FOLLOW US:


Setelah Tammy Abraham, Kini Paul Pogba yang Jadi Korban Rasisme di Media Sosial

20-08-2019 07:53

 | Yaumil Azis

Setelah Tammy Abraham, Kini Paul Pogba yang Jadi Korban Rasisme di Media Sosial
Gelandang Manchester United, Paul Pogba, mengeksekusi penalti dalam laga kontra Wolverhampton hari Selasa (20/8/2019). © AP Photo

Bola.net - Kasus rasisme kembali terjadi hanya selang beberapa hari setelah menimpa pemain muda Chelsea, Tammy Abraham. Kali ini penggawa Manchester United, Paul Pogba, menjadi korbannya.

Pogba diserang oleh publik setelah gagal menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor penalti kala MU bertemu Wolverhampton di laga pekan kedua Premier League, Selasa (20/8/2019). Skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer itu pun bermain imbang 1-1.

Sebelum penalti dilakukan, sempat terlihat momen di mana Pogba berdiskusi dengan Marcus Rashford yang diyakini untuk menentukan eksekutor. Seperti yang diketahui, Rashford menjadi algojo penalti MU saat bertemu Chelsea pekan lalu.

Rashford berhasil menunaikan tugasnya dengan baik pada saat itu. Alhasil, Manchester United pun bisa meraih kemenangan dengan skor telak 4-0 atas rival bebuyutannya tersebut.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Pogba Diserang Netizen

Kegagalan Pogba itu membuatnya menjadi sasaran maki-makian publik, yang datangnya banyak dari fans Manchester United sendiri. Mereka menumpahkan kekesalannya melalui media sosial Twitter.

Beberapa di antaranya merupakan ejekan. Namun tidak sedikit fans Manchester United yang menyerang Pogba dengan menyinggung kulit serta penampilan fisiknya.

Kekesalan para penggemar nampaknya sudah berada di batas ubun-ubun. Mereka pun tak sungkan untuk menyebut mantan gelandang Juventus tersebut dengan kata-kata yang tidak pantas. Bahkan menyamainya dengan binatang.

2 dari 2

Kasus yang Sama Terulang Lagi

Padahal, belum lama ini, kasus yang sama sempat menimpa Tammy Abraham saat Chelsea bertemu Liverpool di ajang UEFA Super Cup. Masalahnya pun sama, yakni karena sang pemain gagal mengeksekusi tendangan penalti.

Frank Lampard selaku pelatih the Blues sempat menyerukan kepada perusahaan media sosial, terkhusus Twitter, untuk ambil andil dalam penanganan kasus rasisme.

"Perusahaan media sosial, apakah mereka akan menghentikan orang yang dengan santai memasang apa yang orang lakukan terhadap Tammy? Itu tanggung jawab mereka," ucap Lampard beberapa waktu lalu, seperti yang dikutip dari Goal International.

Kasus rasisme juga banyak terjadi di musim lalu. Beberapa korbannya cukup banyak datang dari pemain berkulit gelap, mulai dari Kalidou Koulibaly (Napoli), Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal), Moise Kean (Juventus, kini di Everton), hingga Raheem Sterling (Manchester City).

(The Mirror)