Setelah Gerrard, Frank Lampard Segera Latih Klub EPL Lagi?

Serafin Unus Pasi | 11 November 2021 22:33
Frank Lampard (c) Pool Reuters via AP Photo

Bola.net - Bursa pelatih baru Premier League akan segera kedatangan nama baru. Frank Lampard dilaporkan bakal turun gunung untuk menangani Norwich City.

Hingga pekan ke-11 EPL musim 2021/22, sudah terjadi beberapa kali pemecatan pelatih. Tercatat sudah ada lima klub EPL yang memutuskan berpisah dengan pelatih mereka.

Baru-baru ini, Aston Villa resmi mengumumkan manajer baru mereka. Mereka mempekerjakan legenda Liverpool, Steven Gerrard sebagai pelatih baru mereka.

talkSPORT mengklaim bahwa Norwich City akan segera menyusul Aston Villa. Mereka akan memperkenalkan manajer baru mereka yang digosipkan adalah Frank Lampard.

Simak situasi manajer baru Norwich City di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Dipecat

Norwich City memang saat ini berstatus tanpa pelatih. Setelah mereka berpisah dengan Daniel Farke di pekan lalu.

Farke dipecat setelah Norwich menang 2-1 atas Brentford. Namun kemenangan itu tidak sanggup menyelamatkan Farke dari pemecatan karena Norwich City berada di dasar klasemen.

Itulah mengapa manajemen The Canaries memutuskan berpisah dengan Farke. Padahal manajer asal Jerman itu sudah menangani Norwich dalam empat tahun terakhir.

2 dari 4 halaman

Pengganti Farke

Menurut laporan tersebut, Norwich sudah mengantongi pengganti Farke. Mereka akan mempekerjakan Frank Lampard sebagai manajer baru mereka.

Seperti yang sudah diketahui, Lampard belum melatih lagi sejak awal tahun kemarin. Ia dipecat oleh manajemen Chelsea dan digantikan oleh Thomas Tuchel.

Manajemen Norwich City dilaporkan sudah mencapai kata sepakat dengan Lampard. Mereka saat ini membereskan administrasi untuk mengesahkan Lampard sebagai manajer mereka.

3 dari 4 halaman

Tantangan Berat

Melatih Norwich bakal jadi tantangan yang berat bagi Lampard. Karena ia harus membawa The Cannaries lolos dari jurang degradasi.

Sebagai informasi, Norwich berada di peringkat 20. Mereka berjarak lima poin dari jurang degradasi.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR