
Bola.net - Laga pekan ke-28 Premier League antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates, Minggu (1/3) malam WIB, menyajikan duel yang tidak biasa. Kedua tim saling beradu situasi sepak sudut.
Arsenal menang 2-1, tetapi pertandingan ini jauh dari gambaran dominasi permainan terbuka. Laga justru berubah menjadi adu efektivitas dalam situasi bola mati, khususnya sepak sudut.
Tiga gol yang tercipta seluruhnya lahir dari skema sepak pojok. Selain itu, sejumlah peluang berbahaya lain juga datang dari bola mati, menegaskan pola permainan yang sangat spesifik.
Statistik mendukung narasi tersebut. Sepanjang laga, tercipta 15 sepak sudut, lima untuk Arsenal dan 10 untuk Chelsea, yang memicu duel fisik intens di kotak penalti sepanjang 90 menit.
Adu Fisik dan Efektivitas Bola Mati

Setiap sepak sudut menghadirkan situasi serupa. Dorong-mendorong, pelukan, dan perebutan ruang menjadi pemandangan konstan di area enam yard.
Chelsea bahkan lebih sering mendapatkan sepak sudut. Namun, Arsenal tampil jauh lebih efektif dalam mengeksekusi momen-momen krusial.
Keunggulan ini bukan kebetulan. Arsenal kini telah mencetak 16 gol dari sepak sudut di Premier League musim ini, tiga gol lebih banyak dari tim mana pun.
Catatan itu menyamai rekor terbanyak dalam satu musim, sejajar dengan Oldham Athletic (1992/93), West Bromwich Albion (2016/17), dan Arsenal sendiri pada musim 2023/24.
Kemenangan yang Efektif, Tapi Mengundang Pertanyaan

Meski efektif, pendekatan ini memunculkan perdebatan. Ada pertanyaan besar tentang bagaimana tim asuhan Mikel Arteta memenangkan pertandingan.
Mantan striker Premier League Chris Sutton melontarkan kritik tajam. Ia mempertanyakan kualitas Arsenal jika terus bergantung pada bola mati.
"Arsenal lagi-lagi mengandalkan bola mati. Saya pikir mereka akan memenangkannya. Jika mereka berhasil melewatinya. Akankah mereka menjadi tim juara Premier League terburuk dalam sejarah?," ucap Sutton dikutip dari BBC Sport.
Komentar tersebut menyoroti paradoks Arsenal musim ini. Mereka menang, konsisten, dan efisien, tetapi kerap tanpa dominasi permainan terbuka.
Sumber: BBC Sport
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Tren Negatif Newcastle, Mental Bertanding Man Utd, Kreativitas Bruno Fernandes
- Dominasi Man City, Tekanan Nottm Forest, Rekor Apik Guardiola
- Catatan Unik Brighton, Performa Arsenal di Laga Malam, Duel Pemain Kunci Lini Depan
- Tren Performa Aston Villa, Rekor Tandang Chelsea, Duel Pemain Kunci
- Rekor Buruk Wolves, Tren Positif Liverpool, Ancaman Mohamed Salah
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 2 Maret 2026 20:04Prediksi BRI Super League: Persija vs Borneo FC 3 Maret 2026
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 2 Maret 2026 22:40 -
Liga Italia 2 Maret 2026 22:38 -
Liga Italia 2 Maret 2026 22:31 -
Liga Spanyol 2 Maret 2026 21:44 -
Tim Nasional 2 Maret 2026 21:38 -
Liga Inggris 2 Maret 2026 21:35
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang P...
- 5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi M...
- 10 Pemain dengan Gaji Tertinggi di Premier League:...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518103/original/005492000_1772462946-PSM_Makassar_vs_Persita.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518116/original/016377700_1772464391-Barang_bukti_insiden_ledakan_petasan_di_Gunungkidul.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518108/original/024912800_1772464090-Warga_menunjukkan_menu_MBG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518101/original/010885200_1772462775-IMG_8571.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492367/original/096135300_1770171796-IMG-20260203-WA0057.jpg)

