujuh bulan.
Di bawah kepemilikan Roman Abramovich yang terkenal tak sabaran, Scolari menjadi korban ekspektasi tinggi dan gejolak ruang ganti. Pada Februari 2009, ia dipecat dari jabatannya meski Chelsea masih bersaing di papan atas. Dalam refleksinya, ia menunjuk satu nama sebagai penyebab utama: Nicolas Anelka.
Kisah singkat ini tidak hanya mencerminkan kerasnya persaingan di Premier League, tetapi juga memperlihatkan betapa rumitnya mengelola ego dalam tim bertabur bintang, terutama ketika pemain merasa posisi dan perannya tergeser.
Anelka yang Menolak Dimainkan Melebar
Scolari mencoba memaksimalkan duet Didier Drogba dan Nicolas Anelka, dua penyerang dengan naluri tajam. Namun, ia justru menemukan hambatan besar dari dalam. Ketika Drogba pulih dari cedera, Scolari berharap Anelka bersedia bermain melebar demi menampung dua striker.
“Saya punya Anelka sebagai penyerang utama. Nomor 9. Pencetak gol terbanyak liga,” ujar Scolari kepada ESPN Brasil, dikutip talkSPORT. “Saat semua pemain kembali, saya bilang, ‘Sekarang Drogba sudah pulih setelah dua bulan, kita coba skema dengan dua penyerang, satu di tengah dan satu di sisi, bisa saling bertukar posisi.’”
Namun, rencana itu ditolak mentah-mentah oleh Anelka. “Lalu Anelka, pencetak gol terbanyak liga, bilang, ‘Saya tidak main di sayap.’ Ya sudah, saya bilang, ‘Kalau begitu, kamu tidak main di sayap, salah satu dari kalian main di kiri, selesai, saya tidak mau berdebat lagi,’” ucap Scolari.
Suasana Panas dan Akhir yang Dini
Konflik kecil itu perlahan membesar. Ketegangan di ruang ganti tak bisa dihindari, bahkan ketika Chelsea masih berada di papan atas klasemen. Tim asuhan Scolari saat itu duduk di posisi ketiga, hanya terpaut tujuh poin dari Manchester United.
“Saya keluar dari sana saat kami ada di posisi ketiga klasemen, tiga atau empat poin dari puncak,” kenangnya. “Kami juga lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Namun, ada suasana yang tidak enak, situasi itu.”
Ia juga membantah anggapan bahwa kendala bahasa menjadi penyebab utamanya gagal. “Mereka bilang, ‘Karena Anda tidak bisa bahasa Inggris dengan sempurna.’ Tentu saja tidak. Saya tidak bicara Inggris dengan sempurna,” ujar Scolari. “Namun, saya mengerti dengan baik. Dengan bahasa Inggris saya dan bahasa Inggris yang digunakan di sana, kami saling mengerti.”
Datangnya Hiddink dan Duet yang Sukses
Guus Hiddink kemudian datang sebagai pengganti sementara dan langsung membawa stabilitas. Dalam 22 laga, ia memenangkan 16 pertandingan, membawa Chelsea finis di posisi ketiga, dan menjuarai Piala FA. Pendekatannya terhadap Anelka dan Drogba sangat berbeda dari Scolari.
Hiddink memainkan keduanya secara bersamaan. Chelsea kadang memakai formasi 4-4-2 atau 4-3-3, dengan Anelka bergerak ke sisi kanan. Hasilnya positif: Anelka mencetak gol dalam empat laga terakhir Premier League dan merebut Sepatu Emas—satu-satunya sepanjang kariernya.
Duet ini bahkan bertahan hingga musim berikutnya di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Chelsea akhirnya meraih gelar ganda, Premier League dan Piala FA, dengan Drogba sebagai ujung tombak dan Anelka tampil fleksibel di lini depan.
Akhir Karier Eropa Scolari dan Pelajaran Pahit
Nasib Scolari tak seindah klub yang ia tinggalkan. Setelah dipecat dari Chelsea, ia tak pernah lagi melatih klub Eropa. Masa singkatnya di Stamford Bridge menjadi semacam titik balik dalam karier pelatih yang sebelumnya begitu disegani.
