Sisi Lain Kemenangan Arsenal 2-1 atas Chelsea: Laga dengan 15 Sepak Sudut, 3 jadi Gol!

Sisi Lain Kemenangan Arsenal 2-1 atas Chelsea: Laga dengan 15 Sepak Sudut, 3 jadi Gol!
Jurrien Timber merayakan golnya dalam laga Liga Inggris antara Arsenal vs Chelsea di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Laga pekan ke-28 Premier League antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates, Minggu (1/3) malam WIB, menyajikan duel yang tidak biasa. Kedua tim saling beradu situasi sepak sudut.

Arsenal menang 2-1, tetapi pertandingan ini jauh dari gambaran dominasi permainan terbuka. Laga justru berubah menjadi adu efektivitas dalam situasi bola mati, khususnya sepak sudut.

Tiga gol yang tercipta seluruhnya lahir dari skema sepak pojok. Selain itu, sejumlah peluang berbahaya lain juga datang dari bola mati, menegaskan pola permainan yang sangat spesifik.

Statistik mendukung narasi tersebut. Sepanjang laga, tercipta 15 sepak sudut, lima untuk Arsenal dan 10 untuk Chelsea, yang memicu duel fisik intens di kotak penalti sepanjang 90 menit.

Adu Fisik dan Efektivitas Bola Mati

Adu Fisik dan Efektivitas Bola Mati

Momen gol Jurrien Timber (3 dari kiri) mencetak gol ke gawang Chelsea di situasi tendangan sudut, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Setiap sepak sudut menghadirkan situasi serupa. Dorong-mendorong, pelukan, dan perebutan ruang menjadi pemandangan konstan di area enam yard.

Chelsea bahkan lebih sering mendapatkan sepak sudut. Namun, Arsenal tampil jauh lebih efektif dalam mengeksekusi momen-momen krusial.

Keunggulan ini bukan kebetulan. Arsenal kini telah mencetak 16 gol dari sepak sudut di Premier League musim ini, tiga gol lebih banyak dari tim mana pun.

Catatan itu menyamai rekor terbanyak dalam satu musim, sejajar dengan Oldham Athletic (1992/93), West Bromwich Albion (2016/17), dan Arsenal sendiri pada musim 2023/24.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 5 Maret 2026
Brighton Brighton
02:30 WIB
Arsenal Arsenal

Kemenangan yang Efektif, Tapi Mengundang Pertanyaan

Kemenangan yang Efektif, Tapi Mengundang Pertanyaan

Pemain Arsenal merayakan gol William Saliba saat melawan Chelsea, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Meski efektif, pendekatan ini memunculkan perdebatan. Ada pertanyaan besar tentang bagaimana tim asuhan Mikel Arteta memenangkan pertandingan.

Mantan striker Premier League Chris Sutton melontarkan kritik tajam. Ia mempertanyakan kualitas Arsenal jika terus bergantung pada bola mati.

"Arsenal lagi-lagi mengandalkan bola mati. Saya pikir mereka akan memenangkannya. Jika mereka berhasil melewatinya. Akankah mereka menjadi tim juara Premier League terburuk dalam sejarah?," ucap Sutton dikutip dari BBC Sport.

Komentar tersebut menyoroti paradoks Arsenal musim ini. Mereka menang, konsisten, dan efisien, tetapi kerap tanpa dominasi permainan terbuka.

Sumber: BBC Sport