Bagi Chelsea, era pasca-Scolari melahirkan pendekatan baru dalam mengelola ego pemain bintang. Namun bagi Scolari, semua itu menyisakan luka. “Saya tidak tahu kalau saya bertahan, apa yang akan terjadi, tapi semuanya terhenti, dan itu membuat saya kesal,” tuturnya.
Kini, kisah Scolari dan Anelka menjadi bagian menarik dalam sejarah Chelsea: tentang betapa pentingnya komunikasi, kompromi, dan kepemimpinan dalam mengelola tim elit di level tertinggi sepak bola.
Sumber: ESPN Brasil, talkSPORT
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Cole Palmer: Nomor 10 Chelsea, Messi dan Rooney Sebagai Sumber Inspirasi
- Jose Mourinho Buat Sepak Bola Turki Bergolak!
- Real Madrid Masih Banyak Kekurangan: Evaluasi dari Hasil Imbang Kontra Al Hilal
- Penjaga Gawang, Penjaga Harapan: Yassine Bounou dan Momen Magis vs Real Madrid
- Al Hilal dan Keberanian dari Padang Pasir: Menahan Madrid, Menantang Dunia
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 5 September 2026 13:13Prediksi Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
-
Liga Inggris 5 September 2026 08:05Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
-
Liga Inggris 5 September 2026 07:05Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
-
Liga Inggris 4 September 2026 22:35Xabi Alonso Minta Chelsea Move On dari Enzo Fernandez
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 5 September 2026 17:00Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
-
Bola Indonesia 5 September 2026 16:00Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
-
Liga Inggris 5 September 2026 16:00Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
-
Bola Indonesia 5 September 2026 15:33Prediksi BRI Super League: Java United vs Garudayaksa 6 September 2026
BERITA LAINNYA
-
inggris 5 September 2026 16:00Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
-
inggris 5 September 2026 13:13Prediksi Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
-
inggris 5 September 2026 11:40Prediksi Everton vs Man Utd 6 September 2026
-
inggris 5 September 2026 08:465 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
-
inggris 5 September 2026 08:21Rating Pemain Liverpool saat Tundukkan Ipswich: Kolaborasi Maut Isak dan Gakpo
-
inggris 5 September 2026 08:05Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
SOROT
-
Liputan6 5 September 2026 17:17TPA Putri Cempo Masih Membara, Solo Tetapkan Status Darurat
-
Liputan6 5 September 2026 17:00KDKMP Didorong Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa Terintegrasi
-
Liputan6 5 September 2026 16:50Kasus Vilmei, Terungkap Saldo TikTok Dipakai Bayar Kos hingga Cicilan Kendaraan
-
Liputan6 5 September 2026 16:01Pramono Terbitkan Pergub Penyesuaian Tarif Layanan Kesehatan Jakarta
-
Liputan6 5 September 2026 15:00Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN, Efisiensi Capai Rp 100 Triliun
-
Liputan6 5 September 2026 13:02Anak Krakatau Erupsi, Penyeberangan Bakauheni-Merak Masih Normal
MOST VIEWED
Daftar Lengkap Transfer Premier League Musim Panas 2026/2027
Pemenang dan Pecundang di Bursa Transfer Premier League 2026/2027: Arsenal Cerdas, Aston Villa Kehilangan Banyak Pilar
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Enzo Fernandez ke Manchester City: Mengapa Chelsea Rela Melepas Kaptennya?
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341352/original/070991900_1788603464-IMG-20260905-WA0057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341338/original/022451200_1788602441-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_16.35.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341012/original/083242300_1788567510-69527447-8ccb-4633-93be-32d48763a33e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326112/original/042407300_1786957191-5e286dcc-ca7b-4a5e-b3b8-99c4d11146bb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341196/original/008956100_1788588574-IMG-20260905-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341195/original/022478300_1788588168-20241222_114216.jpg)
